The Flowers Of War

Gambar Gravatar
film the flower of war
film+the+flower+of+war
The Flowers of War
—————————
Kisah tentang perang mungkin adalah cara yang gampang untuk menggali peluangkonflik dan kesedihan yang menyayat hati dengan menimbulkan salah satu pihak sebagai musuh dan dipihak lain selaku jagoan dan tentu saja sekaligus selaku pemenang perang. Bunyi tembakan, gemuruh kendaraan tank dan ledakan bom senantiasa mendominasi dalam film perang namun dalam film ini dibentuk menjadi minor porsinya. Sutradara Zhang Yimou membuat film ini dengan meninggalkan kesan selaku film perang pada umumnya dan pastinya mengenyampingkan siapa yang menang dan siapa yang kalah. Dia ialah seorang sutradara yang berhasil meraih penghargaan dan nominasi dari aneka macam ajang pekan raya international. Hasil buah karyanya antara lain Hero, Curse of the golden flower dan Raise the red lantern. Film inipun juga masuk nominasi dalam ajang penghargaan Golden Globe.
Film ini mempunyai judul orisinil Jin Ling Shi San Chai yang disesuaikan dari sebuah novel karya pengarang Gelin Yang. Berkisah wacana tragedi di kota Nanking dimana Jepang melaksanakan invasinya ke kawasan tersebut. Sebuah peristiwa yang sangat mengenaskan dengan mengkonsumsi korban nyawa sejumlah 300.000 orang dan 80.000 wanita diperkosa. Sebuah fakta yang seperti terjadi pada saat penjajahan Jepang di Indonesia. Isakan tangis, teriakan minta tolong dan lelehan air mata akan mewarnai adegan dalam film ini. Drama dan pertarungan batin lebih secara umum dikuasai dihidangkan dalam alur ceritanya.
Alur kisah dimulai dengan adanya peperangan dalam kota Nanking antara tentara China dan tentara Jepang. Rupa-rupanya prajurit China kalah oleh serangan yang bertubi-tubi dan jumlah personel yang cukup banyak oleh tentara Jepang. Adegan peperangan cukup menawan meskipun ditampilkan dengan sederhana tetapi mampu mengena di hati penonton. Walaupun pada awalnya sedikit susah untuk membedakan mana yang serdadu China dan mana yang prajurit Jepang alasannya paras mereka hampir sama.
Banyak penduduk yang mengungsi dan tak terkecuali orang aneh dari Amerika yaitu John (Christian Bale) yang pekerjaan bergotong-royong yakni mengorganisir orang mati dan menguburkannya. John yang tujuannya pergi ke sebuah gereja berjumpa dengan murid-murid wanita dari gereja tersebut namun sayangnya justru murid-murid wanita ini pergi dari gereja untuk melarikan diri sebab perang. Mereka hasilnya menetapkan kembali ke gereja bareng John. Disamping itu terdapat segerombolan perempuan yang akhirnya dimengerti selaku pelacur ikut mengungsi ke gereja tersebut.
John yang bahwasanya ialah orang yang suka mabuk-mabukan dan ingin mengambil uang atau barang-barang yang berguna dari gereja tersebut. Sifatnya yang kurang baik dibenci oleh George (Tianyuan Huang) seorang anak pastor yang melindungi murid-murid perempuan selama ini. John juga naksir dengan seorang pelacur bernama Yu Mo (Ni Ni) dan ingin membayarnya sebagaimana lazimdikerjakan oleh laki-laki hidung belang. Yu Mo bukanlah pelacur umummelainkan kepala dari pelacur-pelacur kelompoknya atau setidaknya lebih senior. Tidak hanya itu, dia lebih berpendidikan dan mampu berbahasa Inggris sehingga menciptakan John makin tertarik. Yu Mo berharap John mau membantunya melarikan diri ke luar kota namun Shu (Zhang Xinyi) dan murid-murid perempuan justru menginginkan John tetap tinggal dan melindungi mereka.
Tentara Jepang masuk kedalam gereja dan menangkapi murid-murid perempuan untuk diperkosa namun John yang kebetulan mencoba menggunakan busana pastor berusaha menghalanginya. Dengan mengaku selaku pastor dan orang Amerika, dia berharap tentara Jepang mau pergi dari gereja namun diacuhkan saja oleh mereka. Rupa-rupanya sang komandan dari sentra mendengar akan adanya murid-murid perempuan ini maka ia yang kebetulan suka musik ingin mendengar nyanyian mereka. Sebagai imbalan, sang komandan menawarkan materi makanan untuk para murid dengan catatan ingin menyimak lagi nyanyian mereka dan dilarang pergi meninggalkan gereja. Ini semua cuma tipu tipu daya sang komandan saja dimana bergotong-royong mereka akan disuruh menyanyi dan menghibur dihadapan para pejabat-pejabat Jepang yang lain dalam suatu acara perayaan. Apalagi mereka adalah masih perawan ting-ting.
John sadar bahwa bahu-membahu murid-murid wanita akan disuruh melayani dan bekerjasama sex dengan pejabat-pejabat Jepang tersebut. Jumlah murid-murid perempuan telah dijumlah 13 orang jadi mereka harus berangkat semua. Murid-murid wanita yang masih belum memahami merasa kebingungan terlebih sebelumnya mengalami trauma hendak diperkosa. Akhirnya Shu dan mitra-kawannya memiliki gagasan bunuh diri selaku bentuk mempertahankan harga diri. Tiba-tiba Yu Mo dan pelacur yang lain bersedia berkorban menggantikan mereka. Sehingga Shu dan kawan-mitra batal bunuh diri. Namun jumlah mereka hanya 12 orang dan masih kurang 1 orang. George pun yang pria menghunus tangannya bersedia berkorban untuk didandani selaku wanita.
Akhirnya 13 orang tersebut dengan linangan air mata dimuat kedalam truk oleh prajurit Jepang. Sedangkan John dengan murid-murid perempuan memakai truk yang telah diperbaiki sebelumnya, pergi menuju luar kota. Tidak dijelaskan bagaimana nasib para pelacur tersebut dan para murid perempuan setelahnya.
Para pemain dapat memainkan kiprahnya dengan baik terutama Christian Bale. Ekspresi parasnya dan gerak tubuhnya memang mendukung sekali huruf yang dimainkannya. Pada saat duka, takut dan bangga bisa ditampilkan dengan baik.

Pos terkait