Rangkuman Bahan Fisika Kelas X Sma Semester Genap

Cafeberita.com — Ringkasan teori dan desain fisi­ka untuk kelas sepu­luh semes­ter genap. Di semes­ter genap kelas sepu­luh akan dipela­jari beber­a­pa materi yang secara biasa dasar-dasarnya sudah dia­jarkan di tingkat menen­gah per­ta­ma. Pada rangku­man ini , materi akan diba­gi men­ja­di empat kepin­gan , yakni opti­ka geom­teris , suhu dan kalor , listrik dinamis , dan gelom­bang elek­tro­mag­netik. Pem­ba­hasan materi pada rangku­man ini hanyalah pem­ba­hasan secara garis besar ter­ma­suk beber­a­pa subtopik yang pal­ing ker­ap diba­has atau meru­pakan materi pil­i­han. Untuk mem­pela­jarinya lebih lan­jut , anda sang­gup mene­gaskan top­ik yang ingin dipela­jari pada Kolom Search top­ik yang terse­dia.

Bab 5 Optika Geometris

Pada kepin­gan ini , materi diba­gi men­ja­di beber­a­pa subtopik , yakni peman­tu­lan cahaya , cer­min lengkung , pem­bi­asan cahaya , lensa , dan per­lengka­pan optik. Pada peman­tu­lan cahaya akan diba­has beber­a­pa materi ter­ma­suk atu­ran peman­tu­lan , peman­tu­lan cahaya pada cer­min datar dan cer­min lengkung. Pem­bi­asan cahaya ter­ma­suk atu­ran pem­bi­asan Snel­lius , pem­bi­asan cahaya pada lensa cem­bung dan lensa cekung. Sedan­gkan materi per­la­tan optik ter­ma­suk beber­a­pa alat optik yang digu­nakan sehari-hari menyeru­pai lup , mikroskop , dan tero­pong.

Bacaan Lain­nya

Melalui pem­be­la­jaran opti­ka geometris , murid diper­lukan sang­gup meraih beber­a­pa per­syaratan kom­pe­ten­si menyeru­pai men­ganal­i­sis insi­d­en peman­tu­lan dan pem­bi­asan cahaya , mengi­den­ti­fikasi jenis- peman­tu­lan , menge­tahui atu­ran peman­tu­lan dan pem­bi­asan cahaya , menge­tahui pem­ben­tukan bayan­gan pada cer­min dan lensa , dan men­ganal­i­sis alat optik secara kual­i­tatif dan kuan­ti­tatif beser­ta aplikasinya dalam kehidu­pan sehari-hari.

Opti­ka geometris meru­pakan ilmu fisi­ka yang khusus mem­pela­jari wacana peman­tu­lan dan pem­bi­asan cahaya. Peri­s­ti­wa peman­tu­lan dan pem­bi­asan cahaya sang­gup dit­erangkan lewat atu­ran Snel­lius wacana peman­tu­lan dan pem­bi­asan. Ked­u­anya memamerkan bagaimana hubun­gan antara sinar tiba den­gan sinar pan­tul atau sinar bias dikala sebuah berkas cahaya per­i­hal bidang ter­ten­tu.

Peman­tu­lan cahaya ter­ja­di dikala berkas cahaya per­i­hal sebuah bidang pan­tul. Secara garis besar , peman­tu­lan cahaya dibedakan men­ja­di dua jenis , yakni peman­tu­lan teror­gan­isir dan peman­tu­lan baur. Untuk kajian berikut­nya , difokuskan pada peman­tu­lan ter­atur. Menu­rut Hukum Snel­lius , besar sudut tiba sama den­gan besar sudut pan­tul. Beber­a­pa ben­da yang meman­tulkan cahaya antaralain cer­min datar , cer­min cekung , dan cer­min cem­bung.

Pem­bi­asan cahaya meru­pakan fenom­e­na dibelokkan­nya arah ram­bat cahaya dikala berg­er­ak dari sebuah medi­um ke medi­um lain yang berlainan ker­a­p­atan optiknya. Menu­rut atu­ran Snel­lius , sinar tiba dari medi­um kurang rap­at menu­ju medi­um lebih rap­at akan dib­i­askan mendekati garis wajar sedan­gkan sinar tiba dari medi­um rap­at menu­ju medi­um kurang rap­at dib­i­askan men­jauhi garis nor­mal. Peri­s­ti­wa pem­bi­asan akan diba­has pada lensa cem­bung dan lensa cekung.

Bab 6 Suhu dan Kalor

Pada kepin­gan ini akan dipela­jari beber­a­pa subtopik uta­ma , yakni pen­guku­ran suhu dan ter­mome­ter , pemua­ian zat , kalor , peruba­ha wujud zat , dan per­pin­da­han kalor. Untuk materi ini , murid diper­lukan sang­gup men­erangkan defin­isi dari suhu dan alat ukur yang digu­nakan , mengkon­ver­si skala suhu , men­ganal­i­sis ben­tuk dan rumus pemua­ian zat , mem­be­dakan kalor dan kalor jenis sebuah zat , men­ganal­i­sis perge­ser­an wujud zat dan men­je­lasan fenom­e­na per­pin­da­han kalor.

Suhu meru­pakan besaran pokok yang meny­atakan uku­ran der­a­jat panas atau cuek sebuah ben­da. Besar suhu sebuah ben­da sang­gup diukur memakai alat yang dise­but ter­mome­ter. Ter­da­p­at berba­gai jenis ter­mome­ter yang biasa digu­nakan sesuai keper­lu­an , yakni ter­mome­ter cairan , ter­mome­ter rak­sa dan alko­hol , ter­mome­ter kli­n­is , ter­mome­ter dind­ing , ter­mome­ter mak­si­mum-min­i­mum , ter­mome­ter gas , termokopel , dan pirom­e­ter.

Pemua­ian meru­pakan insi­d­en memuainya sebuah zat jawa­ban dipanaskan. Keti­ka sebuah zat dipanaskan , maka par­tikel-par­tikel zat berge­tar lebih singkat sehing­ga sal­ing men­jauh dan menye­babkan ben­da terse­but memuai. Secara garis besar , pemua­ian sang­gup dibedakan men­ja­di pemua­ian pan­jang , pemua­ian luas , dan pemua­ian vol­ume. Peri­s­ti­wa balikan dari pemua­ian meru­pakan penyusu­tan. Penyusu­tan biasanya ter­ja­di dikala sebuah zat didinginkan dan menye­babkan par­tikel zat berge­tar lebih lemah dan sal­ing mendekat sam­pai zat menyusut.

Kalor meru­pakan ener­gi yang berpin­dah. Kalor meru­pakan ben­tuk ener­gi yang secara ala­mi berpin­dah dari ben­da yang suhun­ya ting­gi ke ben­da yang suhun­ya lebih ren­dah dikala dua ben­da bersen­tuhan. Kalor jenis meru­pakan sifat khas sebuah zat yang memamerkan kemam­puan­nya untuk mey­er­ap kalor. Per­pin­da­han kalor dari sebuah zat ke zat lain sang­gup ter­ja­di lewat beber­a­pa cara , yakni kon­duk­si , kon­vek­si , dan radi­asi.

Bab 7 Listrik Dinamis

Pada kepin­gan ini akan dipela­jari beber­a­pa subtopik , yakni alat ukur listrik , atu­ran Ohm dan per­soalan , rangka­ian listrik , ener­gi dan daya listrik , dan atu­ran Kir­choff. Pada pem­ba­hasan ini murid dihara­pakan sang­gup mengi­den­ti­fikasi beber­a­pa alat ukur listrik dan bisa meng­gu­nakan­nya , memha­mi desain dasar arus listrik , menge­tahui atu­ran Ohm wacana per­soalan listrik , pen­er­a­pan atu­ran Ohm dan atu­ran Kri­choff dalam rangka­ian listrik.

Listrik dinamis meru­pakan bidang kajian yang khusus mem­pela­jari wacana muatan listrik berg­er­ak yang menye­babkan hadirnya arus listrik. Arus listrik meru­pakan ali­ran muatan listrik dan biasanya didefin­isikan selaku ali­ran par­tikel-par­tikel bermu­atan posi­tif lewat sebuah peng­han­tar (namun bek­er­jsama yang men­galir lewat kon­duk­tor meru­pakan elek­tron bermu­atan negatif).

Ter­da­p­at beber­a­pa alat ukur yang biasa digu­nakan untuk men­gukur besaran-besaran dalam listrik dinamis , antaralain ampereme­ter untuk men­gukur arus listrik , volt­meter untuk men­gukur tegan­gan listrik , ohm­me­ter untuk men­gukur per­soalan listrik , dan alat mul­ti­fungsi yang sang­gup digu­nakan untuk men­gukur mem­pun­yai pen­garuh arus , tegan­gan , dan per­soalan yang dise­but mul­ti­me­ter.

Dalam pem­ba­hasan rangka­ian listrik , ter­da­p­at dua atu­ran yang pent­ing untuk dimenger­ti , yakni atu­ran Ohm dan atu­ran Kir­choff. Hukum Ohm meny­atakan besar per­soalan dalam sebuah peng­han­tar dan hubun­gan antara per­soalan den­gan tegan­gan dan mem­pun­yai pen­garuh arus. Sedan­gkan atu­ran Kir­choff (men­je­laskan hubun­gan arus masuk dan arus kelu­aran) biasanya digu­nakan untuk menye­le­saikan soal rangka­ian listrik berca­bang.

Pilih Topik Pelajaran

Pemantulan dan Pembiasan
OPTIKA GEOMETRIS
  • A. Peman­tu­lan Cahaya
    B. Cer­min Cekung dan Cem­bung
    C. Pem­bi­asan Cahaya
    D. Lensa Cekung dan Cem­bung
    E. Per­ala­tan Optik
  • Pela­jari »
Suhu dan Kalor
SUHU DAN KALOR
  • A. Suhu dan Ter­mome­ter
    B. Pemua­ian zat
    C. Kalor dan Kalor Jenis
    D. Peruba­han Wujud Zat
    E. Per­pin­da­han Kalor
  • Pela­jari »
Rangkaian listrik
LISTRIK DINAMIS
  • A. Alat Ukur Listrik
    B. Hukum Ohm dan Ham­bat­an
    C. Rangka­ian Listrik
    D. Ener­gi dan Daya Listrik
    E. Hukum Kir­choff
  • Pela­jari »
Gelombang elektromagnetik
GELOMBANG ELEKTROMAGNETIK
  • A. Gelom­bang Elek­tro­mag­netik (GEM)
    B. Sifat-sifat GEM
    C. Spek­trum GEM
    D. Karak­ter­is­tik GEM
    E. Aplikasi GEM
  • Pela­jari »

Bab 8 Gelombang Elektromagnetik

Pada kepin­gan ini akan dipela­jari beber­a­pa subtopik , yakni pema­haman dan pen­e­muan gelom­bang elek­tro­mag­netik , sifat dan karak­ter­is­tik gelom­bang elek­tro­mag­netik , spek­trum gelom­bang elek­tro­mag­netik (ben­tuk atau macam-macam gelom­bang elek­tro­mag­netik) , dan aplikasi gelom­bang elek­tro­mag­netik dalam kehidu­pan sehari-hari di banyak sekali bidang.

Dari kepin­gan ini diper­lukan murid sang­gup men­erangkan defin­isi dari gelom­bang elek­tro­mag­netik , mem­be­dakan gelom­bang mekanik dan gelom­bang elek­tro­mag­netik , men­erangkan sifat dan karak­ter­is­tik gelom­bang elek­tro­mag­netik , meng­go­longkan banyak sekali gelom­bang elek­tro­mag­netik dalam spek­trum , ser­ta men­erangkan pen­er­a­pan GEM dalam kehidu­pan sehari-hari.

Gelom­bang elek­tro­mag­netik (GEM) meru­pakan gelom­bang yang muncul jawa­ban pros­es beran­tai dari pem­ben­tukan medan dan medan mag­netik yang mer­am­bat ke segala arah. Medan mag­net dan medan listrik sal­ing tegak lurus dan ked­u­anya tegak lurus ter­hadap arah ram­bat­an sehing­ga gelom­bang elek­tro­mag­netik ter­go­long gelom­bang trans­ver­sal.

Berdasarkan tingkat ener­gi dari pal­ing ting­gi ke tingkat ener­gi teren­dah , gelom­bang elek­tro­mag­netik mem­pun­yai uru­tan selaku berikut : sinar Gam­ma , sinar‑X , ultra­vi­o­let , cahaya ter­li­hat , infram­er­ah , radar mirko , TV , dan radio. GEM diprak­tekkan dalam banyak sekali bidang kehidu­pan menyeru­pai medis , peman­car , indus­tri , dan seba­gainya.

Demikian­lah rangku­man teori fisi­ka kelas sepu­luh semes­ter genap yang sang­gup edutafsi bagikan. Semoga sang­gup digu­nakan selaku alat penun­jang pem­be­la­jaran. Jika rangku­man ini berhar­ga , ban­tu kami mem­bagikan­nya ter­hadap teman-teman anda lewat tombol share yang terse­dia. Ter­i­makasih.

Share ke Face­book »Share ke Twit­ter »
Cafeberita.com meru­pakan blog wacana materi bela­jar. Gunakan Kolom Search atau pen­car­i­an untuk men­da­p­atkan materi bergu­ru yang ingin dipela­jari.

Pos terkait