Morfologi Bahasa Indonesia, Pengertian Morfologi, Contoh Morfologi

Morfologi Bahasa Indonesia, Pengertian Morfologi, Contoh Morfologi

Morfologi Bahasa Indonesia

Pengertian Morfologi Bahasa

Morfologi Bahasa Indonesia adalah ilmu yang mempelajari hal-hal yang berhubungan dengan bentuk kata. Pengertian Morfologi merupakan salah satu cabang Tata bahasa.

Morfologi bahasa Indonesia disebut juga tata bentuk. Di dalam cabang Tata bahasa ini, kata dipelajari dari segi bentuknya saja.

Contoh:

– Kata melukis terdiri dari dua bentuk, yaitu me – dan lukis.

– Kata dilukis terdiri dari dua bentuk, yaitu di – dan lukis.

– Kata melukiskan terdiri dari tiga bentuk, yaitu me-, lukis, dan kan.

Baca Juga: 

Asal-usul Kata

Ada pula cabang ilmu bahasa yang mempelajari asal-usul atau sejarah kata. Secara garis besar ilmu asal-usul kata tersebut dapat dibagi menjadi 2 macam, yaitu:

Etimologi adalah ilmu yang mempelajari dan menyelidiki sejarah kata berdasarkan ilmu pengetahuan.

Contoh:

– Kata sastra berasal dari bahasa Sansekerta dibentuk dari kata sas dan tra

Sas berarti aturan, ajaran, petunjuk, nasihat, agama, atau ilmu pengetahuan.

Tra merupakan akhir yang menyatakan alat.

Sastra adalah ilmu tentang seni bahasa.

– Kata sopir berasal dari bahasa Belanda dari kata chauffeur yang berarti pengemudi.

– Kata senin berasal dari bahasa Arab dari kata itsnaini yang berarti hari kedua.

Volk etimologi

Volk etimologi adalah ilmu yang mempelajari dan menyelidiki sejarah kata yang tidak berdasarkan ilmu pengetahuan melainkan secara serampangan. Etimologi ini disebut juga etimologi rakyat.

Jenis etimologi ini berdasarkan dugaan semata-mata, Karena itu, tidak bisa dipertanggungjawabkan sccara ilmiah.

Contoh ;

  • Kata permaisuri berasal dari kata permai dan suri.

Permai berarti indah atau cantik suri istri raja.

Permaisuri artinya istri raja yang cantik.

  • Kata cangkir berarti nancang pikir.

Kata kerikil berarti keri bila mengenai sikil (kaki).

Arti Kata

Ditinjau dari arti katanya terdapat dua cabang ilmu bahasa, yaitu:

  1. Leksikologi adalah ilmu bahasa yang mempelajari perbendaharaan kata atau arti kata dalam kamus. Di dalam leksikologi dibicarakan pula penggunaan suatu kata.

Contoh:

  • Kata gawang artinya dua tiang yang dihubungkan dengan kayu palang atau dua tiang yang berpalang sebagai tujuan bola.
  • Kata jasa artinya perbuatan yang baik, komisi yang mendamaikan negara yang sedang bersengketa. hadiah, bonus.

Semantik

Semantik adalah ilmu bahasa yang mempelajari makna asal suatu kata dan perkembangan makna itu selanjutnya. Suatu kata pada mulanya mempunyai arti yang terbatas, tetapi lambat-laun arti tersebut mengalami perkembangan.

Contoh:

– Kata makan, semula berarti memasukkan sesuatu melalui mulut atau mengunyah dan menelan sesuatu. Lambat-laun timbullah pemakaian kata tersebut dalam arti yang lain, seperti makan angin, makan biaya, makan bawang, makan besar, makan darah, makan garam, dan sebagainya

– Kata bunga, semula berarti bagian tumbuh-tumbuhan yang menjadi buah yang elok warnanya dan elok baunya. Bunga disebut juga kembang. Akan tetapi, lambat-laun muncullah pemakaian kata-kata tersebut dalam arti lain, seperti: bunga uang, bunga kampung, bunga tidur.

Kata dan Suku Kata

Kata adalah satuan (susunan) bunyi yang engandung suatu pengertian. Bila sebuah kalimat kita potong-potong, maka setiap potongan yang terkecil dan dapat berdiri sendiri itu merupakan kata. Karena itu potongan-potongan tersebut merupakan susunan bunyi.

Contoh:

– Saudagar itu pergi bcrdagang sendirian.

Kalimat tersebut terdiri atas Iima kata, yaitu saudagar, itu, pergi, berdagang, dan sendirian.

– Amir tidak suka menyanyi.

Kalimat di atas terdiri atas empat kata, yaitu Amir, tidak, suka, dan menyanyi.

Di atas telah kita pelajari bahwa setiap suku kata dalam bahasa lndonesia ditandai oleh sebuah vokal, oleh karena itu, jika kita ingin mengetahui sebuah kata terdiri atas berapa suku kata, cukup kita mcnghitung jumlah vokalnya.

Contoh:

  • Kata nol, terdiri dari satu suku kata karena hanya memiliki sebuah vokal, yaitu o.
  • Kata demam, terdiri dari dua suku kata karena memiliki dua vokal, yaitu e dan a.
  • Kata membanting, terdiri dari tiga suku kata karena memiliki tiga vokal, yaitu e, a, dan i

Morfem

Morfem adalah bentuk yang paling kccil dan sudah mempunyai arti. Sebuah kata kadang-kadang terdiri dari satu morfem, kadang-kadang lebih dari satu morfem.

Contoh:

  • Kata jalan, terdiri dari satu morfem, yaitu jalan.
  • Kata berjalan, terdiri dari dua morfem, yaitu her dan jalan.
  • Kata jalan-jalan, terdiri dari dua morfem, yaitu jalan dan morfem ulang (jalan).
  • Kata menjalankan, terdiri dari tiga morfem, yaitu me, jalan dan kan.

Menurut sifatnya, morfem dapat dibagi menjadi dua, yaitu;

1. Morfem bebas

Morfen bebas adalah morfem yang sudah memiliki arti sekalipun tidak melekat dengan morfem lain. Karena itu morfem bebas dapat berdiri sendiri sifatnya.

Contoh:

pandai kertas bagus makan

2. Morfem terikat

Morfem terikat adalah morfem yang mempunyai arti jika bergabung dengan morfem lain. Karena itu dikatakan bahwa morfem itu terikat sifatnya.

Contoh:

Ter – pada tertangkap, terindah

di- pada dilihat, ditanya

me- pada menari, meludah

 

Selanjutnya: Pengertian Fonologi Menurut Para Ahli dan Cabang