Bahasa Bali Aku Cinta Kamu, Apa Kabar, dan Lagi Apa

Bahasa Bali Aku Cinta Kamu, Apa Kabar, dan Lagi Apa

Diposting pada

Defenisi

Bahasa Bali merupakan bahasa Austronesia. Bahasa ini dari cabang Sundik atau lebih khusus turunan dari bahasa Bali- Sasak. Bahasa ini paling utama dipertuturkan di pulau Bali, pulau Lombok bagian barat, serta di ujung timur pulau Jawa.

Baca Juga: Bahasa Daerah Bali, Contoh dan Artinya

Bahasa Bali mempunyai tingkatan penggunaannya, misalnya ada Bali Alus, Bali Madya serta Bali Agresif.

Perihal ini terjalin sebab pengaruh Jawa menyebar ke Bali semenjak era Majapahit hingga era Mataram Islam, walaupun kerajaan Mataram Islam tidak sempat menaklukkan Bali.

Bali Alus dipergunakan secara resmi dalam pertemuan tingkat desa adat, meminang perempuan, ataupun antara orang berkasta rendah dengan berkasta lebih besar.

Bali madya dipergunakan di tingkat warga menengah. Misalnya pejabat dengan bawahannya, sebaliknya yang agresif dipergunakan bertutur oleh orang kelas rendah misalnya kalangan sudra ataupun antara bangsawan dengan abdi dalemnya.

Di Lombok kosakata Bali paling utama dipertuturkan di dekat kota Mataram, sebaliknya di pulau Jawa bahasa ini paling utama dipertuturkan di sebagian desa di kabupaten Banyuwangi.

Tidak hanya itu bahasa Osing, suatu dialek Jawa khas Banyuwangi, pula banyak meresap dalam kosakata Bali. Misalnya kata osing yang berarti “ tidak ”.  Itu diambil dari kosakata Bali Tusing. Sekadar diketahui, kurang lebih 4 juta jiwa di Indonesia sudah menggunakan bahasa ini.

Bahasa Bali Aku Cinta Kamu

Bicara soal ‘Aku Cinta Kamu’, setiap daerah di Indonesia tentu memiliki caranya tersendiri untuk mengungkapkannya.

Sebut saja, Anda dapat mengungkapkan aku cinta kamu dengan ucapan;
Tiang tresna ajak ragane. Atau pilihan lain ” Bli tresna teken adi ” yang berarti abang atau kakak cinta dengan adek.

Selain kosakata tersebut di atas, Anda juga dapat menyampaikannya dalam ungkapan yang digunakan di Ambon yakni; “Beta cinta ose”.

Ungkapan romantis tersebut dengan kata-kata yang dipakai di Manado, yaitu “Kita cinta pa ngana”.

Tinggalkan Komentar