spot_imgspot_img

Top 5 This Week

spot_img

Related Posts

Perencanaan| Antisipasi Dan Pelaksanaan Festival Seni Rupa

Cafeberita.com – Penyelenggaraan ekspo seni rupa di sekolah ialah salah satu kegiatan kasatmata yang memiliki banyak fungsi bagi murid. Tak cuma selaku fasilitas apresiasi dan ajang prestasi , ekspo seni rupa juga mempunyai kegunaan wisata dan fungsi edukasi. Pameran seni rupa yang diadakan di sekolah dapat menjadi salah satu media bagi murid untuk memperoleh hiburan.

Selain itu , dari banyak sekali karya seni rupa yang ditampilkan , murid juga sanggup sekaligus mempelajari banyak sekali wawasan yang berafiliasi dengan seni rupa.

Melalui interaksi pribadi dengan penyelenggara atau lewat pemberitahuan yang terlampir di setiap karyanya , murid sanggup memperbesar pengetahuannya.

Pameran seni rupa selaku wadah berkreasi diperlukan bisa menghidupkan semangat para murid untuk menciptakan karya seni rupa yang bermutu dan bernilai seni tinggi.

Selain itu , ekspo seni rupa juga melatih murid-murid yang bergabung dalam kepanitiaan untuk bermitra dan bertanggung jawab selaku kesatuan organisasi.

Dalam penyelenggaraan ekspo seni rupa , ada beberapa tahapan yang mesti dilalui , yakni penyusunan rencana , pesiapan , dan pelaksanaa.

Pada peluang ini , edutafsi akan memparkan apa-apa saja yang perlu dilakukan ada masing-masing tahap tersebut untuk terselenggaranya suatu ekspo seni rupa.

#1 Perencanaan Pameran Seni Rupa

Tahap permulaan dari penyelenggaraan suatu ekspo seni rupa yakni tahap perencanaan. Pada tahap ini disusun suatu planning kegiatan ekspo secara sistematis dan logis.

Rencana kegiatan ekspo meliputi banyak sekali faktor yang perlu diamati menyerupai tujuan , tema , materi , kepanitiaan , wilayah , waktu , dan kegiatan kegiatan pameran.

1). Menentukan Tujuan Pameran
Meski dilakukan dalam skala sekolah yang lebih konsentrasi pada kegiatan edukatif , tujuan penyelenggaraan ekspo seni rupa juga perlu difikirkan secara matang.

Ini perlu dilakukan lantaran tujuan akan mempengaruhi keseluruhan konsep atau kegiatan kegiatan yang hendak diselenggarakan.

Pameran seni rupa bisa saja dilakukan dengan tujuan edukasi , sosial , kemanusiaan , kebudayaan , atau tujuan komersil dalam bentuk penggalangan dana.

2). Menentukan Tema Pameran
Setelah tujuan penyelenggaraan ekspo disepakati , maka berikutnya yakni tahap penentuan tema pameran.

Tema ekspo sanggup diubahsuaikan dengan isu-isu kebudayaan atau isu pendidikan yang sedang hangat diperbincangkan tetapi yang terperinci tema mesti memperjelas tujuan yang sudah disepakati.

3). Menentukan Materi Pameran
Materi ekspo yakni materi atau isi yang hendak diusung dalam ekspo seni rupa. Materi ekspo seni rupa pasti dalam bentuk karya-karya seni rupa.

Beberapa karya seni rupa yang sanggup dijadikan matri ekspo antaralain lukisan , patung , kerajinan tangan , dan sebagainya.

Informasi pendukung terkait karya yang hendak dipamerkan juga menjadi materi ekspo yang mesti direncanakan. Materi ekspo disusun dan dikembangkan menurut tema.

4). Menyusun Kepanitiaan
Setelah tema dan materi ekspo ditetapkan , maka berikutnya disusun kepanitiaan. Kepanitiaan ekspo lazimnya berisikan panitia inti dan seksi pendukung.

Masing-masing seksi dipimpin oleh ketua seksi dan ketua seksi bertanggung jawab terhadap ketua panitia selaku pimpinan.

Secara garis besar , kepanitiaan dibagi menjadi beberapa bab berdsarkan tugas-tugasnya. Berikut pembagian kiprah kepanitiaan dalam suatu ekspo seni rupa :
1). Ketua : bertanggung jawab terhadap kelangsungan pelaksanaan pameran.
2). Wakil ketua : menolong ketua panitia mengorganisir kegiatan seksi-seksi.
3). Sekretaris : mencatat kegiatan , surat-menyurat , dan arsip surat.
4). Bendahara : mengolah keuangan untuk kegiatan pameran.
5). Seksi kesekretariatan : menolong sekretaris dalam pengerjaan dokumen.
6.) Seksi perjuangan : memnbantu ketua mencari dana.
7.) Seksi publikasi : mengontrol publikasi dan laporan dokuemntasi.
8.) Seksi dokumentasi : mendokumentasika kegiatan pameran.
9.) Seksi hiasan : mendekorasi ruangan dan menata ruang pameran.
10). Seksi stand : mempertahankan ekspo dan memandu pengunjung.
11). Seksi pengumpulan karya : menghimpun dan memilih karya.
12). Seksi peralatan : mengorganisir peralatan untuk pameran.
13). Seksi keselamatan : mempertahankan keselamatan dan ketertiban.
14). Seksi konsumsi : menyediakan dan mengontrol konsumsi.
15). Seksi sound system : mengontrol sound system dan musik.

4). Menentukan Tempat dan Waktu Pameran
Agar ekspo seni rupa sanggup terselenggara secara efektif , maka panitia mesti mencari waktu yang paling cocok untuk menjalankan pameran.

Pameran seni rupa biasanya dilaksanakan pada di saat tidak ada kegiatan pembelajaran di kelas umpamanya pada ahad hening di selesai semester , atau pada di saat pengadaan program tahunan yang memang berkala dilakukan di sekolah.

Selain waktu , panitia juga mesti menyiapkan wilayah atau ruangan yang hendak dipakai untuk menyelenggarakan pameran.

Penentuan wilayah ekspo diubahsuaikan dengan keadaan sekolah dan ukuran , jumlah serta karakteristik karya yang hendak dipamerkan.

Pameran sanggup dilakukan di aula , gedung multi fungsi , atau mempergunakan halaman sekolah.

5). Menyusun Agenda Kegiatan Pameran
Agar waktu pelaksanaan ekspo hingga secara terperinci terhadap semua pihak yang terkait dengan penyelenggaraan ekspo tersebut , maka perlu disusun kegiatan kegiatan pameran.

Agenda kegiatan ekspo biasanya disusun dalam bentuk tabel atau diagram dengan mencantumkan komponen jenis kegiatan dan waktu secara jelas.

6). Menyusun Proposal Pameran
Proposal kegiatan yakni planning yang dituangkan dalam bentuk rancangan kerja secara sistematis sebelum menjalankan kegiatan.

Proposal meliputi banyak sekali faktor terkait kegiatan yang hendak dilaksanakan mulai dari latar belakang , tema , tujuan , susunan paniti , budget ongkos , kegiatan , dan sebagainya.

Proposal kegiatan ekspo ditujukan untuk memperoleh perizinan , bantuan , atau pemberian dana dari banyak sekali pihak atau sponsor.

#2 Persiapan Pameran Seni Rupa di Sekolah

Setelah dilakukan penyusunan rencana secara masak-masak dan tawaran kegiatan sudah memperoleh respon , maka tahap berikutnya yakni tahap persiapan.

Pada tahap ini , panitia mulai melakukan pekerjaan untuk menyiapkan banyak sekali keperluan dan peralatan yang diperlukan dalam pameran.

1). Pengumpulan dan Pemilihan Karya Seni Rupa
Seksi pengumpul dan seleksi karya bertugas untuk menghimpun banyak sekali karya seni rupa dan memilih karya-karya yang menyanggupi syarat untuk dipamerkan.

Dalam proses seleksi karya , panitia sanggup melibatkan guru kesenian untuk memutuskan beberapa karya dari sejumlah karya yang sukses terkumpul.

Beberapa bentuk karya seni rupa yang sanggup dipamerkan dalam ekspo seni rupa antaralain karya gambar atau lukisan , karya hasil gesekan atau anyaman , karya hasil pahatan dalam bentuk patung , karya kerajinan tangan berupa benda hias atau benda pakai , hasil karya jahit atau rajut , rangkaian bunga , dan sebagainya.

2). Menyiapkan Ruang Pameran
Seksi hiasan dan penataan ruang bertanggung jawab untuk menyiapkan ruang pameran. Ruang ekspo mesti didekorasi sedemikian rupa biar terlihat menawan dan diubahsuaikan dengan tema yang digunakan.

Dekorasi ditujukan biar lingkungan ekspo baik di luar maupun di dalam ruangan ekspo terlihat indah , tenteram , dan menawan sehingga hadirin merasa puas dan tidak jemu.

3). Penyesuaian Waktu Pameran
Meskipun kegiatan pelaskanaan ekspo sudah ditetapkan di dalam tawaran dan kegiatan kegiatan , akan tetapi seringkali kegiatan ekspo masih mesti diubahsuaikan kembali.

Jadwal mesti diubahsuaikan dengan suasana dan keadaan yang ada. Oleh lantaran itu , panitia mesti berkoordinasi dengan pihak terkait untuk menegaskan waktunya.

4). Menyiapkan Perlengkapan untuk Pameran
Seksi peralatan bertanggung jawab menyiapkan banyak sekali peralatan yang diperlukan untuk pameran.

Beberapa peralatan yang diperlukan untuk penyelenggaraan ekspo seni rupa antaralain meja , sketsel atau papan panel (untuk menempelkan karya lukisan atau fotografi) , pedestal (untuk kejainan tangan atau patung) , panil , katalog , buku tamu , buku kesan dan pesan , poster , selebaran , folder , bagan lokasi , isyarat arah , dan sebagainya.

5). Penempatan Karya Seni Rupa
Seksi hiasan dan penataan ruang juga bertanggung jawab untuk penempatan karya seni rupa. Ruang ekspo mesti ditata sedemikian rupa dengan pembagian tata ruang yang bagus biar kegiatan ekspo sanggup berjalan dengan baik tanpa halangan dari sisi ruangan.

Untuk karya tiga dimensi menyerupai patung atau guci , semestinya ditaruh di wilayah yang sanggup dilihat dari banyak sekali sudut sehingga hadirin sanggup menyaksikan bentuknya dari banyak sekali arah.

Selain itu , karya mesti disusun sedemikian rupa sehingga telihat komposisi yang sebanding baik dari sisi ukuran atau warna.

Untuk karya dua dimensi menyerupai lukisan , jikalau dipasang pada wilayah yang lebih tinggi dari rata-rata badan hadirin , maka mesti dibentuk cenderung ke bawah biar mudah dinikmati.

Meski begitu , akan lebih baik jikalau lukisan dipasang sejajar dengan persepsi mata.

Karya yang memiliki komposisi warna yang memiliki pengaruh semestinya tidak ditaruh di erat karya dengan komposisi warna yang lemah biar lebih seimbang.

Selain itu , jangan letakkan karya dengan komposisi warna yang kurang pada ruang yang minim cahya lantaran akan kian memperlemah warnanya.

Perencanaan , antisipasi , dan pelaksanaan ekspo seni rupa

6). Menyiapkan Tata Cahaya
Seksi peralatan juga bertugas menyiapkan peralatan untuk penerangan dan mengontrol tata cahaya untuk pameran. Lampu penerang dipasang di setiap papan pamer (panil) atau di plafon.

Pemilihan jenis lampu dan penempatannya mesti dikontrol sedemikian rupa biar tidak mengusik pandangan.

Beberapa hal yang mesti diamati dalam tata cahaya antaralain:
1). Jangan menyilaukan mata pengunjung
2). Usahakan lampu cukup terang biar karya terlihat dengan jelas
3). Sumber cahya tidak cuma dari salah satu sudut saja
4). Usahakan biar lampu tidak mempengaruhi warna karya khususnya lukisan.

7). Menyiapkan Sound System
Meski tidak menyerupai pergelaran yang identik dengan musik dan bunyi , ekspo seni rupa juga memerlukan sound system.

Sound system dipakai dalam program pembukaan dan untuk memperdengarkan musik instrumental berirama lembut selama ekspo berlangsung.

Musik berirama lembut berfungsi mendukung suasana ekspo sehingga hadirin lebih terhibur dan tidak merasa jenuh.

8). Menyiapkan Media Publikasi
Seksi publikasi bertanggung jawab menyiapkan banyak sekali media publikasi untuk pengadaan penyiaran atau permberitahuan terhadap murid-murid mengenai ekspo yang hendak dilaksanakan.

Media publikasi sanggup dalam bentuk selebaran , iklan , siaran radio , selebaran , spanduk , dan sebagainya.

Baca juga : Tata Cara Penyelenggaraan Pameran Seni.

#3 Pelaksanaan Pameran Seni Rupa di Sekolah

Setelah antisipasi untuk menyelenggarakan ekspo seni rupa selesai dilakukan , maka ekspo pun sudah siap untuk dilaksanakan.

Hari pelaksanaan ialah hari yang mendebarkan bagi panitia lantaran pada hari itulah jerih payah mereka selama antisipasi dipertaruhkan.

Keberhasilan suatu ekspo juga bergantung pada kolaborasi panitia di saat perlaksanaan berlangsung.

1). Pembukaan Pameran Seni Rupa
Pelaksanaan ekspo dimulai dengan program pembukaan yang ditandai dengan kata sambutan dari ketua panitia pelaksana , pembimbing , serta program sambutan sekaligus pembukaan ekspo oleh Kepala Sekolah atau pihak yang mewakilinya.

2). Menyambut Tamu atau pengunjung
Pada di saat pembukaan berjalan , panitia yang bertugas selaku seksi stand atau penyambut bertugas untuk menyambut hadirin yang tiba dan meminta hadirin untuk mengisi buku tamu.

Panitia kemudian membagikan katalog ekspo dan mempersilahkan hadirin untuk menikmati jamuan yang ditawarkan oleh panitia.

3). Memandu Pengunjung 
Selain menyambut hadirin yang tiba , seksi stand juga bertanggung jawab untuk memandu hadirin biar sanggup menikmati ekspo dengan nyaman.

Seksi stand mesti menyediakan instruksi dan klarifikasi terhadap hadirin terkait karya seni rupa yang dijaga atau menjawab banyak sekali pertanyaan yang tiba dari hadirin mengenai karya tersebut.

4). Mengamati Situasi dan Kondisi Pameran
Selama kegiatan berjalan , sesekali panitia atau penyelenggara mesti mengamati suasana dan keadaan ekspo untuk menegaskan bahwa kegiatan berjalan dengan baik dan untuk menyaksikan apa ada urusan tertentu terkait fasilitas dan peralatan pameran.

Panitia juga perlu mengamati keadaan pencahayaan , posisi karya seni rupa yang dipamerkan , serta keutuhan dari karya-karya tersebut.

Jika terjadi suatu urusan terkait hal itu , panitia mesti secepatnya mengambil langkah inisiatif untuk mengatasinya tanpa mesti mempengaruhi kegiatan pameran.

Dalam urusan penelitian ini , panitia yang berada di seksi keselamatan juga memegang kiprah penting dalam mempertahankan ketertiban dan keamaan.

Panitia mesti mengutamakan ketentraman dan keselamatan hadirin biar mereka merasa bahagia menghadiri ekspo tersebut.

5). Mendokumentasikan Kegiatan Pameran
Seksi dokumentasi bertugas mendokumentasikan kegiatan ekspo yang berlangsung. Panitia yang berada di seksi dokumentasi mesti memahami bagian-bagian mana saja yang perlu didokumentasikan sehingga hasil dari dokumentasi tersebut sanggup dipakai sesuai keperluan khususnya untuk menyusun laporan.

6). Menyusun Laporan Kegiatan Pameran
Selain bertugas dalam hal surat-menyurat dan publikasi kegiatan , seksi publikasi juga betugas untuk menciptakan laporan dokumentasi pameran.

Panitia yang bertugas selaku seksi publikasi memiliki tanggung jawab untuk menghimpun hasil pemotrtetan tentang kegiatan ekspo dari permulaan hingga penutupan.

Melalui data-data yang dikumpulkan tersebut , dibuatlah suatu laporan tertulis yang dibentuk oleh panitia selaku pertanggungjawaban atas pelaksanaan ekspo seni rupa.

Laporan kegiatan diserahkan terhadap kepala sekolah selaku pihak yang bertangungjawab terhadap segala kegiatan di sekolah.

Laporan kegiatan tidak cuma selaku pertanggunjawaban saja tetapi juga dipakai selaku materi penilaian untuk menyaksikan kehabisan atau kehabisan yang ada selama kegiatan berjalan sehingga sanggup diperbaiki untuk ekspo di masa yang hendak datang.

Baca juga : Apa Tujuan dan Fungsi Pameran?

Demikian pembahasan mengenai penyusunan rencana dan pelaksanaan ekspo seni rupa di sekolah yang sanggup edutafsi bagikan terhadap Sobat Tafsi.

Jika pemberitahuan ini berharga , bantu edutafsi ya membagikannya terhadap teman-teman kalian di sosial media agar keuntungannya juga mereka rasakan.

Share ke Facebook >>Share ke Twitter >>
Cafeberita.com yakni blog tentang materi belajar. Gunakan Kolom Search atau pencarian untuk mendapatkan materi berguru yang ingin dipelajari.

admin
adminhttps://cafeberita.com
Segera hubungi kami melalui WhatsApp untuk informasi lebih lanjut dan jadilah bagian dari komunitas eksklusif kami. Jadikan impian hunian sempurna Anda menjadi kenyataan sekarang!

Popular Articles