spot_imgspot_img

Top 5 This Week

spot_img

Related Posts

Perpaduan Dua Gerak Lurus Glb Dengan Glbb

Apa yang mau terjadi jika gerak lurus beraturan berpadu dengan gerak lurus berubah beraturan? Perpaduan antara dua jenis gerak lurus yang berlainan jenis akan menciptakan jenis gerak dengan lintasan yang berbeda. Ketika gerak lurus beraturan (GLB) berpadu dengan gerak lurus berubah beraturan (GLBB) , maka lintasan gerak akan melengkung. Karena gerak tersebut ialah perpaduan antara GLB dan GLBB , maka kita sanggup mengkajinya menurut desain GLB dan GLBB dengan sedikit pergeseran dan penerapan desain vektor.

Perpaduan gerak lurus beraturan dengan gerak lurus berubah beraturan yang paling biasa yakni gerak parabola. Sesuai dengan namanya , gerak parabola memiliki lintasan melengkung mirip parabola. Selain gerak parabola , perpaduan antara GLB dan GLBB yang juga sering keluar dalam soal yakni perpaduan antara geral lurus beraturan dengan gerak vertikal ke atas , dan perpaduan gerak lurus beraturan dengan gerak jatuh bebas.

Kumpulan Rumus Gerak Parabola

Gerak parabola ialah perpaduan antara gerak lurus beraturan dan gerak lurus berubah beraturan yang paling khas dan sering timbul dalam soal kinematikan gerak lurus. Ketika benda bergerak dengan gerak parabola , maka bahwasanya benda mengerjakan dua gerak sekaligus yakni gerak lurus beraturan pada arah horizontal (sumbu-x) dan gerak lurus berubah beraturan pada arah vertikal (sumbu-y).

Karena benda bergerak dalam dua arah , maka lintasan benda juga sanggup dikaji menurut dua arah yakni lintasan pada arah horizontal yang disebut jarak horizontal dan lintasan pada arah vertikal yang disebut ketinggian. Jarak horizontal dan ketinggian bergantung pada kecepatan permulaan dan sudut elevasi.

Karena bergerak ke arah horizontal dan vertikal , maka kita mesti menganalisis gerak parabola dalam dua arah pula. Berikut rumus dasar pada masing-masing arah :

  1. Pada sumbu-x (GLB)
    vox = vo cos θ
    vx = vox = vo cos θ
    x = vox.t = vox.t

    Dengan :
    vo = kecepatan permulaan benda (m/s)
    vox = kecepatan permulaan pada sumbu-x (m/s)
    vx = kecepatan benda di sumbu-x pada detik ke-t (m/s)
    x = posisi benda kepada sumbu-x (m)
    t = waktu tempuh (s)
    θ = sudut elevasi

  2. Pada sumbu-y (GLBB)
    voy = vo sin θ
    vy = voy − g.t
    vy2 = voy2 − 2gh
    h = voy.t − ½g.t2

    Dengan :
    vo = kecepatan permulaan benda (m/s)
    voy = kecepatan permulaan pada sumbu-y (m/s)
    vy = kecepatan benda di sumbu-y pada detik ke-t (m/s)
    h = posisi benda kepada sumbu-y atau ketinggian (m)
    t = waktu tempuh (s)
    θ = sudut elevasi

Kecepatan benda pada titik dan waktu tertentu (vt) ialah resultan dari vektor kecepatan benda pada sumbu-x dan kecepatan benda pada sumbu-y dalam selang waktu tersebut.

vt = √vx2 + vy2

Read more : Menentukan Ketinggian dan Jarak Maksimum Gerak Parabola.

Rumus Perpaduan GLB dan Gerak Vertikal ke Atas

Perpaduan gerak lurus beraturan dengan gerak vertikal ke atas lazimnya terjadi ketika sebuah benda dilempar dari ketinggian tertentu (h) dan dengan sudut elevasi tertentu sehingga benda bergerak ke atas mirip gerak parabola lalu jatuh ke tanah sehabis meraih ketinggian maksimum.

  1. Pada sumbu-x (GLB)
    vox = vo cos θ
    vx = vox = vo cos θ
    x = vox.t = vox.t

    Dengan :
    vo = kecepatan permulaan benda (m/s)
    vox = kecepatan permulaan pada sumbu-x (m/s)
    vx = kecepatan benda di sumbu-x pada detik ke-t (m/s)
    x = posisi benda kepada sumbu-x (m)
    t = waktu tempuh (s)
    θ = sudut elevasi

  2. Pada sumbu-y (GLBB)
    voy = vo sin θ
    vy = voy − g.t
    vy2 = voy2 − 2gy
    y = voy.t − ½g.t2

    Dengan :
    vo = kecepatan permulaan benda (m/s)
    voy = kecepatan permulaan pada sumbu-y (m/s)
    vy = kecepatan benda di sumbu-y pada detik ke-t (m/s)
    y = posisi benda kepada sumbu-y (m)
    t = waktu tempuh (s)
    θ = sudut elevasi

Ketinggian maksimum yang diraih benda ketika bergerak yakni y-maks sedangkan ketinggian total jika dijumlah dari permukaan tanah yakni jumlah dari ketinggian maksimum yang sanggup diraih benda ditambah ketinggian kawasan dimana benda dilempar (h total = y-maks + h).

Read more : Analisis Perpaduan GLB dan Gerak Vertikal ke Atas.

Rumus Perpaduan GLB dan Gerak Jatuh Bebas

Ketika benda dilempar dari ketinggian tertentu (h) di atas permukaan tanah dengan kecepatan permulaan (vo) yang searah dengan sumbu datar , maka benda mengerjakan gerak lurus beraturan dan gerak jatuh bebas sekaligus. Karena ketinggian dan kecepatan permulaan lazimnya dipahami , maka yang ditanya dalam soal lazimnya yakni jarak mendatar maksimum yang sanggup diraih benda.

xm = vo 2h
g

Dengan :
xm = jarak mendatar maksimum yang sanggup diraih benda (m)
vo = kecepatan permulaan benda (m/s)
h = ketinggian kawasan benda (m)
g = percepatan gravitasi (m/s2)

Read more : Analisis Perpaduan GLB dan Gerak Vertikal ke Atas.

Share ke Facebook >>Share ke Twitter >>
Cafeberita.com yakni blog wacana materi belajar. Gunakan Kolom Search atau pencarian untuk mendapatkan materi berguru yang ingin dipelajari.

admin
adminhttps://cafeberita.com
Segera hubungi kami melalui WhatsApp untuk informasi lebih lanjut dan jadilah bagian dari komunitas eksklusif kami. Jadikan impian hunian sempurna Anda menjadi kenyataan sekarang!

Popular Articles