Beranda Berita Wabup Enrekang Marah Besar karena Pabrik Aspal Ini

Wabup Enrekang Marah Besar karena Pabrik Aspal Ini

80
0
Wabup Enrekang Marah Besar
Aksi demonstarasi di sekitar perusahaan pabrik Aspal di Enrekang, Senin (29/6/2020).

CAFEBERITA.COM – Wabup Enrekang Marah Besar karena Pabrik aspal yang beroperasi di Jalan Poros Enrekang-Toraja, Desa Pana, Kecamatan Alla bikin warga resah.

Wakil Bupati (Wabup) Enrekang, Asman, menegaskan, bakal menutup paksa perusahaan Aspal Mixing Plant (AMP) milik PT, Ganking Raya itu. Apabila masih saja membuang limbah pabrik mereka di Sungai.

Ancaman ini sampikan Asman, kala turun langsung menyidak pabrik aspal tersebut didampingi sejumlah anggota DPRD Enrekang dan kepala OPD, Rabu (8/07/2020).

“Silakan membangun. Tetapi kalau tak peduli masyarakat itu sudah salah,” geramnya.

Pasca Wabup Enrekang marah besar, Asman pun berjanji, jika suatu hari dia masih menjumpai ada warga yang mengeluh akan limbah ini, maka mau tak mau akan menutup paksa pabrik aspal ini.

Wabup Enrekang Marah Besar
Wabup Enrekang Marah Besar saat sidak pabrik aspal, Rabu (8/7/2020).

“Kalau besok-besok terbukti membuang limbah lagi ke Sungai. Maka saya tegaskan tutup ini pabrik,” tandasnya di hadapan pemilik pabrik.

Menurut Asman, membuang limbah pabrik ke Sungai itu sama sekali tak boleh dibiarkan. Ini sangat merusak lingkungan di Kabupaten Enrekang.

Apalagi, di Enrekang ini sungai adalah salah satu sumber kehidupan masyrakat. Kalau itu dicemari maka wajar warga komplain.

“Silakan membangun. Tetapi, jangan cederai satu pun masyarakat,” kata mantan anggota DPRD Enrekang ini.

Asman pun berharap, pihak perusahaan segera membenahinya. Utamanya pada limbahnya. Jangan sampai ada lagi masyarakat yang dibuat resah.

Perusahaan Pernah Didemo

Wabup Enrekang Marah Besar
Aksi demonstarasi di sekitar perusahaan pabrik Aspal di Enrekang, Senin (29/6/2020).

Sejumlah massa yang mengatas namakan Gerakan Pemerintah Lingkungan Hidup (GA-PHL) sebelumnya menggelar aksi demonstarasi di sekitar perusahaan ini, Senin (29/6/2020).

Mereka menuntut pemilik pabrik dalam hal ini PT.Gangkin Raya agar menghentikan aktivitas perusahaan, sebab sudah membuat sejumlah warga resah.

Selain itu, mereka juga mendesak agar Pemkab setempat mencabut izin operasi tambang. Karena diduga sudah melanggar mengenai AMDAL seperti dilansir dari ujungjari.com.

Koordinator aksi, Wiranto Embong Bulan, meminta pihak PT. Cipta Agar Utama (Gangking Raya Group) menghentikan operasi mereka, banyak debu juga ceceran aspal yang memenuhi tanaman warga.

“Kami minta agar izinnya ini dicabut. Sebab sudah membuat polusi,” ujarnya.

Wiranto membeberkan, sejauh ini sudah terlalu banyak warga yang resah. Tanaman mereka banyak bercak aspal. Tak hanya itu, rumah mereka pun demikian.

Kepala Cabang PT. Gangking Raya Wil. Enrekang, Arna, mengaku sudah koordinasi dengan Pemkab Enrekang. Utamanya masalah cerobong asap yang dinilai menimbulkan polusi juga limbah ke sungai.

“Kami sudah diskusi dengan DLH terkait hal ini. Kami akan benahi segera,” ujarnya disela aksi.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here