Beranda Berita Sidrap Tiap Tahun Banjir, Tunggu Tumbal Dulu?

Sidrap Tiap Tahun Banjir, Tunggu Tumbal Dulu?

103
0
Sidrap Tiap Tahun Banjir
Sidrap Tiap Tahun Banjir

Sidrap tiap tahun banjir. Banyak warga selalu merasa tak tenang. Utamanya yang tinggal di Kecamatan Panca Lautang dan Tellu Limpoe.

Penyebabnya karena Danau Tempe dan Sidenreng yang melintasi dua kecamatan ini, sudah sangat dangkal. Bila terjadi hujan, danau itu tak lagi mampu menampung debit air.

Belum lagi, hutan di bagian hulu kedua danau tersebut sudah terlalu rusak. Terlebih, bila terjadi hujan maka sedimen penyebab danau dangkal akan terbawa air hujan ke dasar danau hingga menjadi dangkal.

Imbasnya dua kecamatan yang terdekat di dua danau ini selalu saja langganan banjir. Setiap tahunnya. Akibatnya, Sidrap setiap tahun banjir.

Yakni khususnya warga yang tinggal di Kelurahan Wette’e, Kecamatan Panca Lautang dan Desa Teteaji, Kecamatan Tellu Limpoe.

Parahnya, genangan banjir hingga diantaranya, ada yang setinggi satu sampai dua meter. Sejauh ini tak ada tindakan nyata untuk menanganinya.

Kepala Desa Teteaji, Andi Muh Gusli mengakui hal ini. Sidrap setiap tahun banjir di desanya ini karena Danau Tempe juga Sidenreng memang butuh kerja ekstra untuk membangunnya.

Sebelumnya Lurah Wette’e, Ridwan, yang kini tak lagi menjabat, juga risau akan hal ini. Ia pun membenarkan dangkalnya kedua danau itu.

Kami di sini sudah ada 54 rumah warga terendam. Setinggi orang dewasa. Ini hampir tiap tahun, kata Kepala Kelurahan Wette’e, Ridwan kala itu.

Camat Bantu Warga Terdampak Banjir Sidrap Tiap Tahun

Sidrap Tiap Tahun Banjir
Akibatnya, Sidrap setiap tahun banjir.

Camat Panca Lautang, Muh Basri bersama Lurah Wette’e, Hastina kembali menyerahkan bantuan sembako kepada korban banjir Wette’e, Ahad (19/7/2020).

Sambil menyerahkan bantuan, mereka megimbau agar warga selalu hati-hati dan waspada terhadap banjir susulan karena curah hujan masih tinggi.

Basri juga meninjau kondisi rumah-rumah warga yang ditinggalkan penghuninya akibat banjir.

Tercatat di Kelurahan Wette’e sebanyak 260 rumah terendam banjir. Akibat banjir yang semakin meluas itu, tak sedikit warga yang memilih mengungsih.

Muhammad Basri mengaku prihatin melihat kondisi banjir saat ini di Wette’e yang terus naik. Daerah ini memang tiap tahun masuk daerah Sidrap yang terdampak banjir.

Untuk kebutuhan korban, kata Basri menyebutkan bahwa pemerintah sudah menyalurkan bantuan baik sembako, air bersih.

Termasuk bambu untuk menahan eceng gondok yang sewaktu-waktu bisa masuk dan merusak rumah warga, tandasnya. (*/abu)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here