spot_imgspot_img

Top 5 This Week

spot_img

Related Posts

Perkembangan Teori Versi Atom Dan Penemuan Partikel Penyusun Atom

Cafeberita.com – Teori dan Model Atom. Ketika perumpamaan atom pertama kali dikenalkan pada dunia di permulaan kala ke-19 , para ilmuwan masih terus berupaya menerima rancangan yang paling cocok perihal atom. Konsep tersebut terus bertambah seiring ditemukannya fakta bahwa atom merupakan unit yang masih berisikan partikel-partikel penyusunnya. Sampai balasannya didapatkan elektron , inti atom , dan orbit elektron , setidaknya ada empat teori dan versi atom yang sempat dianggap benar pada massanya. Keempat teori tersebut balasannya gugur sehabis didapatkan rancangan gres yang dipakai sampai dikala ini.

#1 Model Atom Dalton

Dari sekian banya versi atom yang pernah dikemukakan pada masa itu , teori dan versi atom Dalton merupakan versi atom pertama yang cukup ilmiah dan sanggup diterima. Teori Dalton sesungguhnya merupakan penyermpurnaa dari teori sebelumnya yang pernah dikemukakan oleh Leucippos dan Democritus.

Model atom Dalton dipahami juga dengan versi bola pejal Dalton. Menurut Dalton , atom merupakan partikel terkecil suatu materi yang berupa bola dan masing-masing elemen memiliki bola atom yang khas. Teori ini sanggup menerangkan dengan baik rancangan aturan kekekalam massa dan aturan perbandingan tetap.

Meski demikian , teori ini memiliki beberapa kehabisan yang menyebabkan ilmuwan lain untuk terus menggali dan menerima rancangan yang paling sesuai. Salah satu kehabisan versi atom Dalton merupakan tidak sanggup menerangkan dengan rinci perbedaan antara atom elemen yang satu dengan atom elemen lainnya.

#2 Model Atom Thomson

Model atom Thomson dimulai dengan penemuan partikel bermuatan negatif (elektron) pada tahun 1900. Penemuan Thomson tersebut sekaligus menggugurkan dan versi atom Dalton yang sebelumnya sempat dianggap benar. Ditemukannya elektron menandakan bahwa di dalam atom masih ada partikel lain yang lebih kecil. Itu artinya , atom bukanlah partikel terkecil.

Model atom Thomson dipahami dengan perumpamaan versi “Roti Kismis”. Thomson menggambarkan atom seumpama halnya suatu roti kismis , dimana atom merupakan bola yang bermuatan positif dengan elektron menyebar di seluruh bab atom seumpama kismis pada roti.

Jadi , dalam hal ini Thomson menganalogikan atom selaku roti dan elektron selaku kismis. Meski versi atom Thomson terlihat meyakinkan , tetapi teori ini juga memiliki kehabisan yang menghasilkan versi atom ini diragukan. Salah satu kelemahannya merupakan tidak sanggup menerangkan efekh penghamburan cahaya pada lempeng tipis emas.

#3 Model Atom Rutherford

Berangkat dari kehabisan teori atom Thomson , salah seorang murid Thomson yang berjulukan Rutherford , lewat beberapa percobaannya sukses menerima inti atom. Pada tahun 1910 , Ernest Rutherford melaukan serangkaian percobaan untuk mengenali susunan atom dan menerima bahwa atom memilik suatu inti atom.

Dari percobaan tersebut , Rutherford menerima inti atom yang memiliki jari-jari jauh lebih kecil dibanding jari-jari atomnya. Penemuan ini pasti menggugurkan versi atom yang pernah diajukan oleh sang guru , Thomson. Menurut versi ini , inti atom bermuatan positif berada jauh di dalam atom dan elektron berputar mengelilinginya.

Meski telah menerima titik terang perihal susuanan atom , tetapi teori ini masih memiliki kelemahan. Model atom Rutherford tidak sanggup menerangkan bagaimana pengaruh gaya tarik elektrostatik elektron yang bermuatan negatif dan inti atom yang bermuatan positif.

#4 Model Atom Bohr

Kelemahan versi atom Rutherford yang terletak pada lintasan elektron disempurnakan oleh murid Rutherford yang berjulukan Niels Bohr. Niels Bohr sukses menerangkan mengapa elektron tidak tersedot dan jatuh ke inti atom.

Berdasarkan penelitian dan analisis spektrum atom yang dijalankan , pada tahun 1913 , Niels Bohr mengajukan versi atom yang kemudian dipahami selaku versi atom Bohr. Menurtu Bohr , elektron mengitari inti atom dengan tingkat-tingkat energi tertentu. Semakin akrab dengan inti kian rendah tingkat energinya.

Bohr juga menerangkan bahwa perpindahan elektron sanggup terjadi dengan cara menyerap energi atau membebaskan energi. Jika berpindah ke tingkat energi yang lebih tinggi , maka elektron akan menyerap energi. Sebaliknya , jikalau berpindah ke tingat yang lebih rendah , elektron akan melepas energi.

#5 Model Atom Mekanika Kuantum

Teori dan versi atom Bohr yang mengesankan diperkuat dengan spektrum cahaya atau gelombang elektromagnetik pada atom hidrogen. Akan tetapi , versi ini ternyata tidak sanggup menerangkan atom berlektron banyak dan tidak sanggup menerangkan imbas Zeeman.

Pada tahun 1927 , Erwin Schrodinger megemukakan teori teori atom yang kemudian dipahami dengan versi atom mekanika kuantum atau mekanika gelombang. Model atom mekanika kuantum memiliki kesamaan dengan versi atom Bohr dalam hal tingkat energi kulit atom.

Perkembangan teori dan versi atom

Hanya saja , versi atom mekanka kuantum menggambarkan sifat pergerakan elektron dan keduduka elektron secara lebih baik. Menurut versi ini , posisi elektron tidaklah niscaya sehingga yang sanggup ditentuakn hanyalah kebolehjadian saja. Elektron sanggup dipandang selaku partikel dan gelombang. Lintasan elektron bukan berupa garis niscaya , melainkan suatu ruang.

Share ke Facebook >>Share ke Twitter >>
Cafeberita.com merupakan blog wacana materi belajar. Gunakan Kolom Search atau pencarian untuk menerima materi berguru yang ingin dipelajari.

admin
adminhttps://cafeberita.com
Segera hubungi kami melalui WhatsApp untuk informasi lebih lanjut dan jadilah bagian dari komunitas eksklusif kami. Jadikan impian hunian sempurna Anda menjadi kenyataan sekarang! Pengunduh Video Online Gratis : https://r.cafe/

Popular Articles