spot_imgspot_img

Top 5 This Week

spot_img

Related Posts

Sifat-Sifat Periodik Elemen Sesuai Dengan Peningkatan Nomor Atom

Cafeberita.com – Sifat Periodik Unsur. Jika kita perhatikan tabel metode periodik unsur secara seksama , maka akan terlihat bahwa unsur-unsur di dalam metode periodik terbaru disusun menurut peningkatan nomor atom atau jumlah proton. Jika dilihat dari kiri ke kanan , maka akan ada peningkatan angka yang cukup teratur. Mengapa unsur-unsur disusun sedemikian? Apa efek susunan tersebut dalam pembelajaran unsur? Pada dasarnya susunan tersebut pasti telah melalui aneka macam pertimbangan sesuai kemajuan metode periodik. Susunan tersebut memamerkan adanya keteraturan sifat-sifat unsur dalam metode periodik. Sifat-sifat tersebut termasuk jari-jari atom , keelektronegatifan , energi ionisasi , afinitas elektron , kerekatifan , dan sifat logam.

#1 Jari-jari Atom dan Ion

Jari-jari atom merupakan jarak antara kulit atom terluar dengan inti atom yang dijumlah dari sentra inti. Sesuai dengan versi atom terbaru atau mekanika kuantum , atom digambarkan selaku suatu dimensi ruang mirip bola. Dengan demikian , jari-jari atom sekaligus menyatakan ukuran atom itu sendiri.

Jika atom kita pandang selaku suatu bola , maka pasti besar kecilnya bola tersebut bergantung pada panjang diameter bola itu. Dengan kata lain , ukuran jari-jari bola menyeleksi besar kecilnya bola. Semakin panjang jari-jarinya maka akan kian besar ukuran bolanya dan begitu sebaliknya.

Pada unsur-unsur , walaupun mereka disusun menurut peningkatan nomor atomnya , ternyata hal itu tidak memamerkan hal yang seimbang dalam hal jari-jari atom. Semakin besar nomor atom bukan memiliki arti jari-jari atomnya akan lebih besar lantaran ada kecederungan yang berbeda.

Sifat-siaft periodik unsur

Berdasarkan hasil penelitian , relasi antara jari-jari atom dengan nomor atom memamerkan kecenderungan selaku berikut :
1). Dari atas ke bawah dalam satu kelompok , jari-jari kian besar
2). Dari kiri ke kanan dalam satu periode , jari-jari kian kecil.

Kecenderungan tersebut terjadi lantaran beberapa aspek mirip jumlah kulit dan besar muatan inti. Dalam satu kelompok , kian banyak kulit atom maka kian besar jari-jarinya. Akan tapi , dalam satu periode , kian besar muatan inti , jari-jarinya justru kian kecil.

Ketika terjadi pelepasan atau absorpsi elektron , maka sanggup terbentuk ion tunggal. Ion memiliki jari-jari yang berlainan dengan jari-jari atom netralnya. Perbedaan tersebut cukup signifikan. Ion positif memiliki jari-jari lebih kecil sedangkan ion ngeatif memiliki jari-jari lebih besar.

#2 Keelektronegatifan atau Kereaktifan

Keelektronegatifan merupakan suatu besaran yang menyatakan kecenderungan suatu atom untuk menawan elektron ke pihaknya dalam suatu ikatan kimia. Nilai keelektronegatifan suatu atom bersifat relatif dan lazimnya cuma berupa harga perbandingan terhadap atom lainnya.

Kecenderungan sifat keelektronegatifan dalam metode periodik , yaitu:
1). Dari atas ke bawah dalam satu kelompok , keelektronegatifan kian berkurang
2). Dari kiri ke kanan dalam satu periode , keelektronegatifan kian bertambah.

Kecenderungan suatu atom untuk melepas atau menyerap elektron memamerkan kereaktifan suatu atom. Atom dibilang reaktif kalau condong mudah melepas atau menyerap elektron. Unsur logam yang paling rekatif merupakan kelompok logam alkali sedangkan unsur nonologam yang paling reaktif merupakan kelompok halogen.

#3 Energi Ionisasi

Energi ionisasi merupakan nilai energi minimum yang dibutuhkan oleh suatu atom netral untuk melepas suatu elektron terluar untuk membentuk ion positif. Nilai energi ionisasi dipengaruhi oleh jari-jari atom dan jumlah elektron terluar atau muatan inti.

Kecenderungan sifat energi ionisasi dalam metode peridik , yaitu:
1). Dari atas ke bawah dalam satu kelompok , energi ionisasi berkurang
2). Dari kiri ke kanan dalam satu periode , energi ionisasi bertambah.

#4 Afinitas Elektron

Afinitas elektron merupakan energi yang dibebaskan oleh suatu atom dikala mendapatkan suatu elektron. Energi tersebut lazimnya dibebaskan dalam wujud gas. Harga afinitas elektron sukar untuk diputuskan secara eksklusif dan lebih bermacam-macam sehingga susah dikaji kecenderungannya.

Kecenderungan sifat afinitas elektron dalam metode periodik , yaitu:
1). Dari atas ke bawah dalam satu kelompok , afinitas elektron condong berkurang
2). Dari kiri ke kanan dalam satu periode , afinitas elektron condong bertambah
3). Semua unsur kelompok utama memiliki afinitas elektron bertanda negatif
4). Afinitas elektron paling besar dimiliki oleh kelompok halogen.

#5 Sifat Logam dan Nonlogam

Tidak cuma memperlihatkan informasi mengenai nomor atom dan nomor massa , pada metode periodik unsur lazimnya juga dihidangkan data mengenai unsur logam dan logam. Data tersebut ditampilkan dengan cara membedakan warna antara logam dan nonlogam pada tabel.

Sifat logam berhubungan dengan kecenderungan atom melepas elektron membentuk ion positif sedangkan sifat nonlogam berhubungan dengan kecenderungan atom dalam menawan atau menyerap elektron. Dengan kata lain , sifat logam bergantung pada nergi ionisasi.

Kecenderungan sifat logam dan nonlogam dalam metode periodik merupakan selaku berikut:
1). Dari atas ke bawah dalam satu kelompok , sifat logam bertambah
2). Dari kiri ke kanan dalam satu periode , sifat logam berkurang.

Demikianlah pembahasan singkat mengenai sifat-sifat periodik unsur. Jika postingan yang anda baca berharga , bantu kami membagikannya terhadap sobat anda lewat tombol share yang tersedia. Terimakasih.

Share ke Facebook >>Share ke Twitter >>
Cafeberita.com merupakan blog mengenai materi belajar. Gunakan Kolom Search atau pencarian untuk mendapatkan materi berguru yang ingin dipelajari.

admin
adminhttps://cafeberita.com
Segera hubungi kami melalui WhatsApp untuk informasi lebih lanjut dan jadilah bagian dari komunitas eksklusif kami. Jadikan impian hunian sempurna Anda menjadi kenyataan sekarang!

Popular Articles