tempat wisata gorontalo
tempat wisata gorontalo

Tempat Wisata Gorontalo Penuh Cinta, Destinasi Wajib Dikunjungi

Agar Anda dapat semakin memahami mengenai rumah adat Gorontalo, artikel kali ini akan mengulas berkenaan:

  • Rumah Dulohupa
  • Anak Tangga
  • Tiang Penyangga
  • Atap Rumah
  • Ruang Dalam
  • Rumah Bantayo Poboide
  • Kolong Pentas
  • Lorong Utama
  • Serambi
  • Bantayo
  • Rumah Adat Gobel
  • Rumah Ma’lihe atau Potiwaluya

1. Rumah Dulohupa

Rumah Adat Dulohupa ialah rumah adat yang terpopuler di wilayah Gorontalo. Sebagian besar, rumah adat ini ada di Kecamatan Kota Selatan. Secara arsitektur, rumah adat ini mengangkat ide rumah pentas. Namun, makna filosofis dari rumah adat ini berbeda dengan rumah pentas yang ada di wilayah Sumatra. Disamping itu, rupanya tiap sisi dari rumah ini memiliki filosofinya masing-masing sebagai berikut ini:

  • 1. Anak Tangga

Sisi paling fundamental dari rumah Dulohupa ialah anak tangga yang masuk ke rumah. Jumlah anak tangga pada rumah adat Gorontalo selalu sejumlah 5 atau 7 biji anak tangga.

Jumlah 5 memvisualisasikan jumlah Rukun Islam yang ada 5 kasus. Dan jumlah 7 anak tangga memvisualisasikan 7 kasus gairah yang dipunyai oleh manusia. Warga saat ini lebih mengenali gairah itu dengan istilah 7 dosa.

  • 2. Tiang Penyangga

Jumlah tiang penyangga atau pilar yang dipakai pada rumah adat Dulohupa selalu sejumlah sama. Keseluruhan tiang penyangga yang dipakai pada rumah adat ini ada 32.

Rumah adat ini memiliki dua penyangga khusus yang dikenali bernama wolihi. Ke-2 tiang ini sebagai gerbang masuk ke rumah adat ini.

Pada bagian depan, ada 6 tiang penyangga yang menyimbolkan karakter baik warga Gorontalo. Ke enam karakter itu ialah tenggang rasa, sama-sama menghargai, dedikasi ke pimpinan, berlaku lumrah, taat pada ketentuan, dan patuh pada keputusan.

  • 3. Atap Rumah

Berdasar wujud, atap rumah adat Gorontalo ini memiliki wujud dua jenjang. Pada bagian bawah atap dengan bahan jerami lebih lebar.

Pada bagian atas, atap kelihatan lebih menjadi kecil dan meruncing. Wujud ini ialah pelukisan keyakinan warga Gorontalo yang jika jalinan dengan Tuhan agar lebih meruncing ke atas. Dan jalinan pada setiap orang agar lebih melebar ke samping.

  • 4. Ruang Dalam

Sama dengan rumah adat secara umum, jenis rumah adat ini tidak memiliki banyak ruang. Namun, ada satu ruangan khusus yang umumnya dipakai oleh beberapa raja atau pembesar untuk istirahat. Disamping itu, di samping pintu masuk ke arah rumah adat ini, Anda dapat mendapati Tange lo bu’ulu. Ini ialah seperti hiasan dinding yang jadi cerminan dari tingkat kesejahteraan warga disekitaran.

Itu keterangan berkenaan rumah adat Gorontalo Dulohupa. Bila Anda tertarik ingin tinggal di Sulawesi, beri daftar property di Sulawesi Utara sebagai rekomendasi tempat tinggal atau investasi.

2. Rumah Bantayo Poboide

Rumah adat Gorontalo yang selanjutnya ialah Bantayo Poboide. Rumah adat ini terdiri dari 2 kata yang memiliki artinya masing-masing.

Dalam Bahasa di tempat, Bantayo dapat disimpulkan sebagai balai atau tempat tatap muka. Dan Poboide bisa disimpulkan sebagai bicara atau tukar pemikiran.

Maka, secara peranan rumah adat ini sebagai tempat berjumpa atau tempat diselenggarakannya satu permufakatan.

Sampai saat ini, ada dua jenis Rumah Bantayo Poboide yang masih dipakai. Yang pertama ialah Bantayo Poboide lo Lipu dan yang ke-2 ialah Bantayo Poboide la Liluna.

Pada dasarnya, lo Lipu sama dengan posisinya dengan Kabupaten dan la Liluna sama dengan Kecamatan.

Bila bicara berkenaan susunan bangunan, pada dasarnya ada bagian-bagian bangunan yang memiliki peranan dan artinya semasing. Berikut salah satunya:

  • 1. Kolong Pentas

Sama dengan rumah adat Dulohupa,rumah adat Gorontalo memiliki wujud pentas. Pada jaman dulu, sisi bawah dari rumah adat ini dipakai sebagai tempat untuk membikin kain dengan di tenun. Sayang, aktivitas ini mulai jarang-jarang diketemukan.

  • 2. Lorong Utama

Dengan design yang cukuplah sederhana, bangunan ini memiliki sebuah Lorong yang sebagai akses ke arah ruang-ruang khusus didalamnya.

Lorong ini umumnya memanjang dan ada di sisi tengah bangunan.

Maka, lorong ini sebagai jalan masuk khusus ke arah semua ruang atau Bantayo pada rumah adat ini.

  • 3. Serambi

Sedikit berbeda dengan rumah adat yang lain, rumah adat Bantayo Poboide memiliki serambi setiap seginya.

Keseluruhannya, ada keseluruhan 4 serambi yang dapat diketemukan di rumah adat Gorontalo ini.

Satu serambi pada bagian depan, dua serambi pada bagian samping, dan satu serambi pada bagian belakang. Peranan khusus dari serambi itu untuk memberi perputaran udara yang lebih bagus ke Bantayo.

  • 4. Bantayo

Yang paling akhir ialah Bantayo atau ruang untuk lakukan permufakatan. Di rumah adat Dulohupa, cuman ada satu ruang atau balai untuk beragam jenis aktivitas.

Namun, di rumah adat Bantayo Poboide, ada beberapa ruangan yang biasa dipakai. Umumnya, jumlah ruang sejumlah genap. Ruangan atau Bantayo itu dapat dijangkau lewat Lorong khusus.

3. Rumah Adat Gobel

Rumah adat Gobel sebagai salah satunya rumah adat di wilayah Gorontalo yang kurang cukup populer. Argumen intinya ialah karena di periode lalu rumah adat Gorontalo cuman dipunyai oleh Kerajaan Gobel. Itu penyebabnya rumah adat ini dinamakan rumah adat Gobel.

Pada jaman dulu, anggota Kerajaan Gobel memakai rumah adat ini sebagai rumah anggota kerajaan. Itu penyebabnya bila menyaksikan susunan dari rumah ini, rumah adat ini memiliki beberapa ruang seperti rumah secara umum. Meski begitu, rumah adat ini masih mengangkat ide rumah pentas.

Karena rumah adat ini pernah dipunyai Kerajaan Gobel, jumlah rumah adat Gobel yang masih berperan secara baik sampai saat ini benar-benar terbatas.

Satu diantaranya yang masih berperan baik ialah rumah adat Gobel yang berada di Kabupaten Bone Bolango.

Namun, karena perubahan waktu, peranan rumah adat ini mulai berubah. Di zaman kekinian, rumah adat ini telah seringkali dipakai sebagai aula atau balai tatap muka. Umumnya, rumah adat ini dipakai sebagai lokasi permufakatan oleh warga di tempat.

Disamping itu, pemda biasa memakairumah adat Gorontalo ini untuk mengadakan aktivitas pemerintah. Maksudnya, pasti untuk masih tetap melestarikan rumah adat yang banyaknya makin berkurang ini.

4. Rumah Ma’lihe atau Potiwaluya

Yang paling akhir ialah rumah adat Ma’lihe atau yang umum diketahui bernama Potiwaluya. Bila rumah adat Gobel sebagai rumah beberapa raja, karena itu rumah adat Ma’lihe ialah rumah warga biasa.

Ya, keseluruhannya, rumah adat ini ialah jenis rumah adat yang biasa dipakai oleh warga umum di wilayah Gorontalo.

Walau rumah adat ini dapat secara mudah diketemukan di daerah Gorontalo, rupanya pembikinan rumah ini bukan kasus yang gampang.

Hal ini karena rumah adat Gorontalo ini memiliki beberapa filosofi dalam pembikinannya.

Salah satunya ialah: Nama Ma’lihe datang dari Bahasa Gorontalo yang memiliki arti Mahligai, suatu hal yang terkait dengan rumah tangga. Itu penyebabnya rumah adat ini kerap dipandang seperti pelukisan satu keluarga.

Di saat rumah adat dibikin untuk pertamanya kali, rumah adat ini cuman bisa memiliki 3 buah ruang.

Tetapi, di masa datang bisa dilaksanakan peningkatan dengan persyaratan rumah adat ini telah dihuni oleh sekeluarga atau lebih.

Rumah adat ini memiliki wujud segi panjang, begitupun dengan semua ruang yang ada didalamnya.

Warga Gorontalo yakin jika ke-4 pojok di dalam ruang sebagai pelukisan empat komponen dari alam, yakni air, api, tanah, dan angin.

Rumah adat Gorontalo ini tempatkan kamar lelaki dan wanita secara terpisah. Untuk anak lelaki yang masih hidup Bersama orang tuanya, karena itu kamarnya ada di sisi depan rumah. Dan untuk anak wanita, lokasi kamar umumnya ada di belakang rumah.

Dalam budaya warga Gorontalo, tiap tamu yang bertandang memiliki tempat untuk menyambutnya masing-masing.

Bila ada tamu lelaki, karena itu pemilik rumah jangan meluluskan tamu itu masuk. Umumnya tamu akan disongsong di teras atau serambi depan. Dan untuk tamu wanita, diwajibkan untuk disongsong dalam rumah.

Di rumah adat Ma’lihe, dapur umumnya terpisah dari bangunan khusus dan umumnya berada pada bagian belakang rumah. Ada satu jembatan kecil yang menyambungkan dapur dengan bangunan khusus.

Warga Gorontalo yakin jika dapur ialah satu ruang yang memiliki sifat privacy. Itu penyebabnya lokasi dapur ada di sisi belakang rumah adat Gorontalo ini.

Itu ulasan komplet berkenaan rumah adat Gorontalo. Dengan pelajari riwayat dan filosofinya, Anda telah melestarikan budaya Indonesia. Mudah-mudahan artikel ini dapat berguna untuk Anda.