spot_imgspot_img

Top 5 This Week

spot_img

Related Posts

Tabel Perbandingan Gerak Translasi Dan Gerak Rotasi

Kesetimbangan benda tegar secara lazim dibagi menjadi dua bab yakni kesetimbangan translasi dan keseimbangan rotasi. Jika dibilang setimbang translasi , maka resultan gaya yang dialami benda baik pada sumbu x dan sumbu y akan sama dengan nol. Dengan kata lain berlaku aturan Newton yang pertama (∑F = 0). Begitupula pada gerak rotasi. Benda akan dibilang setimbang rotasi kalau resultan momen gaya yang dialaminya sama dengan nol (∑τ = 0). Untuk menyeleksi resultan gaya yang melakukan pekerjaan pada benda maka kita gunakan aturan vektor. Sedangkan untuk menyeleksi resultan momen gaya kita gunakan prinsip vektor menurut arah putaran jarum jam.

Dinamika Rotasi

Menurut Hukum kedua Newton , dikala benda bermassa m melakukan gerak translasi akhir dikenai gaya sebesar F , maka resultan gayanya akan seimbang dengan hasil kali massa dengan percepatan linear yang dialami benda.

Demikian juga untuk benda dengan momen inersia I yang melakukan gerak rotasi akhir dikenai momen gaya sebesar τ , resultan momen gaya atau torsinya akan seimbang dengan hasil kali momen inersia dengan percepatan sudutnya. Secara matematis kedua persamaan tersebut sanggup ditulis seumpama di bawah ini.

∑F = m.a
∑τ = I.α

Dengan :
∑F = resultan gaya (N)
∑τ = resultan momen gaya (Nm) m = massa benda (kg)
I = inersia benda 2 (kg m2)
a = percepatan tangensial (m/s2)
α = percepatan sudut (rad/s2)

Jika kita amati , bahu-membahu besaran-besaran dalam gerak translasi dan gerak rotasi memiliki korelasi dan kemiripan. Misalnya , pada gerak translasi terdapat massa selaku kelembaman translasi sedangkan pada gerak rotasi terdapat kelembaan rotasi yang disebut momen inersia. Berikut disuguhkan tabel perbandingan antara besaran-besaran dalam gerak translasi dan gerak rotasi.

Translasi Rotasi Hubungan
Jarak linear (s) Jarak posisi (θ) s = θ.R
Kecepatan translasi
(v = Δs/Δt)
Kecepatan sudut
(ω = Δθ/Δt)
v = ω.R
Percepatan tangensial
(a = Δv/Δt)
Percepatan sudut
(α = Δω/Δt)
a = α. R
Kelembaman translasi (m) Kelembaman rotasi (I) I = ∑m.R2
Gaya
(∑F = m.a)
Momen gaya
(∑τ = I.α)
τ = F.r
Energi Kinetik translasi
(Ek = ½ mv2)
Energi Kinetik rotasi
(Ek = ½ Iω2)
Benda menggelinding :
Ek total = Ekt + Ekr
Momentum Linear
(P = m.v)
Momentum sudut
(L = I ω)
L = ∑m.R2 ω
Daya
(P = W/t = F.v)
Daya
(P = W/t = τ.ω)
P = F.r.ω
Share ke Facebook >>Share ke Twitter >>
Cafeberita.com yakni blog ihwal materi belajar. Gunakan Kolom Search atau pencarian untuk mendapatkan materi berguru yang ingin dipelajari.

admin
adminhttps://cafeberita.com
Segera hubungi kami melalui WhatsApp untuk informasi lebih lanjut dan jadilah bagian dari komunitas eksklusif kami. Jadikan impian hunian sempurna Anda menjadi kenyataan sekarang! Pengunduh Video Online Gratis : https://r.cafe/

Popular Articles