Penebangan pohon di sekitar Sungai Mata Allo Enrekang
Kondisi pohon yang ditebang di sekitar Sungai Mata Allo Enrekang.

Penebangan Pohon di Sungai Mata Allo Dikecam

Diposting pada

Penebangan pohon di sekitar Sungai Mata Allo Enrekang menuai kecaman. Tindakan ini dinilai sudah merusak lingkungan.

Ketua Forum Bantuan Hukum Massenrepulu, Hendrianto Jufri menilai proyek yang dikerjakan ini tidak jelas konsep pembangunannya. Dia mengaku resah. Warga Enrekang pun diminta jangan tinggal diam.

Terlebih ada sekitar 30-50 pohon yang ditebang begitu saja di sekitar sungai Mata Allo Enrekang ini. Tanpa ada koordinasi sama sekali dengan warga.

Dia pun mengatakan, penebangan pohon di sekitar Sungai Mata Allo Enrekang ini sudah merusak lingkungan dan bisa membahayakan kondisi lingkungan di Enrekang. Tak boleh dibiarkan begitu saja.

BACA JUGA :   Warga Enrekang Tanam Pohon Pisang di Jalan Ini

Sebab akan sangat berdampak pada kondisi lingkungan dan kepada warga Enrekang. Banjir dan kondisi cuaca yang kian panas bakal dirasakan.

“Tak ada pembicaraan atau dengar pendapat mengenai penebangan pohon di sekitar Sungai, ini atas proyek ini. Hal ini menurutnya bisa membuat sungai menjadi kian dangkal. Banjir di Batili kian terulang,” kata Hendrianto, di Enrekang Selasa (30/6/2020).

Dalam video berdurasi sekitar 1 menit 18 detik tersebut, dia sangat menyayangkan hal ini dilakukan hanya untuk menebang pohon dan menanam besi dan beton ke dalam tanah.

BACA JUGA :   Air Terjun Sarasah Enrekang Bak Surga Tersembunyi

Di mana tujuannya hanya untuk membangun destinasi wisata. Bahkan dia menegaskan ini bukan mempercantik malah merusak.

Olehnya itu, dia mengatakan izin atau peninjauan berkas atas proyek ini harus ditinjau ulang. Menurutnya, ini sudah sangat bertentangan dengan yang seharusnya.

“Bukan mempercantik tetapi merusak lingkungan,” kata Hendrianto dalam video tersebut.

Lebih jauh, dia menduga proyek yang menghabiskan anggaran sebesar 13,8 miliar lebih tersebut tidak memiliki analisis mengenai dampak lingkungan (Amdal) yang akurat.

Olehnya itu, Hendrianto kembali menegaskan sangat menyayangkan akan adanya penebangan pohon yang tak sedikit tersebut demi sebuah tempat wisata.

BACA JUGA :   Hj Johra MB Serahkan Bantuan Sembako untuk Korban Banjir Lutra

Apalagi hanya untuk menancapkan besi di sekitar Sungai lalu dibangun tempat wisata yang padahal dampaknya bakal sangat besar untuk lingkungan.

Sejauh ini proyek tersebut kini sudah berjalan dan video yang mulai tersebar luas di WhatsApp ini terus mendapatkan respon dari berbagai pemerhati lingkungan. (ila)