Beranda Berita Penista Agama di Makassar Akhirnya Ditangkap Polisi

Penista Agama di Makassar Akhirnya Ditangkap Polisi

100
0
Penista Agama di Makassar
Jumpa pers, Kapolda Sulsel, Irjen Pol. Mas Guntur Laupe S.H., M.H Jumat (10/7/2020).

CAFEBERITA.COM – Penista agama di Makassar itu kini terisak-isak. Menangis. Tampak tak lagi kuasa menahan air matanya.

Pipinya sudah berurai air mata. Kedua pipinya juga kini sudah memerah. Sangat merah. Bukan pakai makeup. Tetapi, karena rasa malu yang tak tertahan.

Di hadapan polisi, dia tak lagi berkutik. Dia akhirnya mengakui perbuatannya. Dia mengaku khilaf.

Sangat khilaf. Sampai-sampai mau membuang dan merobek kitab suci Alquran. Gara-gara jengkel terus menerus dituduh-tuduh tukang lapor.

Saya emosi. Maafkan saya. Saya emosi. Maafkan saya. Tak terkendali, ucapnya sambil terisak-isak.

Ince adalah nama perempuan yang jadi tersangka Penista Agama di Makassar itu. Dia mengaku, sangat menyesal, dan itu dia lakukan karena emosi sebab selalu dituduh tukang lapor-lapor Polisi.

Saya siap mempertanggungjawabkan apa yang sudah saya perbuat, sambungnya.

Menurut keterangan polisi, kejadian ini awalnya dipicu akibat sakit hati. Pasalnya dia sering dituduh tukang pelapor oleh warga.

Ince, kini sudah ditangkap oleh tim Polda Sulawesi Selatan (Sulsel). Jumpa pers, juga sudah digelar di Aula Polres Pelabuhan Makassar, Jumat (10/7/2020).

Kapolda Sulsel, Irjen Pol. Mas Guntur Laupe S.H., M.H yang hadir langsung pada jumpa pers tersebut. Dia menjelaskan duduk perkaranya.

Irjen Pol. Mas Guntur Laupe, meminta agar masyarakat jangan terpancing. Jangan mudah terprovokasi. Akar masalahnya, adalah persoalan pribadi.

Meski begitu, dia menegaskan, proses hukumnya tetap berlanjut. Sebab, ini sudah meresahkan masyarakat.

Meski ini masalah pribadi. Tentunya kami akan tetap memprosesnya secara hukum, kata Kapolda.

Kapolda Sulsel, juga meminta agar masyarakat khususnya umat Islam mempercayakan kasus ini kepada kepolisian. Jangan main hakim sendiri.

Tersangka akan diserahkan ke pengadilan untuk dihukum sesuai apa yang sudah dilakukannya, kata Kapolda.

Pelaku masih diperiksa. Kasusnya ini masih tahap penyidikan, tambah Kapolres Pelabuhan Makassar, AKBP Kadarislam.

Ince sendiri diancam hukuman 5 tahun penjara dan kasusnya akan segera dilimpahkan ke pengadilan.

Kata Ketua MUI Kota Makassar :

“Ini bukan masalah umat. Ini personal dan pastinya harus diproses secara hukum,” ucap ketua MUI Kota Makassar KH Baharuddin AS di sela konferensi pers.

Kronologi kejadian:

Penistaan agama di Makassar ini berawal karena viralnya sebuah video pada Kamis (9/7/2020). Tampak seorang perempuan hendak membuang dan merobek Alquran.

Tempat dan waktu kejadian ;
– Pada hari Kamis tgl 9 Juli 2020, Pukul 14.00 Wita bertempat Jln. Tentara Pelajar. Kelurahan Mampu Kec. Wajo Makassar.

Identitas Pelaku ;
*Nama I N
*Umur 40 Thn
*Agama Islam.
*Suku Bugis.
*Pekerjaan : Konsultan Properti.

Sekitar Pukul 14.00 Wita, Sdri Ince Ni’matullah kembali ke rumahnya, Lalu di hampiri oleh lel. Muhtar lalu memberi tahu kpd Sdri. Ince Ni’matullah bhw sbtr sy mau main judi, jangan kamu Lapor.

Setelah itu Sdri. Ince menjadi Marah karena sering dituduh bhw dirinya yg sering lapor-lapor Warga ke Polisi.

Dengan adanya kejadian itu Sdri. Ince merasa bosan dan sering dituduh melapor ke Polisi dan Iya merasa di kucilkan dan dilecehkan shg Sdri Ince Masuk kedlm rumahnya mengambil Al Qur’an utk menerima tantangan Sdr Muhtar untuk bersumpah.

Lalu Sdri. Ince Ni’matullah secara Spontan dan Emosi melempar Al Qur’an ke Tembok lalu mengambil kembali Al Qur’an tersebut dan mau merobek serta mengatakan dirinya bhw Saya ini Yahudi.

Saksi-saksi ;
1. Sdr. Muhtat
2. Sdr. Tiar
3. H. Bidin
4. Coang.

Pasal penista-an agama di Makassar ini dinilai sudah melanggar ;
Pasal 156 a kuhp, ancaman hukuman 5 tahun.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here