Bahasa Pengertian Fonologi
Unsplash/Anuja Mary Tilj

Pengertian Fonologi Hingga Fonem Bahasa Indonesia

Konsonan

Bunyi bahasa yang dihasilkan dengan mendapat hambatan disebut konsonan.

Maksudnya udara dari paru-paru keluar dengan mengalami rintangan. Sebagaimana vokal, konsonan ada bermacam-macam.

Baca Juga: Pengertian Fonologi Bahasa Indonesia Menurut Para Ahli dan Cabang

a. Menurut jalan yang dilalui udara ketika keluar dari paru-paru, konsonan dapat dibagi menjadi dua macam yaitu:
– Konsonan oral: b, c, d, f, g, h, j, k, l, p, q, r, s, t, u, v, x, y, z.
– Konsonan nasal: m, n, ng, ny

b. Menurut ikut tidaknya pita suara bergetar, konsonan dapat dibedakan menjadi dua macam, yaitu:

– Konsonan bersuara: b, d, j, g, n, ng, m, z, l, r, w, y

-Konsonan tak bersuara: p, t, c, k, s, sy, kh, h, f

c. Menurut titik artikulasinya, konsonan dapat dibedakan menjadi delapan macam, yaitu:

– Konsonan bilabial: b, p, dan m
– Konsonan labiodental: f dan v
– Konsonan apiko interdental: n dan t
– Konsonan apiko alveolar: d dan n
– Konsonan palatal: c,j,dan ny
– Konsonan velar: k,g,kh,dan ng
– Konsonan hamzah : ?
– Konsonan laringal: h

d. Menurut hambatannya, konsonan dapat dibagi menjadi lima macam, yaitu:

– Konsonan hambat: b, d, c, g, j,k,p, dan ?
– Konsonan frikatif: v,f,kh,dan h
– Konsonan spiran: s,sy,dan z
– Konsonan lateral: l
– Konsonan tril: r

Agar mendapatkan gambaran yang lebih jelas, baiklah kita perhatikan diagram konsonan di bawah ini.

Diagram Konsonan dalam bahasa Indonesia
Diagram Konsonan

6. Intonasi dalam Bahasa Indonesia

Kerja sama antara tekanan, nada, jeda, dan tempo yang menyertai suatu ujaran dari awal sampai akhir disebut intonasi.

Karena intonasi itu menyertai ujaran, sudah barang tentu intonasi ini berhubungan dengan kalimat.

Intonasi dapat menyebabkan terjadinya perbedaan arti kalimat.

Baca Juga: Kursus Bahasa Inggris di Kumon, Berikut Keunggulannya

Menurut batasan di atas, intonasi merupakan perpaduan beberapa unsur. Unsur-unsur tersebut saling membahu dan saling berkaitan.

Oleh karena itu, di dalam ujaran tidak pernah terjadi satu unsur terlepas dari unsur yang lain.

a. Tekanan

Tekanan terjadi karena adanya keras lembutnya suara dalam suatu ujaran. Dalam bahasa Inggris, misalnya tekanan ini meliputi tekanan kata dan kalimat.

Sedangkan dalam bahasa Indonesia tekanén kata tidak pernah ada. Hanya tekanan kalimatlah yang terdapat dalam bahasa kita.

Tekanan kalimat berfungsi sebagai pembeda arti. Artinya, dengan adanya perbedaan tekanan dalam suatu kalimat akan menyebabkan makna kalimat tersebut berbeda pula.

Contoh:

– Bambang mclembaca novel. (bukan Rudi)
– Bambang membaca novel. (bukan membeli)
– Bambang membaca novel. (bukan komik)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.