Menentukan Ketinggian Benda Pada Gerak Vertikal Ke Bawah

Gambar Gravatar
menentukan ketinggian benda pada gerak vertikal ke bawah
Gerak vertikal ke bawah (GVB) merupakan gerak benda dalam arah vertikal atau tegak yang dimulai dari ketinggian tertentu hingga meraih ketinggian nol atau menjamah dasar. Posisi permulaan benda merupakan pada ketinggian tertentu sedangkan posisi selesai benda merupakan pada titik paling rendah yang dicapainya. Gerak vertikal ke bawah biasanya dibedakan dengan gerak jatuh bebas (GJB) walaupun prinsipnya sama. Pembeda antara gerak vertikal ke bawah dengan gerak jatuh bebas merupakan kecepatan awalnya. Jika pada gerak jatuh bebas kecepatan permulaan benda merupakan nol , pada gerak vertikal ke bawah , kecepatan benda tidak sama dengan nol. Pada potensi ini , Bahan berguru sekolah akan membahas cara menyeleksi ketinggian benda sehabis bergerak t detik pada gerak vertikal ke bawah.

Pengertian Perpindahan dan Ketinggian

Pada gerak lurus , besaran yang biasa digunakan untuk menyatakan selisih antara posisi selesai benda dengan posisi permulaan benda merupakan besaran perpindahan. Perpindahan merupakan besaran fisika yang menyatakan sejauh mana benda berpindah dari posisi awalnya.

Bacaan Lainnya

Berbeda dengan jarak , perpindahan mengacu pada posisi permulaan dan posisi selesai benda. Perpindahan yang dialami oleh suatu benda dapat saja lebih kecil dibandingkan dengan jarak yang ditempuhnya. Ketika suatu benda bergerak dari titik A menuju titik B dan kembali ke titik A , maka perpindahan sama dengan nol atau benda tidak berpindah.

Pada problem tersebut , jarak yang ditempuh benda merupakan sama dengan panjang jarak atau lintasan dari titik A-B-A. Sedangkan perpindahannya sama dengan nol. Konsep jarak dan perpindahan ini mesti kita ketahui agar tidak terjadi kesalahan.

Pada gerak lurus dalam arah mendatar , perpindahan biasanya dilambangkan dengan abjad ‘s’ atau ‘x’ dan sebagainya. Pada gerak vertikal , lantaran perpindahan benda mengobrol pergeseran ketinggian benda , maka perindahan sering dilambangkan dengan abjad ‘h’.

Dengan demikian , dapat kita sebut bahwa perpindahan pada gerak vertikal sama dengan pergeseran ketinggiannya. Akan tapi perlu diamati bahwa ada perbedaan yang fundamental antara ketinggian dengan perpindahan. Penggunaan simbol ‘h’ cuma untuk mencirikan gerak terjadi secara vertikal.

Jika benda beregrak vertikal ke atas , maka perpindahan benda akan sama dengan ketinggiannya. Akan tapi , jika benda bergerak vertikal ke bawah , maka perpindahannya tidak sama dengan ketinggian benda lantaran ketinggian dijumlah dari bawah sedangkan perpindahan GVB dijumlah dari atas.

Misal ada suatu lintasan vertikal A-B-C dengan titik A merupakan titik paling rendah dan titik C merupakan titik tertinggi. Jarak A ke B merupakan 10 m dan jarak B ke C merupakan 5 m. Itu artinya ketinggian B sama dengan 10 m dan ketinggian C sama dengan 15 m.
 
Jika suatu benda bergerak vertikal ke atas dari titik A ke B , maka perpindahannya akan sama dengan ketinggian titik B yakni 10 m. Jika benda bergerak dari titik A ke C maka perpindahannya sama dengan ketinggian titik C yakni 15 m.

Tapi , jika benda bergerak vertikal ke bawah dari titik C ke titik B , maka perpindahannya tidak sama dengan ketinggian B melainkan sama dengan jarak antara C ke B , yakni 5 m. Dalam keadaan ini , jika ditanya ketinggian benda pada dikala berada di titik B , barulah jawabannya sama dengan 10 m lantaran ketinggian benda dijumlah dari titik A ke titik B.

Baca juga : Ciri-ciri dan Kumpulan Rumus Gerak Vertikal ke Bawah.

Ketinggian Benda Setelah t detik

Berdasarkan pola di atas , maka mesti kita ingat bahwa jika ditanya ketinggian benda pada gerak vertikal ke bawah , maka besarnya tidak sama dengan perpindahan benda lantaran perindahan dijumlah dari atas ke bawah sedangkan ketinggian dijumlah dari bawah ke atas.

menentukan ketinggian benda sehabis t detik

Coba amati gambar di atas. Di sini kita misalkan suatu benda bergerak vertikal ke bawah dari ketinggian permulaan sebesar ho dengan kecepatan permulaan sebesar vo. Misalkan posisi permulaan benda merupakan titik A dan titik selesai merupakan bidang datar atau tanah.

Ketika benda bergerak dan meraih titik B , maka pepindahan benda dari titik A ke titik B lazimnya dilambangkan dengan h (Lihat gambar). Untuk problem ini , jika ditanya ketinggian benda sehabis benda meraih titik B , maka jawabannya bukan besar perpindahan (h) melainkan jarak antara titik B ke tanah (h’).

Dari gambar di atas terang terlihat korelasi antara ho , h , dan h’ sehingga ketinggian benda sehabis beregerak selama t detik untuk gerak vertikal ke bawah adalah:

h’ = ho – h

Keterangan :
h’ = ketinggian benda sehabis t detik (dihitung dari tanah)
h = perpindahan benda sehabis t detik (dihitung dari titik permulaan gerak)
ho = ketinggian permulaan benda.

Nah , kita sudah mendapat formula untuk menyeleksi ketinggian benda sehabis t detik. Lalu , bagaimana cara menyeleksi perpindahannya? Besar perpindahan benda (h) dijumlah menggunakan rumus GLBB untuk gerak vertikal ke bawah selaku berikut:

h = vo.t + ½gt2

Keterangan :
h = perpindahan benda sehabis t detik (dihitung dari titik permulaan gerak)
vo = kecepatan permulaan benda (m/s)
g = percepatan gravitasi (m/s2)
t = waktu yang dibutuhkan (s)

Dengan demikian , jika kita substitusikan rumus perpindahan (h) ke rumus ketinggian (h’) , maka kita peroleh rumus selesai selaku berikut:

h’ = ho – (vo.t + ½gt2)

Ketika benda bergerak dari ketinggian tertentu (ho) dan hingga ke tanah , maka dalam hal ini perpindahan benda akan sama dengan ketinggian permulaan benda , yakni sebesar ho sedangkan ketinggian benda dikala itu merupakan nol lantaran berada di tanah.

Baca juga : Ciri-ciri dan Kumpulan Rumus Gerak Vertikal ke Atas.

Share ke Facebook >>Share ke Twitter >>
Cafeberita.com merupakan blog tentang materi belajar. Gunakan hidangan atau pencarian untuk mendapatkan materi berguru yang ingin dipelajari.
Temukan Kursus Bahasa Inggris di Bekasi untuk Menguasai Bahasa Inggris dengan Cepat 1

Salah seorang pakar dan konsultan pendidikan yang kini mengabdikan hidup menjadi guru di pedalaman nun jauh di pelosok Indonesia.

Pos terkait