Trik Mengetahui Pelajaran Dengan Cepat

Apakah anda men­gala­mi kesusa­han meny­er­ap pela­jaran yang dis­am­paikan oleh guru di kelas anda? Jika ya , mungkin anda per­nah men­ga­jukan per­tanyaan dalam hati kena­pa kawan dekat anda dap­at begi­tu gam­pang menangkap pela­jaran yang sedang kalian pela­jari. Anda mungkin berfikir apa yang dijalankan kawan dekat anda sehing­ga ia bisa menyeru­pai itu. Anda tidak per­lu men­ga­jukan per­tanyaan apa yang ia makan lan­taran kita semua makan nasi. Anda mungkin berfikir untuk men­gon­sum­si aksesori otak namun terny­a­ta hal itu juga tidak mem­ban­tu. Jika kawan dekat anda dap­at , maka anda juga bisa. Semua insan pada mulanya sama. Sama-sama tidak tahu. Sebe­narnya tidak ada insan yang udik , yang ada cuma insan malas. Kemalasan­lah yang memu­nculkan kita kian bodoh. 

Yang per­lu anda lak­sanakan jikalau anda men­gala­mi kesusa­han dalam meny­er­ap pela­jaran yakni merubah cara men­car ilmu anda. Kare­na daya ser­ap mas­ing-mas­ing orang berbe­da-beda maka anda mesti menye­suaikan kap­a­sitas anda dan men­gop­ti­malkan­nya. Teman anda mungkin ter­li­hat begit gam­pang menge­tahui materi yang sedang dia­jarkan. Dia ter­li­hat begi­tu cer­das dan tak terkalahkan. Tapi per­cay­alah , kelebi­han yang dim­i­li­ki kawan dekat anda tidak tiba begi­tu saja. Semua lan­taran ada keteku­nan. Yang meng­hasilkan kalian berlawanan cuma kesabaran dan pola fikir. 
Anda mungkin tidak menger­ti den­gan rin­cian bagaimana cara kawan dekat anda menge­tahui pela­jaran. Anda mem­per­hatikan­nya bisa menge­tahui pela­jaran begi­tu pela­jaran terse­but dije­laskan. Tetapi anda tidak menyak­sikan bah­wa ada jer­ih payah lain yang ia lak­sanakan sebelum pela­jaran terse­but dis­am­paikan. Secara biasa , berikut beber­a­pa hal yang dijalankan orang-orang mudah-muda­han bisa meny­er­ap pela­jaran den­gan mudah. 
  1. Pusatkan Perhatian Anda Pada Guru

    Keti­ka guru anda men­erangkan di depan kelas , maka usa­hakan kon­sen­trasi anda cuma ter­tu­ju padanya. Cer­mati­lah seti­ap kata-katanya dan tanyakan apa yang kurang anda paha­mi. Jan­gan malu-malu itu­lah kuncinya. Seba­gian besar murid con­dong tidak senang meny­i­mak klar­i­fikasi guru sehing­ga apa yang dis­am­paikan masuk indera pen­den­garan kanan kelu­ar indera pen­den­garan kiri. Seba­gian lagi bahkan gres masuk indera pen­den­garan kanan prib­a­di men­dal.
    Bacaan Lain­nya

    Memang benar , adakalanya guru tidak akil men­gua­sai kelas dan kurang akil dalam meny­o­dor­kan ilmu. Akan namun , bagaimana­pun kon­disi guru di depan , mak­sud­nya yakni meny­o­dor­kan ilmu dan jikalau anda mengabaikan­nya begi­tu saja maka tidak akan ada berkah yang anda dap­at. Bahkan murid pin­tar sekalipun , jikalau ia mengabaikan gurun­ya dan meni­lai sepeleh maka ilmu yang ia sang­gup tidak akan berkah. God knows that.

    Yang per­lu anda lak­sanakan di saat meny­i­mak pen­je­laan guru yakni men­catat poin-poin pent­ing yang per­lu anda ingat. Sekalipun guru anda mungkin mem­beri poten­si untuk men­catat , akan namun biasanya key­word ten­tang catatan itu bera­da pada uca­pan-uca­pan­nya. Mis­al­nya , anda sedang men­car ilmu fisi­ka kemu­di­an guru anda men­erangkan rumus wacana jer­ih payah , maka sulit diper­cayai semua yang ia jelaskan terulis di papan tulis. Poin-poin pent­ing pen­er­a­pan rumus terse­but pada biasanya jus­tru ter­si­at dari pen­je­lasan-pen­je­lasan yang ia sam­paikan secara lisan. Jika ana tidak meny­i­mak secara sesama pasti anda tidak akan paham ten­tang rumus terse­but.

  2. Perbaiki Catatan dan Mengulangi pelajaran

    Catatan-catatan yang anda buat di saat menden­gar klar­i­fikasi guru mungkin akan acak-acakan lan­taran anda mesti menulis den­gan segera dan cuma poin-poin pent­ingnya saja. Oleh lan­taran itu per­baik­i­lah catatan terse­but dan kem­bangkan sesuai den­gan pengert­ian yang masih men­em­pel di kepala anda. Sus­sun catatan anda sedemikian rupa sehing­ga anda gam­pang mema­haminya. Den­gan cara ini , anda akan ter­biaa men­gu­lang pela­jaran yang sudah anda pela­jari di seko­lah.
  3. Selalu Selangkah Lebih Maju

    Keti­ka anda men­car ilmu , maka per­hatikan­lah materi selan­jut­nya yang hen­dak dipela­jari pada kon­fer­en­si berikut­nya. Terkadang seba­gian guru meg­in­gatkan kita untuk mem­pela­jari top­ik ter­ten­tu. Ini mungkin akan mengkon­sum­si wak­tu yang cukup usang dan anda mungkin akan merasa jenuh , namun jikalau sudah sudah biasa maka ini bisa anda lak­sanakan dimana­pun dan kapan­pun. Dan jikalau itu ter­ja­di , maka anda akan lebih gam­pang menge­tahui materi yang dit­erangkan lan­taran anda sudah pun­ya cit­ra ten­tang materi terse­but.

    Den­gan mem­pela­jari sebuah materi sebelum materi terse­but dit­erangkan guru di seko­lah , maka anda akan selangkah lebih maju dari teman-teman anda yang seru­pa sekali belum mem­pela­jarinya. Sebe­narnya seba­gian kawan dekat anda ter­li­hat gam­pang menge­tahui pela­jaran yang sedang dit­erangkan , itu tidak lain lan­taran beli­au sudah mem­pela­jari wacana materi itu sebelum­nya (walau sekedar mem­ba­ca) atau bisa jadi pema­haman­nya itu bersum­ber dari ingatan-ingatan akan pela­jaran di wak­tu yang lalu. Ya , bagaimana­pun kan pela­jaran di seko­lah senan­ti­asa berkesinam­bun­gan. Pela­jaran Seko­lah Menen­gan Atas ialah lan­ju­tan dari pela­jaran Seko­lah Menen­gah Per­ta­ma , pala­jaran Seko­lah Menen­gah Per­ta­ma ialah lan­ju­tan dari pela­jaran SD.

  4. Selalu siapkan pertanyaan 

    Adakalanya kita sama sekali tidak tahu apa yang tidak kita tahu. Mak­sud­nya , kalaupun diberi poten­si men­ga­jukan per­tanyaan kita tidak mau men­ga­jukan per­tanyaan lan­taran tidak tahu apa yang mau ditanyakan. Biasanya kita gres mener­i­ma kesusa­han sete­lah kita berhada­pan den­gan soal-soal. Saat itu­lah kita menyadari bah­wa ada yang tidak kita ketahui dan di saat itu tiba sudah telat untuk bertanya. Oleh lan­taran itu senan­ti­asa sedi­akan per­tanyaan sep­utar meteri yang hen­dak dipela­jari.

    Keti­ka anda men­car ilmu di rumah , maka buat­lah beber­a­pa per­tanyaan yang memang anda tidak tahu pen­je­lasan­nya. Keti­ka materi terse­but dit­erangkan maka beber­a­pa per­tanyaan anda akan tejawab. Keti­ka per­tanyaan anda belum ter­jawab , maka di saat itu­lah poten­si anda untuk men­ga­jukan per­tanyaan prib­a­di ter­hadap guru. Jan­gan takut bah­wa per­tanyaan anda mungkin ter­den­gar kony­ol atau udik lan­taran lebih udik jikalau tidak mau tahu sama sekali.

  5. Pahami Model Soal 

    Terkadang , cara yang pal­ing gam­pang menge­tahui pela­jarn yakni prib­a­di berhada­pan den­gan per­masala­han­nya. Lihat­lah beber­a­pa pola soal dan amati den­gan sek­sama ver­si soal­nya. Hal ini akan sung­guh meno­long anda di saat guru anda men­erangkan pola soal di papan tulis. Den­gan cara ini anda dap­at mem­band­ingkan beber­a­pa tata cara solusi dan den­gan menge­tahui mod­el-mod­el soal­nya , anda secara tidak prib­a­di akan menge­tahui ran­can­gan materinya.
  6. Tekun dan Jangan Patah Semangat 

    Selan­jut­nya ten­tu­lah keteku­nan. Tidak ada kesuk­sesan yang diga­pai cuma den­gan bermalas-malasan. Sepin­tar apapun orang itu , jikalau malas maka orang yang bersung­guh-sung­guh akan men­galahkan­nya. Semua orang dap­at men­ja­di pin­tar lan­taran mere­ka bersung­guh-sung­guh dalam bela­jar. Maka itu­lah yang mesti anda lakukan. Lakukan itu buat anda sendiri lan­taran segala sesu­atu yang dijalankan atas dasar kemauan sendiri akan lebih mudah.
    Selain bersung­guh-sung­guh anda juga mesti seman­gat. Jan­gan per­nah patah seman­gat sekalipun jer­ih payah anda belum mem­buahkan hasil.

    Adakalanya di saat men­erangkan , seo­rang guru cuma ber­pusat pada satu orang yang pin­tar di kelas terse­but seper­ti mere­ka sedang bergu­ru khusus dan con­dong mengabaikan murid lain­nya (kare­na memang ker­ap kali Cuma murid itu saja yang mau mengiku­ti). Hal itu pasti meng­hasilkan beber­a­pa murid patah seman­gat dan men­ja­di malas bela­jar. Jika anda ingin maju , maka jan­gan­lah patah seman­gat cuma lan­taran kon­disi menyeru­pai itu. Jus­tru seba­liknya , jadikan­lah itu pemicu dan moti­vasi bagi anda. Lakukan yang ter­baik maka seir­ing den­gan ber­jalan­nya wak­tu kon­disi akan berubah.

Share ke Face­book »Share ke Twit­ter »
Cafeberita.com yakni blog wacana materi bela­jar. Gunakan hidan­gan atau pen­car­i­an untuk mener­i­ma materi men­car ilmu yang ingin dipela­jari.

Pos terkait