Beranda Berita PT Garuda Indonesia Terapkan HEPA Filter dan Jaga Jarak di Era New...

PT Garuda Indonesia Terapkan HEPA Filter dan Jaga Jarak di Era New Normal

0
PT Garuda Indonesia Terapkan HEPA Filter dan Jaga Jarak di Era New Normal
Direktur Utama Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra

MAKASSAR – Demi menjaga dan mematuhi protokol kesehatan Covid-19 dalam melayani penumpang. PT Garuda Indonesia terapkan HEPA Filter dan Jaga Jarak di masa New Normal ini.

Baca Juga:

Menteri Kesehatan Terawan: Vaksinasi Tunggu BPOM

Jumlah penumpang pesawat terpuruk pada April-Mei, akibat pandemi virus corona. Penurunannya bahkan mencapai lebih dari 90 persen. Meski begitu, memasuki masa new normal ini, jumlah penumpang kini mulai cenderung naik. Perlahan membaik.

Salah satunya jumlah penumpang di Maskapai PT Garuda Indonesia, yang mulai mendapatkan kembali penumpang yang harus terbang untuk berbagai kepentingan.

Direktur Utama Garuda Indonesia, Irfan Setiaputra mengungkapkan berbekal riset Garuda mencoba mencari solusi yang tepat untuk tetap terbang dengan tetap menjaga protokol kesehatan, sehingga penumpang merasa aman dan percaya diri. Penumpang kembali meningkat sejak Juni meski masih belum pulih sampai sekarang.

Selain kewajiban memakai masker sepanjang perjalanan bahkan ketika memasuki toilet, pengaturan jarak penumpang dijadikan salah satu andalan.

Kalau duduk di ekonomi di tengahnya kosong, duduk di business class kosong, ucap Irfan dalam talkshow Live Instagram Katadata bertajuk Industri Penerbangan Bisa Bernapas Kembali, Kamis (26/11/2020).

Kata Irfan, penumpang hanya boleh berdekatan jika berasal dari satu keluarga dan tinggal di alamat yang sama. Jaga jarak juga diberlakukan saat penumpang akan memasuki dan meninggalkan pesawat.

Sampai hari ini mengapa kita sampai mendapatkan penghargaan sebagai salah satu penerbangan di dunia, yang dianggap aman karena kita menerapkan itu distancing, dan feedback dari para penumpang juga mengatakan nyaman karena berjarak ya, ujarnya sembari menjelaskan Safety penghargaan dari Travel Barometer.

Travel Barometer, sambungnya, adalah merupakan sebuah lembaga independen yang mengaudit dan menilai aspek standar dalam penerapan protokol standar serta keamanan maskapai global.

Garuda menjelma menjadi Barometer salah satu maskapai di dunia dalam menerapkan tingkat keamanan dan penerapan protocol kesehatan terbaik.

Filter HEPA menyaring kadar udara yang ada di kabin hingga 99,9 persen menjadi udara murni dan bisa dihirup di kabin. Kata Irfan, sistem filter ini juga diterakan di anak perusahaan Citilink.

Ada beberapa perubahan layanan yang dilakukan di PT Garuda Indonesia, antara lain dengan meniadakan bahan bacaan cetakan karena dikhawatirkan menjadi medium penyebaran virus.

Makanan juga disediakan dengan cara berbeda, tidak diseduhkan, kelihatannya nggak sopan tapi penumpang harus memahami, tambahnya.

Selain kepada penumpang, awak kabin juga harus menerapkan secara ketat protokol kesehatan dan pemeriksaan kesehatan sebelum terbang. Awak kabin juga harus mengurangi interaksi dengan penumpang.

Protokol kesehatan, yang sudah kita implementasikan akan kita implementasikan terus, termasuk menjelang liburan akhir tahun, kata Irvan yang juga berpesan kepada penumpang agar tetap menerapkan 3M agar terbang bisa berlangsung aman.

Berbagai pihak terus dan Satgas Covid-19 terus mengingatkan masyarakat agar tetap menjalankan protokol kesehatan 3M, memakai maskers, menjaga jarak, dan mencuci tangan pakai sabun.

Penerapan 3M menjadi vaksin alami covid-19, sampai vaksin medis bisa didapatkan oleh mayoritas penduduk dunia tak terkecuali seperti yang sudah dilakukan PT Garuda Indonesia. (*)

DAPATKAN HADIAH MENARIK

Tinggalkan Komentar