Proses Pembentukan Tulang Osifikasi Pada Manusia

Gambar Gravatar
proses pembentukan tulang osifikasi.image
Cafeberita.com – Osifikasi. Rangka badan insan terbentuk pada tamat bulan kedua masa kehamilan. Selama kemajuan embrio , sebagian besar rangka badan masih dalam bentuk kartilago atau tulang rawan. Kartilago berwarna transparan dan bersifat lentur. Ketika dilhairkan , rangka atau tulang bayi juga masih elastis dan tidak sekeras tulang orang dewasa. Kondisi tulang bayi tersebut memudahkan proses persalinan. Tentu proses kelahiran akan susah dan menyakitkan jikalau tulang bayi bersifat keras layaknya tulang orang dewasa. Seiring dengan kemajuan usianya , tulang-tulang bayi akan mengalami pengerasan atau dipahami dengan perumpamaan osifikasi. Pada peluang ini , Bahan mencar ilmu sekolah akan membahas proses pembentukan tulang atau osifikasi pada manusia.

Proses Pembentukan Tulang

Rangka badan insan berisikan tulang-tulang yang berjumlah lebih kurang 206 buah tulang. Tulang-tulang tersebut terbentuk alasannya yakni eksistensi sel-sel pembentuk tulang. Sel-sel penyusun tulang yang memegang peranan penting dalam proses pembentukannya yakni osteoblas dan osteoklas. Kedua sel tersebut bertugas dalam proses pembentukan , kemajuan , pemeliharaan , perawatan , dan perbaikan tulang.

Bacaan Lainnya

Osifikasi atau pengerasan tulang yakni proses pembentukan tulang riskan menjadi tulang sejati. Proses ini bermula dengan pembentukan sel-sel pembentuk tulang (osteoblas) pada rongga yang ada di tengah kartilago. Sel-sel tulang terbentuk secara kosentris dari dalam ke luar.

Sel-sel tulang juga menempati jaringan pengikat yang ada di sekeliling rongga. Tiap sel tulang yang terbentuk melingkari pembuluh darah kapiler arteri , vena , dan serabut saraf membentuk metode Havers. Di sekeliling sel-sel tulang terbentuk senyawa protein yang mau menjadi matriks tulang.

SUBTOPIK

  • Apa yang Dimaksud dengan Rangka Aksial dan Ragka Apendikular?
  • Bagaimana Proes Pembentukan Tulang (Osifikasi) Pada Manusia?
  • Kelainan atau Penyakit yang Menyerang Sistem Gerak Manusia

Pembuluh darah yang terdapat pada metode Havers bertugas memuat zat fosfor dan kalsium menuju matriks. Kalsium dan fosfor inilah yang memegang kiprah penting dalam proses pembentukan tulang alasannya yakni kedua zat tersebut memicu matriks tulang mengalami pengerasan sehingga terjadilah proses osifikasi atau penulangan.

Bedasarkan matriksnya , jaringan tulang yang terbentuk dibedakan menjadi dua jenis , yaitu:
1. Tulag spons
2. Tulang kompak

Tulang spons yakni tulang yang memiliki rongga pada matriksnya. Tulang spons sanggup didapatkan pada tulang-tulang pipih dan tulang pendek. Sedangkan tulang yang memiliki matriks padat dan rapat disebut tulang kompak. Jenis tulang yang tergolong tulang kompak antaralain tulang pipa atau tulang panjang.

Secara garis besar , proses pembentukan tulang atau osifikasi sanggup dibedakan menjadi dua tahap atau dua proses. Proses yang pertama yakni osifikasi intramembran dan proses kedua yakni osifikasi endokondrium.

#1 Osifikasi Intramembran
Osifikasi intramembran ialah proses pergeseran membran menjadi jaringan tulang yang cuma terjadi pada tulang pipih tertentu. Pada tahap ini , membran akan digantikan oleh jaringan tulang. Proses dimulai dengan berkembangnya tulang spons di sentra osifikasi. Selanjutnya terbentuk jaringan tulang spons pada sumusm tulang merah yang disertai dengan pembentukan tulang padat di bab luarnya.

#2 Osifikasi Endokondrium
Osifikasi endokondrium yakni proses pengerasan yang membentuk tulang sejati. Pada proses ini , tulang riskan hialin akan digantikan oleh jaringan tulang keras. Osifikasi endokondrium terjadi pada sebagain besar tulang penyusun rangka tubuh.

Osifikasi Tulang Pipa

Tulang pipa atau tulang panjang yakni tulang sejati yang berupa tabung dan biasanya memiliki rongga. Tulang pipa dibagi menjadi tiga bab , yakni bab ujung (epifisis) , bab tengah (diafisis) , dan bab di antara epifisis dan diafisis yang disebut cakra epifisis.

Proses pembentukan tulang osifikasi

Gambar di atas ialah bagan sederhana proses pembentukan tulang. Secara sederhana , proses pembentukan tulang yakni selaku berikut :

Sel mesenkin → membentuk kartilago → osteoblas mengisi bab dalam kartilago → osteoblas membentuk sel tulang (osteosit) secara kosentris → terbentuk metode Havers → terbentuk protein matriks tulang → fosfor dan kalsium masuk ke dalam matriks lewat pembuluh darah metode Havers → matriks tulang mengeras.

Berdasarkan gambar dan bagan singkat di atas , maka proses pembentukan tulang pipa sanggup dijabarkan lewat beberapa tahapan dimulai dari pembentukan tulang riskan sampai pengerasan matriks pada tulang.

#1 Pembentukan Tulang Rawan
Tulang riskan atau kartilago dibikin oleh sel-sel mesenkim. Tulang ini tersusun atas sel-sel tulang riskan yang disebut kondrosit. Kondrosit dibikin oleh kondroblas. Pada sentra osifikasi primer pada versi tulang riskan , tulang riskan hialin pecah membentuk rongga. Bagian dalam kartilago terisi osteoblas.

#2 Pembentukan Sel Tulang
Osteoblas yang mengisi rongga pada kartilago lewat kuncup perisoteum mulai membentuk sel-sel tulang. Sel-sel tulang dibikin secara kosentris dari dalam ke luar. Melalui proses ini , osteoblas menciptakan jaringan tulang spons. Jaringan spons ini nanti akan berganti menjadi rongga medula.

#3 Pembentukan Sistem Havers dan Matriks Tulang
Sel-sel tulang mengelilingi sebuah pembuluh darah dan serabut saraf membentuk metode Havers. Di sekeliling sel-sel tulang terbentuk senyawa protein yang mau menjadi matriks tulang. Pembuluh darah pada metode Havers akan memuat zat fosfor dan kalsium ke dalam matriks yang memicu matriks mengeras.

#4 Pembentukan Rongga Medula
Ketika osteoklas merombak jaringan tulang spons maka terbentuk rongga medula. Rongga ini akan kian besar mengikuti penyebaran sentra osifikasi primer ke bab ujung tulang. Pada bab luar tulang , jaringan tulang riskan digantikan oleh jaringan tulang.

#5 Pembentukan Pusat Osifikasi Sekunder
Pusat osifikasi sekunder terbentuk di bagain ujung atau epifisis. Pada bab tersebut juga terbentuk periosteum yang mengandung osteoblas. Pembuluh darah pada bab sentra osifikasi primer disebut pembuluh darah epifisis. Osifikasi sekunder memicu pemanjangan tulang.

#6 Pembentukan Tulang Rawan Persendian
Tulang riskan persendian terbentuk dari tulang riskan permulaan yang tersisa di luar epifisis. Di bab epifisis akan terbentuk jaringan tulang spons dan jaringan tersebut akan meningkat atau tidak digantikan oleh rongga medula. Di antara daerah sentra osifikasi primer dan sentra osifikasi sekunder terdapat sisa tulang riskan yang kemudian dipahami selaku lempeng epifisis.

Share ke Facebook >>Share ke Twitter >>
Cafeberita.com yakni blog mengenai materi belajar. Gunakan Kolom Search atau pencarian untuk mendapatkan materi mencar ilmu yang ingin dipelajari.
Temukan Kursus Bahasa Inggris di Bekasi untuk Menguasai Bahasa Inggris dengan Cepat 1

Salah seorang pakar dan konsultan pendidikan yang kini mengabdikan hidup menjadi guru di pedalaman nun jauh di pelosok Indonesia.

Pos terkait