Penyakit Menular yang Umum di Lingkungan Tempat Tinggal Anda

Penyakit Menular yang Umum di Lingkungan Tempat Tinggal Anda
Penyakit Menular yang Umum di Lingkungan Tempat Tinggal Anda

Penyakit menular – Penyakit ini dapat mengintai Anda kapan saja dan di mana saja. Penularan yang sangat mudah terjadi membuat Anda harus lebih sadar akan kemungkinan infeksi. Kenali berbagai jenis penyakit menular yang umum di Indonesia bersama dengan gejala dan cara untuk mencegahnya.

Tidak seperti penyakit yang tidak penular, penyakit menular umumnya disebabkan oleh mikroorganisme, seperti virus, bakteri, parasit, atau jamur. Ada dua cara bagaimana penyakit menular dapat menyebar, yaitu dengan penularan langsung dan tidak langsung.

Baca Juga: Sayuran Penambah Darah yang Baik untuk Mengatasi Anemia

Penularan langsung terjadi melalui kontak fisik dengan penderita, misalnya melalui sentuhan atau cairan tubuh seperti urin dan darah. Sementara itu, transmisi tidak langsung dapat terjadi ketika Anda menyentuh area wajah setelah menyentuh benda -benda rentan yang terkontaminasi, seperti kenop pintu dan keran air.

Selain itu, penyakit menular juga dapat menyebar melalui gigitan hewan atau kontak fisik dengan cairan tubuh hewan dan melalui makanan dan minuman yang terkontaminasi dengan kuman yang menyebabkan penyakit.

Penyakit menular umumnya lebih berisiko menyebabkan infeksi pada orang yang memiliki daya tahan yang lemah. Penularan penyakit ini juga dapat meningkat pada waktu -waktu tertentu, misalnya di musim hujan atau banjir.

Berikut ini adalah beberapa jenis penyakit menular dan gejala serta tanda -tandanya:

1. Infeksi saluran pernapasan akut (ARI)

Infeksi saluran pernapasan dapat menyerang hidung, tenggorokan, jalan napas, dan paru -paru. Penyakit ARI biasanya ditandai oleh penampilan gejala, seperti:

  • Demam
  • Sakit tenggorokan
  • Rasa sakit saat menelan
  • Batuk kering atau dahak
  • Kedinginan
BACA JUGA :   Dokter Urologi di Bekasi

Kondisi ini tidak hanya disebabkan oleh virus, tetapi juga bakteri. ARI yang disebabkan oleh infeksi virus biasanya akan membaik dalam 3-14 hari. Jika disebabkan oleh bakteri, dokter akan memberikan obat antibitoik untuk menanganinya.

Pencegahan ARI dapat dilakukan dalam beberapa cara, seperti makan makanan bergizi yang seimbang, terbiasa untuk selalu mencuci tangan, dan melakukan vaksin influenza. Juga perhatikan etika batuk dan bersin dan menggunakan topeng sehingga virus dan bakteri tidak ditularkan ke orang lain.

2. Covid-19

Penyakit yang sangat mudah ditularkan ini disebabkan oleh virus korona. Covid-19 dapat menyebabkan gejala yang menyerupai gejala flu biasa, seperti demam, batuk kering, pilek, dan sesak napas.

Gejala -gejala ini umumnya muncul setelah 2 hari hingga 2 minggu setelah seseorang terinfeksi virus. Untuk kasus yang parah, Covid-19 bahkan dapat menyebabkan penderita gagal bernafas sampai mati.

Baca Juga: 4 Jenis Alergi Sinar Matahari

Salah satu langkah pencegahan penting adalah melakukan vaksinasi. Ada berbagai jenis vaksin Covid-19 yang beredar saat ini. Vaksin tidak hanya dapat melindungi Anda dari paparan virus korona, tetapi juga meringankan gejala yang mungkin dialami saat terinfeksi.

3. Diare

Diare ditandai dengan buang air besar lebih dari tiga kali sehari dengan tinja berbentuk cair dan disertai dengan mulas. Untuk beberapa kondisi, diare juga dapat disertai dengan darah atau lendir.

Diare sering dianggap sepele. Faktanya, penyakit ini memiliki potensi untuk menyebabkan kematian, terutama pada balita. Diare dapat ditularkan melalui air, tanah, atau makanan yang telah terkontaminasi dengan virus, bakteri, atau parasit.

Sama seperti ARI, pencegahan diare dapat dilakukan dengan mencuci tangan dengan benar, mencuci makanan sebelum diproses menjadi mekanan siap santap, dan memastikan makanan yang dikonsumsi sepenuhnya dimasak. Untuk anak -anak, penyediaan vaksin rotavirus dapat dilakukan untuk mencegah penularan penyakit ini.

BACA JUGA :   Cara Mengatasi Hidung Mampet yang Dapat Anda Lakukan di Rumah

4. TBC

TBC atau TB disebabkan oleh bakteri yang menyerang paru -paru. Namun, bakteri ini juga dapat menyerang bagian tubuh lain seperti tulang, sendi, membran otak (meningitis TB), kelenjar getah bening (kelenjar TB), dan membran jantung.

Baca Juga: SMANSA 85 Motorcycle Club Berlanjut di Komunitas(Buka di tab peramban baru)

Bakteri yang menyebabkan penyakit menular diketahui ditularkan melalui udara ketika penderita batuk atau bersin. Pencegahan infeksi tuberkulosis dapat dicegah dengan memberikan vaksin BCG.

5. Demam Berdarah

Demam berdarah adalah penyakit menular yang disebabkan oleh infeksi virus dengue. Virus ini menginfeksi manusia melalui gigitan nyamuk Aedes aegypti dan Aedes albopictus.

Demam berdarah adalah penyakit musiman yang umum di iklim tropis, termasuk Indonesia. Di Indonesia, penyakit menular ini terjadi lebih banyak selama musim hujan.

Ketika dibiarkan tanpa pengobatan, demam berdarah dapat berkembang menjadi kondisi yang lebih parah, yaitu DBD atau demam berdarah dengue.

Baca Juga: Dokter Kulit di Bekasi Utara

Pencegahan penularan demam berdarah dapat dilakukan dengan cara menguras reservoir air, wadah air penutup, mengubur barang bekas, menggunakan lotion antinyamuk, menggunakan jaring nyamuk saat tidur, menghindari kebiasaan menggantung pakaian, dan menanam tanaman penolak nyamuk. .

6. Cacingan

Penyakit ini disebabkan oleh cacing tambang, cacing pita, dan cacing pin yang menginfeksi usus. Gejala umum termasuk nyeri perut, perut kembung, diare, kelelahan, dan penurunan berat badan secara signifikan.

Cacing dapat ditransmisikan melalui kontak langsung dan tidak langsung. Misalnya, secara tidak langsung saat Anda menyentuh benda yang mengandung telur cacing kemudian menyentuh area mata, hidung, dan mulut.

Untuk mencegah infeksi penyakit menular ini, Anda harus menghindari makan daging mentah atau setengah dimasak dan jangan lupa untuk mencuci buah dan sayuran secara menyeluruh sebelum memproses atau mengonsumsinya. Mencuci tangan sebelum dan sesudah makan juga penting untuk pencegahan cacing usus.

BACA JUGA :   Dokter Spesialis Kulit Anak di Bekasi

7. Penyakit Kulit

Kudis, kurap, dan kusta adalah berbagai penyakit kulit menular yang terjadi. Penularan penyakit ini biasanya terjadi karena kurangnya kebersihan pribadi dan lingkungan.

Baca Juga: 10 Tips Pencegahan Keracunan Makanan

Gejala yang disebabkan oleh masing -masing penyakit berbeda. Dalam kudis, gejalanya bisa dalam bentuk gatal, terutama di malam hari, ruam, luka yang disebabkan oleh goresan, dan beberapa area kulit terasa kering dan mengental.

Sementara dalam kurap, gejala -gejala yang muncul hampir sama dengan kudis, hanya dalam kurap ring ruam lingkaran yang muncul di area kulit dan kerontokan rambut terjadi di rambut.

Sama seperti kudis dan kurap, kusta juga menyerang area kulit penderita dan ditandai dengan bercak putih atau lebih terang dari kulit di sekitarnya. Gejala yang muncul biasanya dalam bentuk otot yang lemah dan mati rasa, terutama di tangan dan kaki, serta masalah dengan mata dan penglihatan.

8. Malaria

Malaria adalah penyakit menular yang disebabkan oleh parasit dan juga ditularkan melalui gigitan nyamuk. Penderita malaria umumnya menunjukkan beberapa gejala, seperti:

  • Demam
  • Gemetaran
  • Sakit kepala
  • Keringat berlebihan
  • Sakit otot
  • Mual dan muntah

Harap dicatat bahwa malaria termasuk dalam penyakit endemik dengan daerah yang masih memiliki kasus tinggi di Indonesia timur. Warga yang tinggal di daerah endemik malaria memiliki risiko tertinggi tertular oleh penyakit ini.

9. Diphtheria

Diphtheria adalah penyakit menular yang disebabkan oleh bakteri. Gejala dalam bentuk demam dan peradangan lapisan pernapasan atas saluran pernapasan, hidung, dan kulit.

Pada 2017, difteri pernah menjadi kasus luar biasa di Indonesia. Kondisi ini terjadi karena adanya kelompok masyarakat yang mudah terinfeksi difteri karena tidak mendapatkan vaksinasi atau status vaksinasi tidak lengkap.

Pencegahan penyakit menular juga dapat dikejar melalui gaya hidup sehat, imunisasi, dan vaksinasi. Beberapa kebiasaan hidup yang bersih juga harus dilakukan, seperti mencuci tangan, makan makanan bergizi yang seimbang, dan tidak berbagi menggunakan peralatan pribadi bersama dengan yang lain.

Segera berkonsultasi dengan dokter jika Anda mengalami beberapa gejala penyakit menular yang disebutkan di atas, terutama jika itu terjadi selama tiga hari

Pos terkait