Pengertian Homonim| Homofon| Homograf Beserta Contoh

Keti­ka bergu­ru per­i­hal penyelek­sian kata atau dik­si untuk kegiatan menulis atau men­gatakan , kita akan men­da­p­atkan sekelom­pok kata yang memi­li­ki hubun­gan mak­na. Seper­ti yang sudah diba­has sebelum­nya , mudah-muda­han sang­gup menyelek­si opsi kata yang sem­pur­na , salah satu hal pent­ing yang mesti kita amati yakni menge­tahui hubun­gan mak­na kata dan pemaka­ian­nya dalam kali­mat. Dalam prateknya , ser­ing kali kita men­da­p­atkan suatu kata yang memi­li­ki mak­na berlainan kalau digu­nakan dalam kon­teks kali­mat yang berbe­da. Selain itu , kita juga akan men­da­p­atkan beber­a­pa kata yang suara dan/atau ejeaan­nya sama tetapi berar­ti yang berbe­da. Ten­tu saja kita mesti cer­mat dalam menyak­sikan hubun­gan mak­na terse­but mudah-muda­han kata yang kita pil­ih sung­guh-sung­guh sesuai den­gan kon­teks kali­mat yang kita inginkan. Pada pelu­ang ini , kita akan mem­ba­has tiga hubun­gan mak­na kata yang sung­guh pent­ing untuk dike­tahui yakni homon­im , homo­fon , dan homo­graf. Den­gan pem­ba­hasan ini diper­lukan murid sang­gup mem­be­dakan kata-kata menu­rut hubun­gan mak­nanya dan sang­gup meng­gu­nakan kata-kata terse­but secara sem­pur­na dalam kali­mat.

Pengertian dan Contoh Homonim

Isti­lah Homon­im berasal dari kata ‘homo’ yang artinya sama atau seje­nis dan kata ‘nym’ yang artinya nama. Homon­im ialah ungka­pan yang digu­nakan untuk meny­atakan kata-kata yang memi­li­ki kesamaan ejaan dan suara tetapi memi­li­ki perbe­daan mak­na.

Bacaan Lain­nya

Den­gan kata lain , homon­im yakni kata-kata yang pelafalan dan ejaan­nya sama tetapi artinya berbe­da. Kata-kata terse­but memi­li­ki mak­na yang berlainan walaupun suara dan ejaan­nya sama alasan­nya yakni berasal dari sum­ber yang berbe­da.

Kata-kata yang homon­im con­dong gam­pang untuk dimenger­ti alasan­nya yakni lafal dan ejaan­nya sama. Namun , ser­ing kali ter­ja­di kesala­han dalam menyelek­si homon­im , homo­fon , atau homo­graf alasan­nya yakni adanya dampak bahasa atau dialek daer­ah.

Kare­na memi­li­ki ejaan dan suara yang seru­pa , maka perbe­daan mak­na dari kata-kata yang homon­im akan ter­li­hat terang kalau digu­nakan dalam kon­teks kali­mat yang sesuai. Den­gan kata lain , mak­na dari kata terse­but akan bers­esua­ian den­gan kon­teks kali­mat­nya. Berikut tabel beber­a­pa pola kata-kata homon­im.

Con­toh Homon­im Mak­na
Bulan Nama bulan dalam kalen­der
Bulan Nama satelit bumi
Rap­at Tidak ada jarak dan sem­pit
Rap­at Sebuah perte­muan
Genting Keadaan yang gawat
Genting Atap rumah
Bisa Mam­pu , dap­at
Bisa Racun pada ular
Akar Bagian dari tum­buhan
Akar Salah satu operasi matem­ati­ka
Selang Alat untuk men­galirkan air
Selang Inter­val atau sela
Buku Kitab , materi bacaan
Buku Ruas pada tana­man
Malam Nama zat untuk mem­bat­ik
Malam Nama wak­tu lawan­nya siang
Jang­ka Alat untuk meng­hasilkan lingkaran
Jang­ka Uku­ran wak­tu ter­ten­tu
Kali Sebuah fat­wa air seje­nis sun­gai
Kali Operasi matem­ati­ka , meny­atakan kuan­ti­tas

Con­toh kali­mat men­gan­dung homon­im:
1. Menu­rut dok­ter , istrimu akan melahirkan di bulan Agus­tus.
2. Seti­ap malam paman duduk di taman untuk menyak­sikan bulan.
3. Ruan­gan ini ter­lalu rap­at sehing­ga sukar untuk berg­er­ak.
4. Siang ini akan diadakan rap­at OSIS.
5. Wak­tu kecil dahu­lu , nenek sang­gup meman­jat pohon kela­pa.
6. Pria malang itu mening­gal alasan­nya yakni sang­gup ular.
7. Adik men­ja­jal menyelek­si akar dari suatu bilan­gan.
8. Tana­man yang adik dap­atkan memi­li­ki akar ser­abut.
9. Tono dan teman-teman­nya sedang bermain di kali.
10. Sudah dua kali kakek men­gala­mi ced­era pung­gung.

Baca juga : Cara Menen­tukan Dik­si dan Ungka­pan yang Tepat.

Pengertian dan Contoh Homofon

Isti­lah Homo­fon berasal dari kata ‘homo’ yang artinya sama atau seje­nis dan kata ‘phon’ yang artinya bun­yi. Homo­fon ialah ungka­pan yang digu­nakan untuk meny­atakan kata-kata yang memi­li­ki kesamaan suara tetapi memi­li­ki perbe­daan ejaan dan mak­na.

Den­gan kata lain , homo­fon yakni kata-kata yang bun­yinya sama tetapi ejaan dan artinya berbe­da. Untuk menge­tahui kata-kata yang homo­fon cukup gam­pang alasan­nya yakni penulisan­nya berlainan (ada aksara yang berbe­da). Tetapi , kita tetap mesti cer­mat dalam menge­tahui suara dan ejaan kata-kata terse­but.

Con­toh Homo­fon Mak­na
Bang Pang­gi­lan untuk kaka laki-laki
Bank Tem­pat menabung
Sangsi Ragu , belum yakin
Sanksi Suatu huku­man
Mas­sa Kelem­ba­man ben­da , berat
Masa Wak­tu , era
Rock Salah satu jenis musik
Rok Salah satu busana bawa­han wani­ta
Djarum Salah satu merek rokok
Jarum Sebuah alat yang lan­cip
Tang Salah satu alat ban­gu­nan atau bengkel
Tank Alat berat untuk perang
Band Kumpu­lan atau grup musik
Ben Nama orang
Tujuh Angka sete­lah enam
Tuju Tujuan
Dis­el Dipen­jarakan
Di sel Dalam ruan­gan pen­jara

Con­toh kali­mat men­gan­dung homo­fon:
1. Ayah memer­in­tahkan adik berbe­lan­ja rokok Djarum.
2. Tan­gan abang terke­na jarum dikala men­jahit.
3. Saya tidak yakin lela­ki itu akan mengem­ba­likan uang­mu.
4. Kare­na tidak menaati per­at­u­ran , lela­ki itu dike­nai sanksi.
5. Kak Deva sung­guh mengge­mari musik rock.
6. Kakak men­ge­nakan rok pan­jang pada kon­fer­en­si itu.
7. Kakek mem­inta bang David untuk men­gir­imkan koran.
8. Ayah sedang per­gi ke bank untuk menabung.
9. Agar metode katrol itu sim­bang , diper­lukan watu den­gan mas­sa 10 kg.
10. Di masa menyeru­pai kini ini sung­guh jarang dida­p­atkan lagu anak-anak.

Baca juga : Pengert­ian Idiom dan Con­toh Ungka­pan dalam Kali­mat.

Pengertian dan Contoh Homograf

Isti­lah Homo­graf berasal dari kata ‘homo’ yang artinya sama atau seje­nis dan kata ‘grapho’ yang artinya tulis. Homo­graf ialah ungka­pan yang digu­nakan untuk meny­atakan kata-kata yang memi­li­ki kesamaan ejaan tetapi memi­li­ki perbe­daan suara dan mak­na.

Den­gan kata lain , homo­graf yakni kata-kata yang ejaan­nya sama tetapi suara dan artinya berbe­da. Untuk menge­tahui kata-kata yang homo­graf , kita mesti cer­mat dalam menge­tahui suara dan ejaan kata-kata terse­but.

Con­toh Homo­graf Mak­na
Memer­ah Memeras (susu sapi)
Memer­ah Berubah jadi mer­ah
Teras Inti (biasanya pada beri­ta)
Teras Bagian depan rumah
Serang Nama kota di Indone­sia
Serang Tin­dakan ager­sif
Apel Nama buah
Apel Upacara
Tahu Makanan ola­han kacang kede­lai
Tahu Menger­ti
Men­tal Ter­pelant­i­ng
Men­tal Watak , batin
Sem­i­nar Bersi­nar-sinar
Sem­i­nar Perte­muan ilmi­ah

Con­toh kali­mat men­gan­dung Homo­graf:
1. Pak Tomi melakukan peker­jaan memer­ah sapi untuk men­da­p­at susu.
2. Pipi gadis itu prib­a­di memer­ah dikala dis­an­jung oleh teman­nya.
3. Aku tidak tahu kalau kakimu sedang sak­it.
4. Nenek sung­guh suka mengkon­sum­si tahu Sumedang.
5. Kakak berbe­lan­ja mang­ga dan apel untuk materi prak­tikum.
6. Sebelum men­gawali kegiatan , para peker­ja men­gadakan apel pagi.
7. Pagi ini Paman akan per­gi ke kota Serang.
8. Pemu­da itu tewas sete­lah dis­erang sekelom­pok orang tidak dike­nal.
9. Menu­rut Anies , Indone­sia sedang men­gala­mi kri­sis men­tal.
10. Bola itu men­tal ke arah Andi dan per­i­hal kepalanya.

Baca juga : Jenis-jenis Mak­na Kata dalam Bahasa Indone­sia.

Share ke Face­book »Share ke Twit­ter »
Cafeberita.com yakni blog ihw­al materi bela­jar. Gunakan hidan­gan atau pen­car­i­an untuk men­da­p­atkan materi bergu­ru yang ingin dipela­jari.

Pos terkait