Beranda Politik None-Zunnun Tak Punya Uang Pasang Alat Peraga Kampanye

None-Zunnun Tak Punya Uang Pasang Alat Peraga Kampanye

0
None-Zunnun Tak Punya Uang Pasang Alat Peraga

MAKASSAR – Pasangan bakal calon Wali Kota dan Wakil Wali Kota Makassar, Irman Yasin Limpo – Andi Zunnun Armin NH (None-Zunnun) tidak memasang banyak alat peraga.

Hal ini berbeda dengan kandidat lainnya, yang banner dan balihonya sudah memenuhi ruang-ruang publik.

None – sapaan akrab Irman Yasin Limpo – mengatakan, dirinya maupun Andi Zunnun bukan tidak memiliki kemampuan mencetak banyak banner dan baliho.

Tapi, kondisi masyarakat yang saat ini sangat memprihatinkan, membuatnya enggan melakukan hal tersebut.

“Sekarang masyarakat kita lagi susah. Ada 14 ribu orang yang kehilangan pekerjaan akibat Covid-19. Dimana empati kita, kalau justru memasang foto-foto dan gambar kita dengan senyum yang lebar di tiang-tiang listrik, di pohon-pohon. Untuk apa? Tiang listrik tidak punya hak pilih,” kata None, Senin, 7 September 2020.

BACA JUGA :   Appi Azan, Rahman Ikamah di Masjid Raya Makassar

Mantan Kepala Dinas Pendidikan ini mengungkapkan, Covid-19 telah mengakibatkan guncangan ekonomi yang luar biasa. Olehnya itu tak usah memasang alat peraga kampanye yang banyak.

Ia mencontohkan, akibat virus tersebut, sekolah diliburkan dan anak-anak belajar online. Di sektor ini saja, menghasilkan ribuan pengangguran.

“Ada 1.800 SMA di Sulsel. Kantinnya dimana, selama tujuh bulan libur. Total sekolah di Sulsel 25 ribu. Bagaimana dengan ibu-ibu yang selama ini penghasilannya dari kantin sekolah. Di Makassar, dalam dua bulan, ada 14 ribu pengangguran baru,” terangnya.

BACA JUGA :   Demokrat Paling Tahu Cara Menangkan Pilwalkot Makassar

None yang sebelumnya pernah ikut bertarung di Pilwalkot Makassar pada tahun 2013 lalu, mengaku sudah paham betul mengenai penguasaan ruang publik dengan baliho dan banner.

Namun, untuk kali ini ia memilih tidak melakukannya. None-Zunnun tidak memasang kali ini.

“Saya pernah jadi tukang pasang baliho dan banner. Saya tahu betul berapa jumlah alat peraga untuk menguasai Makassar ini,” pungkasnya.

Terkait sosialisasi, ia memilih menggunakan strategi kampanye digital. Penggunaan media sosial dinilai sangat efektif untuk memperkenalkan program-programnya bersama Andi Zunnun. (rls)

“Ada 1.800 SMA di Sulsel. Kantinnya dimana, selama tujuh bulan libur. Total sekolah di Sulsel 25 ribu. Bagaimana dengan ibu-ibu yang selama ini penghasilannya dari kantin sekolah. Di Makassar, dalam dua bulan, ada 14 ribu pengangguran baru,” terangnya.

Tinggalkan Komentar