Wisata Toraja Utara, Jadwal, Letak dan Harga Kerbau di Pasar Bolu

Wisata Toraja Utara, Jadwal, Letak dan Harga Kerbau di Pasar Bolu

Wisata Toraja Utara. Pasar Bolu di Rantepao. Pusat jual beli ternak dengan omset triliyunan.

Baca Juga: Upacara Rambu Solo, Pemakaman di Tana Toraja

Ratusan Kerbau dan Babi diperjual belikan di Pasar Hewan Bolu yang terletak di Rantepao, Toraja Utara, Sulawesi Selatan.

Harganya beragam dari yang bisa didapat dengan harga jutaan hingga milyaran rupiah.

Pasar tradisional ini hanya berlangsung sekali sepekan. Tidak hanya ramai dikunjungi pembeli, namun juga ramai dihampiri para wisatawan asing dan domestik.

Pasar Bolu menjadi Iebih menarik karena tidak hanya sebagai pusat perbelanjaan tetapi juga sebagai pusat kebudayaan dan peradaban masyarakat etnis Toraja.

Hari pasar di Toraja jatuh setiap enam hari sekali. Itulah mengapa Pasar Bolu hanya ramai setiap seminggu sekali.

Di Pasar Bolu, komoditas utama yang diperjualbelikan adalah kerbau dan babi. Hewan ternak ini banyak dibeli untuk memenuhi upacara adat kematian Suku Toraja serta perayaan hari besar seperti natal dan tahun baru.

Apabila sudah tiba hari pasar atau sedang ada upacara adat kematian, jumlah Kerbau yang dijual bisa lebih dari 500 ekor.

Ini belum terhitung jumlah Babi yang memenuhi lapak-lapak dagang di pasar.
Pembeli pun tidak tanggung-tanggung.

Mereka berbelanja dengan jumlah yang sangat besar karena dalam satu upacara adat kematian saja jumlah kerbau yang dipotong bisa Iebih dari 300 ekor, terkadang lebih banyak dari jumlah Babi.

Harga Kerbau di Pasar Bolu Toraja

Ada banyak jenis Kerbau (dalam Bahasa Toraja disebut Tedong) yang dapat dijumpai di Pasar Bolu yang kini sudah menjadi bagian wisata Toraja Utara ini, antara lain:

  1. Tedong Saleko atau disebut juga kerbau bule yang harganya paling mahal yaitu bisa mencapai miliyaran rupiah per ekor.
  2. Tedong Bonga yaitu jenis kerbau yang bagian kepalanya seperti Tedong Saleko, sedangkan bagian badannya berwarna kelabu atau hitam.
  3. Tedong Teken Langit yaitu jenis kerbau yang memiliki tanduk silang (satu menghadap ke atas, satu menghadap ke bawah), lalu juga ada
  4. Tedong Balian yaitu jenis kerbau yang dikebiri sehingga menghasilkan tanduk yang panjang dan besar, kemudian juga ada Tedong Kudu yaitu kerbau hitam biasa yang harganya paling murah.

Dalam kehidupan masyarakat Toraja, kerbau punya peranan penting khususnya dalam nilai budaya dan ekonomi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.