Pengertian| Fungsi| Ragam Dan Bentuk Sastra

Posted on
Kata sastra berasal dari bahasa Sanskerta yang artinya goresan pena atau karangan. Berdasarkan arti tersebut , sastra dihubungkan dengan karya tulis yang ialah bentuk pengungkapan wangsit , ide , atau kisah dari pengarang dalam bentuk tulisan. Kata sastra tidak lepas dari ungkapan kesusastraan yang berasal dari kata susastra. Susastra terdiri atas su yang artinya baik atau indah , dan sastra yang artinya goresan pena atau karangan. Dengan demikian , sastra sanggup diartikan selaku segala goresan pena atau karangan yang mengandung nilai-nilai kebaikan dan keindahan yang ditulis dengan bahasa yang indah. Tiap karya sastra menggunakan gaya bahasa tersendiri yang membedakannya dengan karya sastra lainnya. Perbedaan ciri-ciri atau penggunaan bahasa dalam karya sastra memicu ragam sastra yang sanggup dibedakan dengan jelas. Pada potensi kali ini , Bahanbelajarsekolah.blogspot.com akan memaparkan beberapa fungsi sastra bagi kehidupan insan dan ragam sastra beserta jenis-jenisnya.

Fungsi Sastra dalam Kehidupan

Sebagai pecahan dari bahasa dan komunikasi , sastra menyediakan peluang terhadap para penulis , pengarang , atau penyair untuk menuangkan ide-ide atau ide mereka dalam bentuk goresan pena menggunakan bahasa yang indah sehingga memicu kesan tertentu bagi pembaca atau pendengar.

Sebagai suatu karya tulis , ragam sastra menjadi ajang atau jembatan untuk mengekspresikan diri atau untuk menyodorkan maksud tertentu sesuai dengan bentuk yang digunakan. Sastra menyediakan peluang sebesar-besarnya bagi penulis atau pengarang untuk mempergunakan kekayaan dan keindahan bahasa.

Secara garis besar , fungsi sastra dapata dikelompokkan menjadi lima jenis , yaitu:
1. Fungsi Reaktif : untuk menghibur
2. Fungsi Didaktif : untuk mendidik
3. Fungsi Estetis : memberi keindahan
4. Fungsi Moralitas : memberi pesan moral
5. Fungsi Religiusitas : menyodorkan nilai-nilai agama

Fungsi yang diberikan oleh suatu sastra menjadi salah penentu ataus selaku ciri khas dari jenisnya. karya sastra yang isinya bersifat mendidik disebut sastra didaktif , karya sastra yang isinya  melukiskan suatu peristiwa dengan pelukisan yang berlebih-lebihan disebut sastra darmatik , dan sebagainya.

Baca juga : Pengertian Gaya Bahasa , Jenis-jenis Majas dan Contohnya.

Jenis-jenis dan Bentuk Sastra

Jika dilihat menurut bentuknya , sastra dibagi menjadi tiga bentuk , yaitu:
1. Puisi
2. Prosa dan Prosa Liris
3. Drama

#1 Pengertian dan Jenis-jenis Puisi
Puisi yakni bentuk sastra yang menggunakan bahasa yang singkat , padat , dan menekankan penggunaan kata-kata mempunyai arti konotatif , penggunaan gaya bahasa atau majas , serta membutuhkan kemerduan pengungkapan.

Secara garis besar , puisi dikelompokkan menjadi empat jenis , yaitu:
1. Puisi lama
2. Puisi baru
3. Puisi bebas
4. Puisi kontemporer

Puisi usang yakni puisi yang masih terikat oleh aturan-aturan. Aturan puisi usang mencakup jumlah kata yang terdapat dalam satu baris , jumlah baris yang terdapat dalam satu bait , persajakan atau rima , banyak suku kata pada tiap baris , dan irama.

Karya sastra yang mencakup puisi usang antaralain:
1. Mantra : mengandung kekuatan magis , biasanya dipakai dalam upacara keagamaan.
2. Pantun : berisikan dua baris sampiran dan dua baris isi , bersajak abab.
3. Syair : berisikan empat baris isi , bersajak aaaa.
4. Gurindam : berisikan dua baris , bersajak aa , berisi nasihat.

Puisi gres yakni puisi yang telah tidak terikat oleh hukum , dan ialah pertumbuhan dari puisi usang yang terlah memperoleh banyak pengaruh. Puisi gres memiliki bentuk yang lebih bebas dibandingkan puisi usang baik dalam jumlah baris , suku kata , ataupun rima.

Karya sastra yang mencakup puisi gres antaralain:
1. Distichon : puisi dengan untaian dua baris
2. Terzina : puisi dengan untaian tiga baris
3. Kuartet : puisi dengan untaian empat baris
4. Quin : puisi dengan untaian lima baris
5. Sektet : puisi dengan untaian enam baris
6. Septime : puisi dengan untaian tujuh baris
7. Stanza/ oktaf : puisi dengan untaian delapan baris
8. Soneta : puisi dengan untaian empat belas baris

Puisi kekinian yakni puisi yang telah tidak menggunakan kaidah penulisan puisi kebanyakan dan telah jauh lebih bebas dari segala hukum menyerupai yang ada pada puisi usang atau puisi gres serta lebih memprioritaskan isi ketimbang bentuk.

Karya sastra yang mencakup puisi kekinian antaralian:
1. Puisi mantra : memprioritaskan kata bukan arti , kadang dibolak-balik
2. Puisi mini kata : menggunakan jumlah kata sedikit
3. Puisi faktual : menghasilkan suara dan kata menjadi berwujud
4. Puisi mbeling : lagu sederhana bersifat humor
5. Puisi tanpa kata : mengutamakn titik , garis , atau simbol

Baca juga : Jenis-jenis Tanda Baca dan Fungsinya.

Sebuah puisi memiliki bentuk (bangun , sajak , gaya bahasa) dan isi (tema , pesan , kesan). Untuk mengenali isi atau makna yang terkandung dalam suatu puisi , diperlukan interprestasi atau penafsiran.

Berikut beberapa cara yang sanggup dijalankan untuk menafsirkan arti suatu puisi:
1. Pembacaan dengan intonasi yang tepat
2. Menafsirkan arti kata sukar yang ialah kiasan
3. Menentukan ide utama (kadang terlihat dari judul)
4. Menafsirkan pemberitahuan yang tersirat atau tersembunyi
5. Mengubah puisi menjadi prosa

Berikut beberapa nama pengarang tenar dan karya bentuk puisi.

Nama Pengarang Karya Puisi
Raja Ali haji Gurindam Dua Belas
Abdullah bin Abdulkadir Munsyi Syair Singapura Dimakan Api
Rustam Efendi Bebasari (drama bersajak)
Percikan Permenungan
Sutan Takdir Alisyahbana Kumpulan puisi Tebaran Mega
Armyn Pane Jiwa Berjiwa , Gamelan Jiwa
Y.E. Tatengkeng Rindu Dendam
Chairil Anwar Deru campur Debu
Yang Terempas dan Yang Putus
Taufik Ismail Tirani , Benteng , Manifestasi
Sajak Ladang Jagung
Subagyo Sastro Wardoyo Shimponi
W.S. Rendra Balada Orang-orang Tercinta
Sajak Sepatu Tua

#2 Pengertian dan Jenis-jenis Prosa
Prosa yakni bentuk sastra yang menggunakan bahasa yang panjang dan bebas , tidak terlampau terikat oleh irama , rima , atau kemerduan suara menyerupai halnya puisi. Sebuah prosa sanggup dibikin dari suatu puisi dengan penambahan kata-kata atau penggunaa kalimat yang menerangkan maksud puisi.

Bebeberapa bentuk prosa antaralain:
1. Cerpen : karangan pendek berupa naratif.
2. Novel : kisah panjang yang mengandung rangkaian kisah , menonjolkan waktu dan sifat.
3. Mite : kisah yang dianggap benar terjadi dan disucikan.
4. Legenda : kisah asal-usul , sejarah suatu peristiwa atau persitiwa.
5. Dongeng : kisah menurut khayalan.
6. Hikayat : kisah perihal kehidupan istana , raja , perang , dan kepahlawanan.

#3 Pengertian Drama
Dram yakni bentuk sastra yang dilukiskan dengan menggunakan bahasa yang panjang dan bebas. Drama dibikin dengan tujuan untuk menggambarkan kehidupan melalui lakuan pembicaraan atau percakapan para tokoh dan dipentaskan.

Unsur-unsur dalam suatu drama meliputi:
1. Tokoh atau penokohan : tugas dalam suatu drama
2. Dialog : percakapan antar tokoh
3. Alur : rangkaian persitiwa
4. Latar : daerah , ruang , dan waktu.

Baca juga : Pengertian , Ciri-ciri dan Jenis Frase Beserta Contoh.

Share ke Facebook >>Share ke Twitter >>
Cafeberita.com yakni blog wacana materi belajar. Gunakan Kolom Search atau pencarian untuk mendapatkan materi berguru yang ingin dipelajari.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *