Pengertian Dan Ciri-Ciri Kalimat Efektif Beserta Contoh

Dalam kehidu­pan sehari-hari , berko­mu­nikasi ialah acara yang ser­ing kita lakukan. Melalui acara men­gatakan den­gan orang lain , kita men­ja­jal meny­o­dor­kan inspi­rasi , pesan , atau ide lewat kali­mat-kali­mat yang kita nyatakan secara lisan. Agar pesan yang ingin kita sam­paikan sang­gup diter­i­ma oleh musuh bicara , maka kita mesti meng­gu­nakan kali­mat yang efek­tif. Sama seumpa­ma men­gatakan , dalam acara menulis juga diper­lukan peng­gu­naan kali­mat yang efek­tif. Tujuan dari peng­gu­naan kali­mat efek­tif di dalam suatu karya tulis yakni agar ide atau inspi­rasi yang kita tuangkan dalam ben­tuk gore­san pena sang­gup dimenger­ti oleh pem­ba­ca. Den­gan demikian sang­gup kita sim­pulkan bah­wa peng­gu­naan kali­mat efek­tif sung­guh diper­lukan agar inspi­rasi atau ide yang ingin kita sam­paikan baik secara mulut maupun gore­san pena sang­gup diter­i­ma oleh pen­den­gar atau pem­ba­ca. Pada pelu­ang ini , kita akan mem­bicarakan pengert­ian dari kali­mat efek­tif dan ciri-cirinya.

Pengertian Kalimat Efektif

Kali­mat efek­tif yakni kali­mat yang sang­gup mewak­ili asum­si penulis atau pem­bicara secara tepat dan menge­mukakan pengert­ian yang seru­pa antara asum­si penulis atau pem­bicara den­gan asum­si pem­ba­ca atau pen­den­gar.

Bacaan Lain­nya

Den­gan kata lain , kali­mat efek­tif yakni kali­mat yang sang­gup meny­o­dor­kan ide atau inspi­rasi yang ingin dis­am­paikan oleh penulis atau pem­bicara ter­hadap pem­ba­ca atau pen­den­gar. Dalam hal ini , pem­ba­ca atau pen­den­gar sang­gup menger­ti mak­sud dari penulis atau pem­bicara terse­but.

Berdasarkan pengert­ian terse­but , maka sang­gup kita sim­pulkan salah satu aspek yang dijadikan indika­tor untuk menyak­sikan efek­tiv­i­tas suatu kali­mat. Indika­tor terse­but yakni keter­sam­pa­ian pesan yakni kesesua­ian pesan yang diter­i­ma den­gan pesan yang dis­am­paikan.

Jika pesan yang diter­i­ma oleh pem­ba­ca atau pen­den­gar sama den­gan pesan yang dimak­sud oleh penulis atau pem­bicara , maka kali­mat terse­but ialah kali­mat efek­tif. Melalui kali­mat efek­tif pem­ba­ca atau pen­den­gar sang­gup menger­ti pesan yang dis­am­pa­ian secara terang tan­pa ada kesalah­pa­haman.

Kesala­han yang biasa ser­ing menye­babkan kali­mat men­ja­di tidak efek­tif yakni peng­gu­naan kata-kata yang keteran­gan atau tafsir­an mem­pun­yai arti gan­da. Kelom­pok kata yang menye­babkan mak­na gan­da acap kali menye­babkan kebin­gun­gan dan kesalah­pa­haman.

Oleh alasan­nya yakni itu , kali­mat efek­tif umum­nya meny­ingkir dari peng­gu­naan kata-kata atau kalan­gan kata yang sang­gup menye­babkan mak­na gan­da atau bersi­fat ambigu. Kali­mat efek­tif meng­gu­nakan kata-kata yang terang dan logis sehing­ga pros­es penyam­pa­ian dan pener­i­maan ide ber­jalan den­gan sem­pur­na.

Baca juga : Syarat-syarat dan Peng­gu­naan Kali­mat Komu­nikatif.

Ciri-ciri Kalimat Efektif

Suatu kali­mat sang­gup dibi­lang efek­tif jikalau memi­li­ki ciri-ciri selaku berikut:
1. Memi­li­ki kesat­u­an gagasan
2. Memi­li­ki kepad­u­an yang baik
3. Memi­li­ki kepara­le­lan ben­tuk
4. Men­gungkap­kan ide yang logis
5. Meng­gu­nakan kata-kata secara hemat
6. Memi­li­ki ketepatan penyelek­sian kata
7. Meng­gu­nakan pem­foku­san secara tepat dan vari­atif
8. Meng­gu­nakan ejaan yang tepat

Jika ciri-ciri di atas sang­gup dipenuhi , maka ide yang ingin dis­am­paikan oleh penulis atau pem­bicara nis­caya sang­gup diter­i­ma secara tepat oleh pem­ba­ca atau pen­den­gar. Untuk lebih jelas­nya , amati pem­ba­hasan berikut ini.

#1 Kesat­u­an Gagasan
Suatu kali­mat sang­gup dibi­lang efek­tif jikalau kali­mat terse­but memi­li­ki kesat­u­an gagasan. Artinya , unsur-unsur kali­mat mesti sal­ing men­dukung dan mem­ben­tuk satu kesat­u­an inspi­rasi yang padu. Meskipun kali­mat berisikan dua atau lebih ide (kali­mat maje­muk) , tetapi gagasan-gagasan terse­but mesti sal­ing berhubun­gan.

Kesat­u­an ide sang­gup terusik alasan­nya yakni beber­a­pa aspek , yaitu:
1. Kedudukan sub­jek atau predikat yang tidak jelas
2. Kesala­han pen­em­patan fungsi keteran­gan
3. Gagasan bertumpuk-tumpuk

Con­toh Kali­mat Sifat
Berhubung itu men­gatakan­nya juga anaknya tidak akan per­gi Tidak efek­tif
Sehubun­gan den­gan itu , ia juga menyam­paikan bah­wa anaknya tidak akan per­gi Efek­tif
Malam ini pem­ber­ian per­to­lon­gan via tele­pon yang gres saja ditut­up Tidak efek­tif
Malam ini pem­ber­ian per­to­lon­gan via tele­pon gres saja ditut­up Efek­tif
Para atlet mengem­ban kiprah meng­harumkan nama bangsa mesti senan­ti­asa mem­per­ta­hankan kese­hatan mere­ka , baik fisik maupun men­tal. Tidak efek­tif
Para atlet , selaku pengem­ban kiprah meng­harumkan nama bangsa , mesti senan­ti­asa mem­per­ta­hankan kese­hatan fisik dan men­tal mere­ka. Efek­tif

Baca juga : Ciri-ciri dan Syarat Kali­mat yang Cer­mat & San­tun.

#2 Kepad­u­an 
Kali­mat efek­tif memi­li­ki kepad­u­an yang baik. Kepad­u­an yakni hubun­gan tim­bal balik yang terang antara unsur-unsur pem­ben­tuk kali­mat. Kepad­u­an dalam kali­mat efek­tif sang­gup kita lihat dari kese­im­ban­gan antar struk­tur bahasa yang digu­nakan dan ide yang ingin dis­am­paikan.

Kepad­u­an kali­mat sang­gup terusik alasan­nya yakni beber­a­pa aspek , yaitu:
1. Peng­gu­naan kata gan­ti yang salah
2. Peng­gu­naan kon­jungsi yang tidak jelas
3. Peng­gu­naan kata depan yang tidak tepat

Con­toh Kali­mat Sifat
Atas per­to­lon­gannya , kami ucap­kan ter­i­ma kasih Tidak efek­tif
Atas per­to­lon­gan saudara , kami ucap­kan ter­i­ma kasih Efek­tif
Dimas yakni murid yang tekun dan Tio yakni murid yang nakal Tidak efek­tif
Dimas yakni murid yang tekun sedan­gkan Tio yakni murid yang nakal Efek­tif
Selan­jut­nya Katy akan jelaskan beta­pa pent­ingnya olahra­ga Tidak efek­tif
Selan­jut­nya akan Katy jelaskan beta­pa pent­ingnya olahra­ga Efek­tif
Penyanyi beken itu mencer­i­takan ten­tang pen­gala­man masa kecil­nya Tidak efek­tif
Penyanyi beken itu mencer­i­takan pen­gala­man masa kecil­nya Efek­tif

#3 Kepara­le­lan Ben­tuk
Ciri selan­jut­nya dari kali­mat efek­tif yakni kepara­le­lan ben­tuk. Kali­mat efek­tif memi­li­ki kesamaan ben­tuk atau kelas kata yang digu­nakan di dalam kali­mat. Jika ben­tuk per­ta­ma yakni kata ben­da (nom­i­na) , maka ben­tuk yang lain mesti nom­i­na juga.

Con­toh Kali­mat Sifat
Seba­gai pela­jar , kiprah kita yakni men­car ilmu , mem­ba­ca , dan prestasi Tidak efek­tif
Seba­gai pela­jar , kiprah kita yakni men­car ilmu , berkarya , dan berprestasi Efek­tif
Kebu­tuhan yang mesti dise­di­akan yakni buku , peng­garis , dan meng­ha­pus Tidak efek­tif
Kebu­tuhan yang mesti dise­di­akan yakni buku , peng­garis , dan peng­ha­pus Efek­tif

Baca juga : Men­ge­nal Kelas Kata dan Ben­tuk Kata dalam Bahasa Indone­sia.

#4 Kel­o­gisan
Kali­mat efek­tif yakni kali­mat yang logis atau masuk kecerdikan sehing­ga sang­gup dinalar. Suatu kali­mat diang­gap logis jikalau men­gan­dung mak­na yang sang­gup diter­i­ma oleh kecerdikan sehat. Den­gan kata lain , kali­mat terse­but memi­li­ki mak­na yang sesuai den­gan kaidah-kaidah logi­ka secara umum.

Con­toh Kali­mat Sifat
Yang ada di dalam rua­gan ini mesti kelu­ar Tidak efek­tif
Semua murid yang ada di dalam ruan­gan ini mesti kelu­ar Efek­tif
Paman men­ga­jar matem­ati­ka di kelas kami Tidak efek­tif
Paman men­ga­jarkan matem­ati­ka di kelas kami Efek­tif
Bersama surat ini saya beri­tahukan bah­wa hari ini saya tidak masuk seko­lah alasan­nya yakni sak­it Tidak efek­tif
Den­gan surat ini saya beri­tahukan bah­wa hari ini saya tidak masuk seko­lah alasan­nya yakni sak­it Efek­tif
Kepa­da Bapak Kepala Seko­lah , wak­tu dan kawasan kami per­si­lahkan Tidak efek­tif
Kepa­da Bapak Kepala Seko­lah , kami per­si­lahkan Efek­tif

#5 Kehe­matan 
Suatu kali­mat dibi­lang efek­tif jikalau meng­gu­nakan kata-kata secara hemat. Artinya , kali­mat efek­tif meng­gu­nakan kata-kata secara efisien , tidak berlebi­han , dan seti­ap kata yang digu­nakan memi­li­ki kegu­naan yang jelas.

Beber­a­pa cara yang sang­gup dijalankan untuk mem­per­ta­hankan kehe­matan antaralain:
1. Menghi­langkan sub­jek yang tidak diper­lukan
2. Menghin­dari pemaka­ian kata depan yang tidak per­lu
3. Menghin­dari peng­gu­naan hipern­im dan hipon­im secara bersamaan
4. Menghi­langkan kata-kata yang tidak per­lu
5. Menghin­dari ben­tuk klausa bila ben­tuk frasenya telah memadai
6. Menghi­langkan pleonasme

Con­toh Kali­mat Sifat
Aki­bat ia tidak melakukan kiprah , ia dimarahi oleh guru Tidak efek­tif
Aki­bat tidak melakukan kiprah , ia dimarahi oleh guru Efek­tif
Para pegawai melakukan peker­jaan den­gan pro­duk­tif alasan­nya yakni mere­ka mesti menyang­gupi tar­get Tidak efek­tif
Para pegawai melakukan peker­jaan den­gan pro­duk­tif alasan­nya yakni mesti menyang­gupi tar­get Efek­tif
Bey­once men­ge­nakan gaun war­na putih di kon­sernya Tidak efek­tif
Bey­once men­ge­nakan gaun putih di kon­sernya Efek­tif
Lela­ki itu ser­ing pulang pukul 03.00 dini hari dalam kon­disi mabuk Tidak efek­tif
Lela­ki itu ser­ing pulang pukul 03.00 dalam kon­disi mabuk Efek­tif

Baca juga : Jenis Peruba­han dan Perge­ser­an Mak­na Beser­ta Con­toh.

#6 Ketepatan Kata
Ketepatan dalam penyelek­sian kata sung­guh mem­pen­garuhi efek­tiv­i­tas suatu kali­mat. Kali­mat efek­tif meng­gu­nakan penyelek­sian kata yang cocok sehing­ga men­cip­takan mak­na yang sesuai. Pemil­i­han kata yang salah menye­babkan kali­mat men­ja­di tidak efek­tif.

Con­toh Kali­mat Sifat
Gedung seko­lah itu sedang dibu­at Tidak efek­tif
Gedung seko­lah itu sedang diban­gun Efek­tif
David menyak­sikan per­tun­jukan konser di Sin­ga­pu­ra Tidak efek­tif
David menon­ton per­tun­jukan konser di Sin­ga­pu­ra Efek­tif

#7 Penekanan
Efek­tiv­i­tas suatu kali­mat sang­gup diper­oleh den­gan cara menye­di­akan pem­foku­san pada unsur-unsur yang diang­gap pent­ing. Den­gan kata lain , agar men­ja­di efek­tif , kata atau frasa yang diang­gap pent­ing lebih diton­jolkan ketim­bang kata atau frase lain­nya.

Berikut beber­a­pa cara yang sang­gup kita lak­sanakan untuk menye­di­akan penekanan:
1. Mele­takkan ele­men yang diang­gap pent­ing di depan
2. Meng­gu­nakan pen­gu­lan­gan pada bela­han yang pent­ing
3. Meng­gu­nakan par­tikel ‑lah , ‑pun , dan ‑kah
4. Meng­gu­nakan per­ten­tan­gan

Con­toh Kali­mat Sifat
Hara­pan Sin­ta yakni agar perkara kelu­ar­ganya sang­gup dibicarakan lagi pada pelu­ang lain Kurang
efek­tif
Sin­ta berharap sang­gup mem­bicarakan perkara kelu­ar­ganya pada pelu­ang lain Efek­tif
Kamu yang mesti bertang­gung jawab dalam perkara ini Kurang
efek­tif
Kamu­lah yang mesti bertang­gung jawab dalam perkara ini Efek­tif
Bisa beli­au menye­le­saikan­nya Tidak
efek­tif
Bisakah beli­au menye­le­saikan­nya Efek­tif

Baca juga : Perbe­daan Tekanan , Indonasi , Lafal , dan Jeda.

#8 Peng­gu­naan Ejaan
Suatu kali­mat sang­gup dibi­lang efek­tif jikalau meng­gu­nakan ejaan secara tepat. Kali­mat efek­tif meng­gu­nakan pen­em­patan tan­da baca , penulisan aksara , dan penulisan kata yang tepat.

Con­toh Kali­mat Sifat
Pak , guru Toni cer­das bermain sep­ak bola Kurang
efek­tif
Pak guru , Toni cer­das bermain sep­ak bola Efek­tif
Pak guru Toni cer­das bermain sep­ak bola Efek­tif
Tikus , mati dis­an­tap kuc­ing Tidak Efek­tif
Tikus mati dis­an­tap kuc­ing Efek­tif
Share ke Face­book »Share ke Twit­ter »
Cafeberita.com yakni blog ihw­al materi bela­jar. Gunakan sajian atau pen­car­i­an untuk mener­i­ma materi men­car ilmu yang ingin dipela­jari.

Pos terkait