Peringkat Daya Saing Indonesia Kembali Turun

Peringkat Daya Saing Indonesia Kembali Turun
unsplash/@campaign_creators
banner 468x60

Faktor pendidikan buat peringkat daya saing Indonesia turun dari posisi 45 menempati posisi 50 saat ini. Faktor pendidikan dinilai penyebabnya.

Kepala Pusat Kebijakan Ekonomi Makro Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan Hidayat Amir, mengatakan selain faktor pendidikan yang menjadi pemicu. Penurunan daya saing Indonesia ini juga dikarenakan adanya wabah virus corona atau Covid-19.

Bacaan Lainnya

banner 300250

“SDM Indonesia jauh tertinggal. Utamanya inovasi dan adaptasi teknologi,” ucapnya pada sebuah diskusi daring di Jakarta, Rabu (17/6/2020).

Amir mengatakan, kalau indikatornya di bidang ekonomi dan stabilitas makro ekonomi sebenarnya tidak terlalu berpengaruh. Tetapi, yang sangat berpengaruh adalah Sumber Daya Manusia (SDM) ini.

“Faktor pendidikan jadi pemicu terbesar. Inilah penyebab daya saing Indonesia ini turun peringkat,” bebernya.

Daya Saing Indonesia Turun Berdasarkan Data GCI

Apa yang dibeberkan Amir ini berdasarkan laporan Global Competitiveness Index (GCI) 2019. Dimana Indonesia berada di peringkat 50.

Mirisnya, tak hanya turun peringkat, Indonesia ternyata juga memiliki skor daya saing yang turun sebesar 0,3 poin dan harus berada di posisi 64,6.

“Ini juga karena Covid-19. Tahun depan kita harus recovery. Tak semata faktor pendidikan,” tandasnya.

Salah satu contoh daya saing Indonesia turun yakni bisa dilihat pada peran tenaga kerja di tingkat Asean. Apalagi harus dibandingkan dengan negara Malaysia, Vietnam dan Thailand sangat jauh tertinggal.

Oleh karena itu, agar semakin tak jauh tertinggal. Amir mengatakan, saat ini diperlukan suatu inovasi berupa pembangunan infrastruktur dan tentunya reformasi birokrasi dan tentunya pendidik itu sendiri.

Selain itu yang paling penting menurut Amir adalah perlu adanya regulasi serta transformasi ekonomi di kalangan dunia usaha. Ini agar Indonesia bisa bangkit lagi.

Dan bila salah satu faktor tersebut tak dilakukan, maka peringkat Indonesia di mata dunia tak akan meningkat. Terlebih pada persaingan faktor ekonomi akan semakin jauh tertinggal.

Olehnya itu, Amir berharap semua stakeholder terkait bisa meningkatkan kualitas pendidikan kita. Ini agar kedepannya Indonesia bisa memperbaiki peringkat daya saing Indonesia bisa kembali beranjak naik mengungguli negara-negara tetangga.

Tentunya yang tak bisa dilepaskan adalah faktor pendidikan. Sebab, pendidikan adalah faktor yang bisa membawa Indonesia ini berkembang pesat kedepannya. Tanpa pendidikan peluang dan harapan akan hilang begitu saja.

Tinggalkan Komentar

banner 300x250

Pos terkait

banner 468x60

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *