Pengertian| Unsur-Unsur Drama Dan Jenis Drama

Dra­ma yakni ben­tuk karya sas­tra yang dilukiskan den­gan meng­gu­nakan bahasa yang pan­jang dan bebas. Dra­ma berni­at untuk menggam­barkan kehidu­pan den­gan meny­o­dor­kan insi­d­en atau insi­d­en ser­ta emosi lewat lakuan dalam dia­log. Sebuah karya dra­ma umum­nya ialah potret suka sedih kehidu­pan insan , beser­ta per­ten­tan­gan yang mewar­nainya. Seba­gai karya yang dipen­taskan , dra­ma ter­go­long salah satu ben­tuk karya sas­tra yang pal­ing terke­nal hing­ga dikala ini. Ham­pir saban hari kita menyak­sikan dra­ma dalam ben­tuk sinetron atau film yang ditayangkan di tele­visi ataupun media inter­net. Salah satu keis­time­waan dra­ma diband­ing karya sas­tra yang lain mirip puisi dan prosa yakni adanya lakon atau penoko­han yang mem­per­li­hatkan kesan tersendiri dalam dra­ma sehing­ga men­ja­di lebih menawan untuk diton­ton. Diband­ingkan puisi dan prosa , dra­ma con­dong lebih gam­pang untuk dipa­ha­mi. Penon­ton sang­gup menikmati suatu per­tun­jukkan dra­ma dan menger­ti pesan yang dis­am­paikan tan­pa mesti men­jalankan inter­pre­tasi atau penaf­sir­an men­dalam mirip hal­nya puisi. Pada poten­si ini , Bahanbelajarsekolah.blogspot.com akan mem­ba­has unsur-unsur dra­ma dan hal-hal yang diinginkan dalam pemen­tasan dra­ma.

Unsur-unsur Drama

Secara garis besar , unsur-unsur dra­ma sang­gup dikelom­pokkan men­ja­di dua bab , yaitu:
1. Unsur intrin­sik (dalam)
2. Unsur ekstrin­sik (luar)

Bacaan Lain­nya

A. Unsur Intrin­sik
Unsur intrin­sik yakni unsur-unsur dari dalam yang mem­ban­gun suatu dra­ma. Unsur-unsur terse­but ialah bagian penyusun suatu kraya dra­ma dan men­ja­di syarat mut­lak dalam penger­jaan dra­ma. Berikut beber­a­pa bagian yang ter­go­long bagian intrin­sik.

#1 Tema dan Judul
Tema dan judul ialah bagian yang senan­ti­asa ada dalam seti­ap karya sas­tra ter­go­long dra­ma. Tema yakni ilham atau bahasan pokok yang dijadikan selaku dasar dalam pengem­ban­gan kisah dra­ma. Sebuah dra­ma diban­gun dan dikem­bangkan menu­rut tema yang sudah diten­tukan.

Judul ialah iden­ti­tas dari suatu karya dra­ma yang men­ja­di tan­da pen­ge­nal layaknya nama manu­sia. Dalam suatu karya dra­ma , judul memegang kiprah yang pent­ing lan­taran judul bertu­gas untuk mem­per­li­hatkan isi kisah secara singkat sesuai den­gan tema yang sudah dip­il­ih. Judul dra­ma mesti diben­tuk seme­nawan mungkin mudah-muda­han sang­gup menawan per­ha­t­ian penon­ton.

#2 Tokoh atau Per­watakan
Tokoh atau per­watakan yakni tabi­at yang dicip­takan dalam suatu dra­ma. Watak atau tokoh dra­ma terse­but akan diper­ankan lewat suatu pemen­tasan atau akt­ing.

Berdasarkan tabi­at atau sifat­nya , tokoh dalam dra­ma sang­gup dibedakan men­ja­di tiga jenis , yaitu:
1. Pro­tag­o­nis : tokoh den­gan tabi­at baik , men­dukung ceri­ta
2. Antag­o­nis : tokoh den­gan tabi­at jahat , menen­tang ceri­ta
3. Tritag­o­nis : tokoh pem­ban­tu , men­dampin­gi pro­tag­o­nis atau antag­o­nis

#3 Dia­log atau Per­caka­pan
Dia­log yakni per­caka­pan antar tokoh. Dia­log ialah salah satu pes­ona dalam suatu dra­ma alasan­nya yakni sep­a­n­jang pemen­tasan atau per­tun­jukkan dra­ma , pem­bicaraan antar tokoh ialah bagian yang pal­ing diton­jolkan.

Beber­a­pa tolok ukur pent­ing yang mesti ada dalam pem­bicaraan antaralain:
1. Dia­log mesti menun­jang ger­ak laris tokohnya
2. Men­gungkap­kan insi­d­en yang ter­ja­di dalam ceri­ta
3. Men­gungkap­kan fiki­ran-fiki­ran tokoh
4. Dia­log di antas per­tun­jukan mesti lebih tajam ketim­bang ujaran sehari-hari
5. Dia­log mesti sim­paikan secara masuk akal dan ala­mi

Baca juga : Pengeet­ian , Fungsi , Ragam dan Ben­tuk Sas­tra.

#4 Alur atau Plot
Alur yakni rangka­ian insi­d­en dan per­ten­tan­gan yang dijalin den­gan sek­sama sedemikian rupa sehing­ga sang­gup meng­ger­akkan jalan kisah lewat awalan ke arah titik pun­cak dan penye­le­sa­ian. Beber­a­pa jenis alur yang digu­nakan dalam suatu dra­ma , antaralain:
1. Alur maju : mulai insi­d­en pal­ing per­mu­laan hing­ga terkahir
2. Alur mundur : mulai insi­d­en final , berba­lik ke insi­d­en pal­ing awal
3. Alur ado­nan : per­pad­u­an antara alur maju dan alur mundur

#5 Latar atau Set­ting
Latar atau set­ting yakni keteran­gan men­ge­nai wilayah , ruang , dan wak­tu di dalam naskah dra­ma. Secara garis besar , latar dalam dra­ma diba­gi men­ja­di tiga jenis , yaitu:
1. Latar wilayah : penggam­baran lokasi atau wilayah insi­d­en dalam kisah dra­ma.
2. Latar wak­tu : penggam­baran wak­tu insi­d­en dalam kisah dra­ma.
3. Latar situ­asi : penggam­baran situ­asi atau budaya yang melatar­be­lakan­gi kisah dra­ma.

#6 Amanat atau Pesan
Sebuah karya sas­tra umum­nya sarat akan pesan atau amanat. Dalam dra­ma , pesan atau amanat yang ingin dis­am­paikan dihi­dan­gkan lewat alur dan per­caka­pan antar tokohnya. Sebuah dra­ma yang bagus harus­lah men­gan­dung pesan adab bagi penon­ton mudah-muda­han tidak hanya men­ja­di ton­to­nan , tetapi juga tun­tu­nan yang baik.

#7 Bahasa
Bahasa men­ja­di salah satu ciri khas dalam suatu karya dra­ma. Bahasa yang digu­nakan dalam dra­ma memi­li­ki kekhasan yang diangkat menu­rut budaya masyrakat , kehidu­pan sehari-hari , pen­didikan , keadaan sosial budaya , atau menu­rut hal-hal yang sedang hangat dan terke­nal di kelom­pok masyarakat.

B. Unsur Ekstrin­sik
Unsur ekstrin­sik yakni bagian yang tiba dari luar tetapi masih menghip­no­tis suatu kisah yang dihi­dan­gkan dalam dra­ma. Unsur-unsur ekstrin­sik tidak ter­li­bat secara prib­a­di dalam suatu kisah tetapi bagian ini sung­guh menghip­no­tis per­tum­buhan suatu dra­ma.

Berikut beber­a­pa aspek yang ter­go­long bagian ekstrin­sik dalam suatu dra­ma:
1. Kon­disi ekono­mi dan poli­tik
3. Kon­disi sosial budaya
3. Kese­hatan dan psikol­o­gis pemain dan kru
4. Fak­tor pen­didikan
5. Kebi­ja­ka pemer­in­tah

Baca juga : Pengert­ian Gaya Bahasa , Jenis-jenis Majas dan Con­tohnya. 

Jenis-jenis Drama

Berdasarkan penyuguhan kisah atau lakon­nya , dra­ma dibedakan men­ja­di dela­pan jenis , yaitu:
1. Trage­di : mem­per­li­hatkan kisah kesedi­han
2. Kome­di : mem­per­li­hatkan kisah lucu
3. Tragekome­di : per­pad­u­an antara keja­di­an dan kome­di
4. Tablo : mem­pri­or­i­taskan ger­ak dan tidak ada dia­log
5. Farce : mem­per­li­hatkan kisah secara ringan mirip dage­lan
6. Sendratari : mem­per­li­hatkan kisah dalam ben­tuk tar­i­an
7. Melo­dra­ma : mem­per­li­hatkan kisah diirin­gi musik dan melo­di
8. Opera : mem­per­li­hatkan kisah dalam ben­tuk nyanyian dan diirin­gi musik

Proses Pementasan Drama

Menampilkan suatu karya dra­ma dalam ben­tuk per­tun­jukan pasti tidak semu­dah menon­ton sinetron. Dra­ma sang­gup dipen­taskan sete­lah melalui beber­a­pa tahap yang meli­batkan banyak unsur. Berikut tin­dakan dalam pemen­tasan dra­ma:
1. Penyusunan naskah dra­ma
2. Pem­be­da­han ter­hadap naskah dra­ma
3. Read­ing : kan­di­dat pemain mem­ba­ca naskah untuk menge­tahui per­an
4. Cast­ing : penyelek­sian per­an
5. Pen­dala­man ter­hadap kiprah yang hen­dak dimainkan
6. Block­ing : pen­gat­u­ran tek­nis per­tun­jukan oleh sutradara
7. Run­ning : lati­han secara lengkap
8. Glad­ire­sik : lati­han sebelum pemen­tasan
9. Pemen­tasan : semua sudah siap untuk dita­mpilkan

Di balik kesuke­san pemen­tasan dra­ma , ter­da­p­at beber­a­pa pelaku yang sal­ing melakukan peker­jaan sama. Para pelaku dalam pemen­tasan dra­ma antaralain:
1. Penulis naskah : orang yang memi­li­ki ilham naskah dan menulis­nya
2. Sutradara : men­gontrol kiprah , pemain , artis­tik , dan ongkos pro­duk­si
3. Pemain : pemain film atau aktris yang memer­ankan tokoh dalam dra­ma
4. Pena­ta artis­tik : meny­o­dor­kan ide-ide ter­hadap sutradara
5. Pena­ta rias : bertang­gung jawab ter­hadap make up pemain
6. Pena­ta kos­tum : menawarkan kos­tum yang diper­lukan dalam pemen­tasan
7. Nara­tor : mencer­i­takan men­ge­nasi isi kisah ter­hadap penon­ton

Baca juga : Jenis-jenis Tan­da Baca dan Fungsinya.

Share ke Face­book »Share ke Twit­ter »
Cafeberita.com yakni blog men­ge­nai materi bela­jar. Gunakan hidan­gan atau pen­car­i­an untuk men­da­p­atkan materi bergu­ru yang ingin dipela­jari.

Pos terkait