Beranda Pendidikan Pengertian Usaha dan Perusahaan

Pengertian Usaha dan Perusahaan

0
Pengertian Usaha dan Perusahaan
Unsplash/Mimi Thian

Pengertian Usaha dan Perusahaan

Dalam usaha manusia untuk memuaskan kebutuhan dan kemakmurannya, ia melakukan berbagai kegiatan dan tindakan ekonomi.

Usaha-usaha yang dilakukannya seperti menjual sayur-mayur, ikan, bertani, sopir bis/bemo, berdagang/membuka toko.

Dan lain-lain adalah semata-mata didorong oleh kurangnya kemakmuran dan hidup berkekurangan sepanjang masa.

Dengan usahanya itu manusia ingin mencapai hasil atau keuntungan yang sebesar-besarnya.

Untuk mencapai hasil/keuntungan yang sebesar-besarnya itu manusia ingin menggunakan alat-alat dan pengorbanan yang sekecil-kecilnya (seminimal mungkin).

Dengan kata lain, manusia ingin berpegang pada prinsip (azas) Ekonomi yang mengatakan bahwa:

”Dengan pengorbanan yang sekecil-kecilnya, ingin mendapatkan hasil yang sebesar-besarya, atau dengan modal yang sekecil-kecilnya, harus diusahakan keuntungan (laba) yang sebesar-besarnya”.

Contoh Pengertian Usaha dan Perusahaan

Misalnya, Abdullah yang hanya bermodalkan Rp. 5.000,- memulai usahanya berdagang sayur-mayur.

Dengan modal Rp 5.000, itu diusahakannya untuk mencapai keuntungan tiap hari sebesar Rp. 1.000,(20% dari modalnya).

Maka dalam satu bulan saja keuntungan itu telah mencapai 30 x Rp. 1.000,= Rp. 30.000,(600% dari modalnya).

Bulan berikutnya sebagian dari keuntungan itu ditambahkannya pada modal dan sebagian lagi untuk memenuhi kebutuhannya.

Maka dari hari ke hari dan dari bulan ke bulan, modal itu sudah semakin bertambah besar.

Bertambah besarnya modal, akan bertambah besar pula laba (keuntungan) yang diperolehnya setiap hari atau setiap bulannya.

Demikian Abdullah melakukan usahanya untuk mencapai kemakmuran hidupnya dan keluarganya. Ia telah menggunakan prinsip Ekonomi.

BACA JUGA :   Penulisan Gelar Diploma yang Benar Plus Contohnya!

Dengan prinsip ini diusahakannya, agar tiap kerugian adalah kerugian yang sekecil mungkin dan keuntungan adalah keuntungan yang sebesar mungkin.

Jadi tiap orang harus mempunyai ”usaha”, yaitu kegiatan Ekonomi untuk mencapai tingkat kemakmuran yang dikehendakinya.

Dalam Ilmu Ekonomi, usaha itu dimaksudkan sebagai suatu kegiatan untuk mencapai tingkat kepuasan dan pemenuhan kebutuhan yang beraneka ragam.

Karena itu semua usaha selalu ditujukan untuk mencapai suatu hasil atau keuntungan yang di kehendaki baik secara langsung maupun tidak langsung.

Salah satu syarat untuk menjalankan suatu usaha adalah tersedianya faktor-faktor produksi, yang digunakan sebagai alat untuk mencapai hasil atau keuntungan yang dicita-citakan.

Tanpa faktor produksi itu tak mungkin suatu usaha dapat terlaksana. Karena itu syarat utama untuk menjalankan usaha adalah tersedianya faktor produksi.

Faktor produksi yang digunakan Abdullah untuk menjalankan usahanya ialah faktor modal (Rp. 5.000,-).

Faktor alam (tempat yang digunakan untuk menjual sayur-mayur) dan faktor tenaga kerja (yaitu kemampuan Abdullah sendiri).

Pada umumnya faktor-faktor produksi itu digabungkan atau dikombinasikan, untuk tujuan mencapai laba atau menghasilkan barang-barang dan jasa-jasa.

Bilamana terjadi penggabungan atas segala faktor-faktor produksi, maka timbullah apa yang disebut ”perusahaan”.

Jadi perusahaan ialah kegiatan ekonomi yang menggabungkan segala faktor produksi untuk tujuan menghasilkan barang atau jasa atau untuk mendapatkan sejumlah keuntungan.

Orang atau sekelompok orang yang melakukan penggabungan faktor-faktor produksi untuk tujuan menghasilkan barang/jasa atau untuk memperoleh keuntungan/laba disebut pengusaha atau entrepreneur (wiraswasta).

BACA JUGA :   Semantik Bahasa Indonesia, Berikut Pembahasannya

Terutama dan yang paling penting untuk disatukan dari antara faktor-faktor produksi itu ialah faktor modal dan tenaga kerja.

Salah satu contoh penggabungan faktor produksi, ialah misalnya perbengkelan yang didirikan oleh Pak Samad.

Mula-mula disediakannya modal, yaitu modal uang dan modal barang, berupa peralatan-peralatan untuk perbengkelan.

Kemudian dicarinya tempat yang cocok (faktor alam), untuk mendirikan perbengkelan itu.

Tempat haruslah merupakan tempat lalu lintas kendaraan bermotor yang ramai dan tidak pula merupakan tempat yang banyak saingannya.

Pemilihan tempat untuk mendirikan perbengkelan itu sangat penting dan perlu dipertimbangkan.

Sesudah ditemukan tempat yang cocok untuk mendirikan perbengkelan, maka didirikannyalah sebuah bangunan dengan alat-alat yang telah tersedia.

Bangunan dan alat-alat itu merupakan modal barang yang sangat penting. Sesudah itu dipikirkannya faktor tenaga kerjanya.

Apakah ia sendiri sebagai pemilik perbengkelan itu bertindak sebagai tenaga kerja atau perlu dicarinya tenaga-tenaga kerja yang cakap.

Mampu dan ahli untuk melakukan perbaikan-perbaikan kendaraan yang rusak. Pelayanan (service) yang memuaskan tergantung pada kemampuan tenaga kerja itu.

Ia sebagai pemilik perusahaan perbengkelan itu hanya bertindak sebagai pemimpin dan pengawas sehari-hari sedang yang mengerjakan semuanya itu ialah tenaga kerja ahli dan sudah terlatih itu.

Demikianlah perusahaan perbengkelan Pak Samad melakukan kegiatan-kegiatan dengan lancar setelah ia menggabungkan faktor-faktor produksi secara serasi.

Yaitu penggabungan faktor produksi alam (tempat berdirinya perusahaan), faktor produksi modal (bangunan dan peralatan-peralatannya serta modal uang).

BACA JUGA :   Ejaan Bahasa Indonesia, Arti dan Perkembangannya

Faktor produksi tenaga kerja (pekenja-pekerja/tenaga-tenaga yang cakap, ahli dan berpengalaman serta ia sendiri sebagai pemilik perusahaan).

Lambat laun perusahaan perbengkelan itu menjadi sebuah service station, yaitu suatu perusahaan perbengkelan besar dalam berbagai jenis kendaraan bermotor.

Beberapa contoh perusahaan lainnya ialah pabrik-pabrik (seperti pabrik sepatu-bata, pabrik semen, pabrik gula, pabrik tapioca, pabrik tekstil, dll).

Toko-toko, warung, restaurant, perusahaan tambang (tambang minyak tanah, batu bara, timah, emas, intan, bauksit dan lain-lain), perusahaan perkebunan, bioskop, dsb.

Dalam llmu Ekonomi sering dijumpai perbedaan pengertian antara perusahaan dengan badan-badan usaha.

Seperti telah dikatakan di atas, perusahaan ialah penggabungan faktor-faktor produksi untuk menghasilkan barang atau jasa atau untuk mencapai keuntungan dari usaha yang dilakukan.

Sedangkan badan usaha merupakan pemilihan bentuk dari suatu usaha di mana terdapat pembagian tugas, wewenang dan tanggung jawab masing-masing orang dalam menjalankan usahanya.

Dan pemilihan bentuk-bentuk usaha itu, menyebabkan timbulnya bermacam-macam badan usaha.

Badan usaha adalah perwujudan usaha, artinya apakah usaha itu diwujudkan oleh perseorangan atau secara berkelompok.

Dan kalau secara berkelompok, bagaimana pembagian tugas dan tanggung jawab di dalamnya.

ltulah beberapa perbedaan pengertian antara perusahaan dan badan usaha.

Tetapi sebelum sampai pada ragam-ragam perusahaan dan badan-badan usaha perlu diketahui beberapa pedoman untuk memilih suatu lapangan usaha. (*)

Penulis : Drs. L. T. Sianturi K. A. Mooyoto
Ekonomi dan Koperasi

Tinggalkan Komentar