Pengertian Seni Musik| Perumpamaan Dan Unsur-Unsur Dalam Musik

Cafeberita.com — Unsur-unsur Musik. Sebuah karya seni musik sang­gup dihasilkan lewat per­pad­u­an antara banyak sekali ele­men musik yang dibungkus secara apik sehing­ga men­cip­takan karya yang indah dan sang­gup dinikmati. Stan­dar musik indah ten­tun­ya sung­guh bergan­tung pada beber­a­pa hal ter­go­long sel­era musik tiap indi­vidu yang berlawanan ser­ta pen­gala­man atau wawasan seni musik itu sendiri. Sama menyeru­pai cabang seni yang lain , seni musik tidak tim­bul begi­tu saja melainkan melalui beber­a­pa taha­pan kema­juan yang seir­ing den­gan zaman. Sebelum peri­ode ter­baru , kema­juan musik beriringan den­gan kema­juan seni rupa sehing­ga ked­u­anya pada beber­a­pa zaman men­em­pati tahap kema­juan yang sama. Lalu apa saja sesung­guh­nya ele­men yang mem­ben­tuk suatu karya seni musik? Pada poten­si ini , Edutafsi akan mem­ba­has pema­haman seni musik dan mema­parkan beber­a­pa ungka­pan yang meru­pakan unsur-unsur musik.

A. Pengertian Seni Musik

Isti­lah musik berasal dari kata music dalam Bahasa Ing­gris atau muziek dalam bahasa Belan­da. Isti­lah ini laz­im­nya digu­nakan untuk menye­but segala macam bun­yi atau kumpu­lan nada yang memi­li­ki ira­ma ter­ten­tu atau suatu lagu yang meli­batkan alat musik dan vocal.

Bacaan Lain­nya

Seni musik meru­pakan seni mena­ta bun­yi meja­di suatu har­moni yang indah diden­gar. Seni musik meru­pakan salah satu cabang seni yang meng­gu­nakan bun­yi atau nada selaku media pen­gungka­pan ekspre­si sen­i­man­nya.

Seni musik dihasilkan den­gan banyak sekali tujuan dan tujuan terse­but meningkat sesuai den­gan kema­juan musik itu sendiri. Pada mulanya , seni musik pada laz­im­nya digu­nakan untuk men­girin­gi rit­u­al ter­ten­tu kemu­di­an kemu­di­an digu­nakan dalam banyak sekali bidang yang lebih luas.

Musik dihasilkan lewat suatu ele­men dasar yang dise­but nada. Secara laz­im , struk­tur ben­tuk musik sang­gup dibedakan men­ja­di beber­a­pa bab , yakni nada , motif , frase , kali­mat musik , tema , dan cip­taan. Selu­ruh bab terse­but cuma akan ter­ben­tuk lewat per­pad­u­an ele­men yang seim­bang.

Sebuah karya seni musik dis­ug­uhkan den­gan banyak sekali tujuan. Berikut beber­a­pa tujuan penghi­dan­gan musik :
1). Tujuan magis dan religius : men­girin­gi rit­u­al atau pemu­jaan
2). Tujuan sim­bo­lis : menampilkan san­jun­gan ter­ten­tu
3). Tujuan ino­vatif : selaku media kreativ­i­tas sen­i­man
4). Tujuan rekre­atif : untuk menampilkan hibu­ran ter­hadap pen­den­gar
5). Tujuan komer­sil : untuk mener­i­ma laba finan­sial.

Baca juga : Media dan Ben­tuk Penya­jian Seni Musik.

B. Unsur-unsur Musik

Unsur dasar dari musik meru­pakan nada. Nada meru­pakan bun­yi yang memi­li­ki frekuen­si ter­tent secara bersusun. Musik juga berisikan beber­a­pa ele­men lain. Berikut beber­a­pa ungka­pan yang biasa dalam musik dan meru­pakan ele­men musik.

#1 Bun­yi
Bun­yi meru­pakan ben­tuk dasar dari suatu nada. Bun­yi dihasilkan oleh getaran atau ben­da yang berge­tar. Dalam seni musik , bun­yi dihasilkan dari alat atau instru­men musik atau maupun getaran pada peng­hasil bun­yi manu­sia.

Bun­yi yang dihasilkan oleh ben­da yang berge­tar memi­li­ki tingkat ket­ing­gian yang berbe­da-beda. Hal itu bergan­tung pada frekuen­si getaran. Nada-nada musikal dihasilkan dari getaran yang teren­cana pada jum­lah ter­ten­tu seti­ap detiknya.

#2 Ritme dan Pola Ritme
Ritme meru­pakan pan­jang pen­deknya bun­yi atau mem­bisu dari serangka­ian not. Den­gan kata lain , ritme sang­gup pula diar­tikan selaku tan­da mem­bisu yang dijum­lah den­gan ketukan atau pul­sa. Pul­sa meru­pakan ketukan yang teren­cana dan beru­lang-ulang.

Tan­da ritme ter­da­p­at dalam garis parana­da pada per­mu­laan lagu sem­pur­na sete­lah kun­ci dan tan­da kun­ci. Tan­da ritme ter­susun dari dua pema­gian angka yang menampilkan pola tekanan dan jenis nada yang dijadikan sat­u­an. Ritme yang sudah dino­tasikan secara utuh dise­but pola ritme.

#3 Skala Nada
Skala nada suatu skala yang menampilkan uru­tan atau susunan nada. Isti­lah skala nada lebih dipa­ha­mi den­gan isti­lah tang­ga nada. Tang­ga nada menampilkan kedudukan suatu nada. Nada per­ta­ma pada suatu skala nada memi­li­ki kedudukan selaku toni­ka sekali­gus nama dari tang­ga nada terse­but.

#4 Ira­ma
Dalam musik , ira­ma diperte­gas den­gan instru­men musik perkusi. Instru­men perkusi laz­im­nya tidak berna­da dan dimainkan den­gan cara dipukul. Ira­ma sang­gup diperke­nalkan den­gan cara menirukan bun­yi dan ketukan dari suatu musik.

#5 Garis Parana­da
Parana­da dise­but juga kan­dang nada. Garis parana­da meru­pakan garis yang digu­nakan selaku daer­ah untuk menaruh notasi balok. Parana­da menampilkan tingkat ket­ing­gian nada sesuai den­gan posisi nada pada parana­da terse­but. Penulisan butir-butir nada pada paran­da dise­but not balok.

#6 Kun­ci
Dalam musik , ungka­pan kun­ci digu­nakan untuk meny­atakan skala nada yang berbe­da-beda. Tan­da kun­ci dari suatu karya musik umumya ditaruh di seti­ap per­mu­laan garis parana­da dalam ben­tuk susunan aksi­den­tal kres dan mol. Tan­da kun­ci ini men­ja­di tolok ukur dalam memainkan musik terse­but.

#7 Bira­ma
Bira­ma meru­pakan ayu­nan teren­cana dari kelom­pok-kelom­pok ketukan dalam suatu lagu. Yang men­ja­di ketukan per­ta­ma meru­pakan ketukan yang terbe­sar lengan berkuasa dari seti­ap kelom­pok. Berdasarkan ketukan terse­but , bira­ma dibedakan men­ja­di bira­ma dua , tiga , empat , dan enam.

#8 Dinami­ka
Dinami­ka meru­pakan ungka­pan yang digu­nakan meru­juk pada tingkat keku­atan atau kehabisan bun­yi atau nada keti­ka musik dimainkan. Den­gan kata lain , dinami­ka menampilkan kom­bi­nasi keku­atan dan kehabisan bun­yi dalam men­cip­takan musik.

#9 Tim­bre
Tim­bre atau war­na bun­yi meru­pakan ciri khas dari suatu bun­yi atau nada yang dihasilkan. Seti­ap instru­men musik memi­li­ki tim­bre atau war­na bun­yi yang berbe­da-beda. Nada sama yang dihasilkan oleh dua alat yang berlawanan akan memi­li­ki war­na yang berlawanan pula. Perbe­daan-perbe­daan war­na bun­yi menampilkan karak­ter­is­tik war­na atau tim­bre pada seti­ap instru­men.

#10 Har­moni
Har­moni meru­pakan ilmu mengkom­bi­nasikan nada-nada ke dalam akor-akor. Har­moni belandaskan pada susuan ver­tikal yang laz­im­nya berisikan tiga atau empat nada. Akor yang berisikan tiga nada dimana seti­ap nada ter­pisah satu sama lain oleh inter­val tiga dise­but tri­na­da.

#11 Kon­tra­pung
Kon­tra­pung meru­pakan suatu ungka­pan yang digu­nakan untuk meny­atakan seni mengkom­bi­nasi melo­di. Kon­tra­pung dihasilkan den­gan cara memainkan beber­a­pa melo­di secara serem­pak den­gan efek-efek serasi ter­ten­tu.

Baca juga : Con­toh Musik Mod­ern Nusan­tara dan Man­cane­gara.

Share ke Face­book »Share ke Twit­ter »
Cafeberita.com meru­pakan blog men­ge­nai materi bela­jar. Gunakan sajian atau pen­car­i­an untuk men­da­p­atkan materi men­car ilmu yang ingin dipela­jari.

Pos terkait