The Disappearance Of Alice Creed , Sindiran Inggris Untuk Hollywood

Posted on
The Disappearance of Alice Creed menghidangkan adegan pembuka yang rapi dan menceritakan hampir seluruhnya perihal film ini. Dengan efisien, 2 pria mempersiapkan suatu penculikan. Mereka menaruh ganjal tidur di sebuah van. Memasang lapisan karet di dinding kamar. Membaut pintu dan kawasan tidur. Lalu, mereka berpakaian seperti polisi dan menggotong seorang wanita ke dalam van tadi. Mereka membawanya ke dalam kamar. Mengikatnya ke kawasan tidur. Melolosi bajunya. Memotretnya dalam keadaan telanjang, memakaikan bajunya lagi, lalu menyelipkan bantal di bawah kepala si perempuan. Kemudian, 2 laki-laki ini pergi.
Film ini yakni sebuah drama Inggris yang cuma dimainkan oleh 3 orang dan berbudget rendah tetapi memiliki kualitas sebaik film mahal yang melibatkan ratusan orang di dalamnya. Seperti yang tampakdi adegan pembuka, film ini amat lincah dan amat irit.

Tiga abjad dalam film ini yakni Vic (Eddie Marsan), Danny (Martin Compston), dan Alice Creed (Gemma Arterton). Alice yaitu anak orang kaya yang diculik demi duit tebusan.

Kita tidak akan menemui keluarga korban yang cemas, atau serombongan polisi yang berusaha keras memecahkan perkara karena plot film ini memang bukanlah tentang kedua hal itu. Film ini murni bercerita wacana 2 penculik jahat dan seorang korbannya yang amat tangguh. Interaksi mereka yaitu suguhan utamanya dan disuguhkan secara “devilish”.

J. Blakeson melakukan debut penyutradaraan yang amat baik dalam film yang skenarionya beliau tulis sendiri ini. Dia menjatuhkan “bom kejutan” di banyak kawasan yang amat tidak disangka penonton. 3 orang pemain melakukan pekerjaan sangat bagus dalam memainkan abjad-karakter mereka dan perkembangannya sepanjang film: Alice yang keras kepala, Vic yang sangat intens, dan Danny si penggugup. Cerita pun berkembang menjadi balas dendam.

Layaknya sebuah konser musik, Blakeson memberi 3 pemain film ini potensi untuk melaksanakan solo dengan instrumen masing-masing. Hasilnya, kita seolah diingatkan bahwa skenario yang ketat, filmmaker yang cerdas, dan 3 aktor brilian telah cukup untuk membuat film yang memukau. Rasanya, The Disappearance of Alice Creed yakni suatu sindiran Inggris kepada Hollywood yang gemar menciptakan film “megah” meskipun tidak semuanya anggun.

Sutradara : J Blakeson
Skenario : J Blakeson
Pemain : Gemma Arterton, Eddie Marsan, Martin Compston

sumber:http://www.sfgate.com/cgi-bin/article.cgi?f=/c/a/2010/08/06/MVDM1EOASI.DTL

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *