Beranda Berita Produk Prancis di Indonesia, Seruan Boikot Kian Gencar

Produk Prancis di Indonesia, Seruan Boikot Kian Gencar

57
0
Produk Prancis di Indonesia, Seruan Boikot Kian Gencar

PRANCIS – Produk Prancis di Indonesia diserukan agar diboikot. Hal ini imbas dari sikap Presiden, Emmanuel Macron yang membela tindakan penghinaan Nabi Muhammad SAW.

Prancis sejauh ini memang cukup dikenal sebagai negara pengekspor terbesar kedua ke negara Organisasi Kerja Sama Islam dan atas ulah presidennya ini, produk asal Prancis kini akan diboikot.

Sejumlah negara dengan penduduk mayoritas Islam termasuk Indonesia sudah menyerukan kecaman tersebut. Yakni seruan agar produk asal Prancis diboikot. Hal ini sebagai aksi protes atas negara digdaya tersebut.

Terkhusus di Indonesia, ada begitu banyak produk-produk dan juga perusahaan asal Prancis beroperasi di pasar Indonesia. Beberapa di antaranya sudah cukup dikenal oleh seluruh lapisan masyarakat.

produk ini punya jenis beragam kategori, mulai dari produk makanan dan minuman, energi, hingga ritel. Berikut daftar sejumlah perusahaan dan produk asal Prancis yang ada di Indonesia.

1. Danone

Salah satu perusahaan milik Prancis adalah Danone. Perusahaan ini merupakan salah satu produsen makanan dan minuman terbesar di dunia yang berpusat di Prancis.

Danone mengembangkan 4 kategori utama dalam bisnis. Yaitu produk susu segar (fresh dairy product), nutrisi awal kehidupan (early life nutrition), air (water), dan gizi bedis (medical nutrician).

Produk Danone yang beredar di Indonesia ini terbagi dalam beberapa kategori, seperti essential dairy and plant based products yang meliputi Actimel, Activia, Danonino, Oikos, Silk; minuman seperti Evian, Aqua, Mizone; serta specialized nutrition seperti Nutricia dan Sarihusada Generasi Mahardhika.

2. Total

Total adalah perusahaan penghasil dan penyedia energi global terpadu yang bermarkas di Paris.

Perusahaan minyak dan gas multinasional yang juga perusahaan operator tenaga matahari terbesar di dunia yang bekerja sama dengan SunPower dan Total Solar tersebut memiliki sejumlah SPBU dan juga menawarkan sejumlah produk seperti pelumas kendaraan.

3. Carrefour

Carrefour ialah sebuah kelompok supermarket internasional, berkantor pusat di Prancis.

Carrefour adalah kelompok ritel kedua terbesar setelah Wal-Mart. Gerai Carrefour pertama dibuka pada 3 Juni 1957 di Annecy di dekat sebuah persimpangan.

Kelompok ini didirikan oleh Marcel Fournier dan Louis Deforey. Di Indonesia, Carrefour menggandeng PT Trans Retail Indonesia dan memilki sejumlah industri ritel Indonesia melalui brand Carrefour, Transmart, dan Groserindo.

4. BNP Paribas

BNP Paribas merupakan sebuah bank utama di Eropa. Bank ini dibentuk melalui penggabungan Banque Nationale de Paris dan Paribas pada 2000 ini bermarkas di Boulevard des Italiens, Paris, Perancis.

Selain layanan perbankan, BNP Paribas melalui BNP Paribas Asset Management juga menawarkan sejumlah produk reksadana, seperti BNP Paribas Rupiah Plus, BNP Paribas Prima USD kelas RK1, BNP Paribas Omega, hingga BNP Paribas Spektra.

5. Ibis

Ibis merupakan merek jaringan hotel yang dimiliki oleh grup perhotelan Prancis, Accor.

Jaringan dari hotel ini paling banyak terdapat di Prancis, tapi banyak juga ditemukan tersebar di seluruh dunia.

Pangsa pasar jaringan hotel ibis adalah ditujukan bagi para pengusaha atau pebisnis, dan pada umumnya merupakan hotel yang bertaraf internasional dengan bintang dua atau tiga.

Di Indonesia terdapat 139 hotel dan 27.340 kamar jaringan hotel Ibis, seperti Raffles, Fairmont, Sofitel, Pullman, Swisssotel, Grand Mercure, dan Novotel.

6. L’Oréal Group

L’Oréal Group merupakan sebuah perusahaan asal Prancis yang bergerak di sektor barang konsumsi dan industri kosmetik dengan fokus pada industri perawatan diri.

L’Oréal Group sempat menempati peringkat ke-172 dalam daftar Global 2000, sebuah daftar perusahaan terbesar di dunia yang diperingkat oleh majalah bisnis Forbes, dengan total nilai pasar (market value) 98,7 juta dolar AS dan total aset sebesar 43,1 juta dolar AS.

Beberapa produk L’Oréal Group, seperti Garnier dan Essie.

Dilansir Republika (03/10/2020). Berdasarkan laporan State of the Global Islamic Economy, Perancis merupakan pengekspor obat-obatan terbesar kedua ke negara Organisasi Kerja Sama Islam (OKI), dengan 4,4 miliar dolar AS atau sekitar Rp 64 triliun pada 2018.

Selain itu, Prancis juga pengekspor kosmetik terbesar ke blok OKI pada 2018 dan menjual sekitar 2,6 miliar dolar AS atau sekitar Rp 37 triliun.

Prancis sendiri adalah mitra dagang terbesar kedelapan OKI. Sebagai sebuah blok, 57 negara anggota OKI membeli paling banyak dari China (2019; sekitar 319 miliar dolar AS), AS (sekitar 120 miliar dolar AS), dan India (sekitar 92 miliar dolar AS).

Itulah daftar produk Prancis yang ada di Indonesia. Sebagai bentuk protes atas sikap dari Presiden Emmanuel Macron yang membela tindakan penghinaan Nabi Muhammad SAW, maka produk ini diserukan agar diboikot. (*)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here