Teknik Menulis Artikel
Unsplash/AbsolutVision

Teknik Menulis Artikel ala Tjahjono Widarmanto

Diposting pada

Teknik menulis artikel pada dasarnya sama dengan menulis berita, yaitu mengandung konsep 5W+1H.

Tetapi karena artikel bersifat pandang (views), unsur-unsur yang terkandung pun merupakan pandangan dari penulisnya itu sendiri.

Berikut ini tentang teknik menulis artikel :

1. Teknik Membuat Judul

Seperti yang telah disinggung di atas, judul artikel ibarat kepala. Dapat kita bayangkan bagaimana jika orang tanpa kepala, begitu juga halnya dengan artikel, tanpa kepala sulit teridentifikasi.

Teknik membuat judul untuk artikel, pada dasarnya sama dengan membuat judul untuk berita.

Judul yang baik harus menggambarkan isi, singkat, padat, mclenarik, serta menggunakan kalimat aktif.

Secara teknis, judul artikel untuk media massa pada umumnya berkisar antara 3 (tiga) hingga 7 (tujuh) kata.

Sedangkan judul untuk artikel kolom biasanya lebih pendek lagi yaitu antara 1 (satu) hingga 4 (empat) kata saja sudah cukup.

Jika isinya baik tetapi judulnya kurang berhasil, biasanya judul, bisa diubah oleh redaktur pelaksana media massa yang bcrsangkutan. Pengubahan ini terjadi dengan pertimbangan-pertimbangan antara lain:

BACA JUGA :   Bahasa Melayu Bahasa Indonesia, Begini Sejarahnya

penyesuaian dengan gaya (style) media massa yang memuatnya, penyesuaian dengan ruang yang tersedia.

Serta mengikuti aktualitas tema yang disorot. Judul artikel yang menarik yaitu : provokatif, singkat, padat, relevan, fungsional, representatif.

2. Teknik Menulis Intro

Intro merupakan paragraf pertama dalam menulis artikel. Dalam menulis intro yang terpenting adalah ditulis dengan kalimat semenarik mungkin, sehingga dapat membangkitkan minat baca pcmbaca.

Paragraf pertama merupakan pintu gerbang bagi pembaca untuk memasuki kalimat-kalimat berikutnya hingga kalimat terakhir selesai.

Dengan adanya intro yang menarik maka mulai dari alinea pertama, pembaca sudah digiring untuk mcngetahui isi artikel yang kita tulis.

Intro harus singkat dan biasanya tidak lebih dari tiga paragraf. Dalam menulis artikel kedudukan intro sangat strategis.

a. Intro yang baik

BACA JUGA :   Definisi Uang Menurut Ahli Serta Pembahasannya

Intro yang baik adalah intro yang memiliki karakteristis: atraktif, introduktif, korelatif dan kredibilitas.

Atraktif, artinya bahwa intro yang ditulis dapat membangkitkan perhatian dan minat khalayak.

Dengan intro yang atraktif, khalayak pembaca yang sedang mengantuk sekalipun diharapkan dapat terjaga.

Dan membuka mata lebar-lebar karena tidak ingin kehilangan kesempatan untuk memperoleh informasi atau temuan terbaru dari artikel yang dibacanya.

b. Cara membuat intro

Dalam teori komunikasi, menulis intro atau pembuka pada artikel, sama halnya dengan membuat pembukaan pada naskah pidato.

Pada tahap ini tidak sedikit penulis pemula yang mengalami kesulitan dalam membuka suatu tulisan.

Cara yang paling mudah biasanya dengan menuliskan kata pembuka, sebagaimana halnya ketika membuka pembicaraan langsung.

Jadi pada saat mengalami kesulitan membuat intro lakukanlah dengan mengungkapkan kata-kata sebagaimana halnya pada saat membuka percakapan langsung.

Langkah paling mudah menemukan kata-katanya adalah dengan mengenali topik, tujuan, situasi, khalayak dan hubungan kita sebagai pembicara atau penyampai pesan.

BACA JUGA :   Pengertian Fonologi Hingga Fonem Bahasa Indonesia

3. Teknik Menulis Isi

Sccara teknis penulisan artikel pada umumnya ditulis antara 5-8 halaman kuarto berspasi ganda.

Sedangkan artikel untuk jurnal ilmiah biasanya lebih panjang, yaitu antara 10-20 halaman kuarto berspasi ganda.

Dari segi pembahasannya artikel ditulis lebih komprehensif dan mendalam daripada berita yang biasanya ditulis lempang.

Secara umum ada 3 (tiga) prinsip dasar atas komposisi yang perlu kita perhatikan dalam menulis artikel, yaitu:

A. Kesatuan (unity).

Prinsip (unity) kesatuan mencakup tiga unsur yaitu: sifat, isi, dan tujuan.

B. Pertautan (coherence)

C. Titik berat (emphasis)

Referensi : Pengantar Jurnalis Panduan Awal Penulis dan Jurnalis
Penulis : Tjahjono Widarmanto