spot_imgspot_img

Top 5 This Week

spot_img

Related Posts

Pengertian| Rumus| Dan Teladan Perbandingan Senilai

Apa itu perbandingan senilai? Bagaimana rumus perbandingan senilai? Pada potensi ini , edutafsi akan membahas tentang pemahaman perbandingan senilai , rumus perbandingan seharga , dan contohnya. Melalui pembahasan ini , dibutuhkan sobat Tafsi sanggup mengerti rancangan perbandingan senilai dan bisa menggunakannya untuk menyelesaikan soal.

Pengertian Perbandingan

Cafeberita.com – Pada dasarnya , perbandingan memiliki arti membandingkan dua besaran yang sejenis , yakni besaran yang memiliki satuan yang sama.

Jika satuan dua besaran yang dibandingkan belum sama , maka satuannya mesti disamakan apalagi dahulu.

Dalam matematika , dipahami dua jenis perbandingan , yakni perbandingan senilai (seharga) dan perbandingan berbalik nilai (berbalik harga).

#1 Perbandingan Senilai

Jika a : b = m : n dan c : d = m : n , maka akan berlaku perbandingan senilai dengan bentuk a : b = c : d.

Misal 20 : 60 = 1 : 3 dan 30 : 90 = 1 : 3. Maka berlaku pula perbandingan senilai , yakni 20 : 60 = 30 : 90.

#2 Perbandingan Berbalik Nilai

Jika a : b = m : n dan c : d = n : m , maka akan berlaku perbandingan berbalik nilai dengan bentuk a : b = 1/c : 1/d = d : c.

Misal 4 : 6 = 2 : 3 dan 15 : 10 = 3 : 2. Maka berlaku pula perbandingan berbalik nilai , yakni 4 : 6 = 1/15 : 1/10 = 10 : 15.

Rumus Perbandingan Senilai

Untuk mengerti apa itu perbandingan senilai , maka sobat tafsi perlu mengerti rancangan dua besaran yang sepadan atau berbanding lurus.

Jika dua buah besaran , A dan B merupakan dua besaran yang sepadan , maka secara matematis , relasi keduanya sanggup dinyatakan sebagai:
A ≈ B

Jika notasi di atas menyatakan bahwa besaran A dan B merupakan berbanding lurus , maka nilai mereka akan senantiasa sebanding.

Maksudnya , apabila nilai A kian besar , maka nilai B juga akan kian besar. Sebaliknya , apabila A kian kecil , maka B juga kian kecil.

#1 Bentuk Umum

Perbandingan intinya membandingkan dua besaran yang sejenis dari dua keadaan yang berlainan dengan variabel yang sama.

Misalkan kita punya dua keadaan selaku berikut:
A1 = nilai besaran A pada keadaan pertama
A2 = nilai besaran B pada keadaan kedua

Jika nilai A1 sepadan (berbanding lurus) dengan B1 dan nilai A2 berbanding lurus dengan B1 , maka berlaku perbandingan senilai selaku berikut:

A1 = B1
A2 B2

Perlu sobat amati , pada perbandingan senilai , apabila A1 di ruas kiri berada di atas , maka B1 di ruas kanan juga berada di atas.

Jika perbandingannya kita balik menjadi A2 banding A1 , maka persamaan perbandingannya menjadi:

A2 = B2
A1 B1

Perhatikan bahwa apabila A1 pada ruas kiri berada di bawah , maka B1 pada ruas kanan juga berada di bawah.

Dengan prinsip yang serupa , apabila A2 berada di atas , maka B2 berada di atas. Sebaliknya , apabila A2 berada di bawah , maka B2 juga berada di bawah.

#2 Perkalian Silang

Dengan memakai prinsip perkalian silang , maka bentuk biasa perbandingan senilai di atas sanggup kita ubah menjadi:

A1 x B2 = A2 x B1

Dalam perbandingan , A1 dan B2 disebut selaku suku tepi. Sedangkan A2 dan B1 disebut selaku suku tengah.

Istilah tersebut menurut penulisan perbandingan berikut:
A1 : A2 = B1 : B2

Berdasarkan rancangan perkalian silang dan perbandingan senilai , maka hasil kali suku tepi sama dengan hasil kali suku tengahnya.

Contoh Perbandingan Senilai

Seperti yang sudah diterangkan sebelumnya , bahwa perbandingan senilai sejalan dengan rancangan dua besaran yang berbandinga lurus.

Beberapa rujukan besaran yang berbanding senilai antaralain:
1). Banyak barang dengan jumlah harganya
2). Banyak liter bensin dengan jarak yang ditempuh kendaraan
3). Jumlah bunga simpanan dengan usang menabung.

Jika dua besaran berbanding lurus , maka perbandingan dua keadaan dari masing-masing besaran tersebut merupakan rujukan perbandingan senilai.

Yang perlu dikenang , dalam perbandingan senilai , apabila salah satu besaran diperbesar , maka besaran lain juga membesar.

Arti dan rujukan perbandingan senilai

Misalnya , banyak barang dengan jumlah harganya. Semakin banyak barang yang kita beli , maka kian banyak pula jumlah harga yang mesti kita bayar.

Begitupula sebaliknya , kian sedikit jumlah barang yang kita beli , maka kian sedikit pula jumlah harga yang kita bayar.

Prinsip serupa juga berlaku pada rujukan kedua. Semakin banyak jumlah liter bensin yang digunakan , maka kian jauh pula jarak yang ditempuh kendaraan.

Demikian pembahasan singkat mengenai perbandingan senilai yang sanggup edutafsi bagikan. Semoga lewat pembahasan ini , sobat tafsi sanggup mengerti rancangan perbandingan senilai.

Jika materi berguru ini berharga , bantu kita ya untuk share ke teman-teman Kalian lewat share sosial media yang Kalian punya.

Share ke Facebook >>Share ke Twitter >>
Cafeberita.com merupakan blog tentang materi belajar. Gunakan hidangan atau pencarian untuk mendapatkan materi berguru yang ingin dipelajari.

admin
adminhttps://cafeberita.com
Segera hubungi kami melalui WhatsApp untuk informasi lebih lanjut dan jadilah bagian dari komunitas eksklusif kami. Jadikan impian hunian sempurna Anda menjadi kenyataan sekarang!

Popular Articles