Pembahasan Soal Un Tata Cara Pembagian Terorganisir Perihal Makhluk Hidup

Gambar Gravatar
Berikut ini ialah pembahasan soal cobaan nasional bidang studi biologi wacana metode penjabaran makhluk hidup. Soal yang dibahas pada peluang ini dikumpulkan dari cobaan nasional bertahun-tahun yang lalu. Dengan soal dan pembahasan ini dibutuhkan pembaca sanggup membandingkan soal-soal cobaan nasional dari tahun ke tahun dan mengetahui versi soal yang lebih sering keluar utamanya untuk materi metode penjabaran makhluk hidup.

Ujian Nasional Biologi – Klasifikasi Makhluk Hidup

Model soal yang sering keluar untuk materi metode penjabaran makhluk hidup antaralain :

Bacaan Lainnya
  1. Menentukan kalangan makhluk hidup yang menyediakan kombinasi individu , kombinasi gen , kombinasi spesies , atau kombinasi ekosistem.
  2. Menentukan cara penulisan tata nama yang sempurna menurut metode binomial nomenklatur.
  3. Mengelompokkan makhluk hidup atau organisme dalam satu tingkatan takson seumpama filum , kelas , ordo , famili , atau genus menurut ciri-ciri morfologi dan anatominya.
  4. Mengidentifikasi penjabaran makhluk hidup menurut binomial nomenklatur masing-masing.
  5. Menentukan jenis-jenis metode penjabaran makhluk hidup.
  6. Menentukan argumentasi berupa ciri-ciri morfologi , fisiologi , ataupun anatomi yang membuat beberapa organisme berada dalam satu kelompok.
  7. Melihat relasi antara beberapa organisme lewat nama ilmiahnya.

(Ujian Nasional 2007/2008)
  1. Kelompok flora yang menyediakan kombinasi individu dalam satu spesies terdapat pada…
    A. Jambu , mangga , nanas
    B. Kelapa , tomat , pinang
    C. Terung , tomat , kentang
    D. Mangga gadung , mangga manalagi , mangga golek
    E. Jahe merah , lengkuas , kunyit putih

    Pembahasan :
    Variasi individu dalam satu spesies umumnya sanggup berupa nama , warna , jenis dan lain sebagainya. Dari kelima pilihan yang diberikan , pilihan A , B , C dan E jelas-jelas ialah individu yang berlainan spesies. gadung , manalagi , dan golek ialah nama mangga yang menyediakan kombinasi individu dalam satu spesies yakni mangga. (Jawaban D)

  2. Beberapa cara penulisan ilmiah :
    1. Terdiri dari dua kata bahasa latin atau yang dilatinkan
    2. Kata pertama dimulai dengan karakter besar , kata kedua dimulai dengan karakter kecil
    3. Penulisan kata pertama dengan kedua disambung
    4. Penulisan kata pertama dengan kedua tidak disambung
    5. Ditulis dengan cetak miring atau digarisbawahi secara terputus
    6. Nama penemunya dilarang dicantumkan

    Cara penulisan binomial nomenklatur yang benar adalah…
    A. 1-2-3-5
    B. 1-2-3-6
    C. 1-2-4-5
    D. 2-3-5-6
    E. 2-4-5-6

    Pembahasan :
    Menurut Carollus Linnaeus , cara penulisan tata nama menurut metode binomial nomenklatur (tatanama binomial) yakni selaku berikut :

    1. Menggunakan bahasa latin atau bahasa lain yang dilatinkan
    2. Nama spesies terdiri atas dua kata , kata pertama ialah nama marga (genus) , sedangkan kata kedua ialah penanda jenis (spesies)
    3. Kata pertama diawali dengan karakter kapital sedangkan kata kedua ditulis dengan karakter kecil
    4. Jika nama jenis ditulis dengan karakter tegak , maka mesti digarisbawahi dengan tanda garis bawah yang terputus antara dua kata. Jika ditulis miring , tidak perlu digarisbawahi.

    Dari keenam pernyataan , pernyataan yang benar yakni pernyataan no 1 , 2 , 4 , dan 5. Makara balasan yang benar yakni pilihan C (Jawaban C).

(Ujian Nasional 2006/2007)
  1. Kucing , anjing , dan macan memiliki kesamaan antara lain struktur gigi dan jenis makanannya. Oleh alasannya yakni itu , ketiga binatang tersebut dikelompokkan dalam satu takson yang serupa , yaitu…
    A. Filum
    B. Kelas
    C. Ordo
    D. Famili
    E. Genus

    Pembahasan :
    Struktur gigi kucing , anjing , dan macan memiliki kesamaan struktur sehingga jenis kuliner yang mereka makan juga sama. Jika dilihat jenis makanannya , ketiga binatang itu tergolong binatang pemakan daging atau carnivora. Carnivora ialah ordo. Maka kucing , anjing , dan macan berada dalam satu ordo yakni ordo carnivora (Jawaban C).

(Ujian Nasional 2005/2006)
  1. Dalam penjabaran , jeruk bali (Citrus maxima) , jeruk nipis (Citrus aurantifolia) , dan jeruk keprok (Citrus nobilis) tergolong dalam satu kalangan yakni pada tingkat :
    A. Kelas
    B. Ordo
    C. Famili
    D. Genus
    E. Spesies

    Pembahasan :
    Ingat kembali cara penulisan tata nama menurut metode binomial nomenklatur (tatanama binomial) di bawah ini :

    1. Menggunakan bahasa latin atau bahasa lain yang dilatinkan
    2. Nama spesies terdiri atas dua kata , kata pertama ialah nama marga (genus) , sedangkan kata kedua ialah penanda jenis (spesies)
    3. Kata pertama diawali dengan karakter kapital sedangkan kata kedua ditulis dengan karakter kecil
    4. Jika nama jenis ditulis dengan karakter tegak , maka mesti digarisbawahi dengan tanda garis bawah yang terputus antara dua kata. Jika ditulis miring , tidak perlu digarisbawahi.

    Dari nama ilmiah itu jeruk bali , jeruk nipis , dan jeruk keprok terang terlihat bahwa mereka berada pada satu genus atau marga yakni Citrus (Jawaban D).

(Ujian Nasional 2012/2013)
  1. Protozoa dikelompokkan ke dalam empat filum , yakni Rhizopoda , Flagellata , Ciliata , dan Sporozoa berdasarkan…
    A. Jenis pigmennya
    B. Jenis makanannya
    C. Alat geraknya
    D. Habitatnya
    E. Cara berkembangbiaknya

    Pembahasan :
    Berdasarkan alat geraknya , Protozoa dikelompokkan menjadi 4 filum yakni :

    1. Rhizopoda , alat gerak berupa kaki semu
    2. Flagellata , alat gerak berupa bulu cambuk
    3. Ciliata , alat gerak berupa bulu getar (silia)
    4. Sporozoa , tanpa alat gerak 

    Jadi balasan yang benar yakni berdasrkan alat gerak (Jawaban C).

Motivation :
“Kecerdasan tidak tiba dari kapasitas fisik , tapi berasal dari kemauan keras.”

Share ke Facebook >>Share ke Twitter >>
Cafeberita.com yakni blog wacana materi belajar. Gunakan suguhan atau pencarian untuk mendapatkan materi berguru yang ingin dipelajari.
Temukan Kursus Bahasa Inggris di Bekasi untuk Menguasai Bahasa Inggris dengan Cepat 1

Salah seorang pakar dan konsultan pendidikan yang kini mengabdikan hidup menjadi guru di pedalaman nun jauh di pelosok Indonesia.

Pos terkait