Max Biaggi Pembalap Moto GP Asal Italia

Max Biag­gi Pem­bal­ap Moto GP Asal Italia - Sebelum nama Valenti­no Rossi mele­sat seba­gai pem­bal­ap leg­en­daris di Moto GP, nama Mas­si­m­il­iano Biag­gi atau yang dike­nal den­gan nama Max Biag­gi sudah menyi­ta per­ha­t­ian pub­lik Moto GP ter­lebih dahu­lu.

Simak Pula Beri­ta Ter­baru Daf­tar Atlet Anggar PON Sulsel di Tiga PON Ter­akhir

Pem­bal­ap Italia kelahi­ran Roma, Italia 26 Juni 1971 ini sem­u­la ingin berkari­er seba­gai pemain sep­ak bola. Namun sejak sang ayah mem­berikan­nya sebuah sepe­da motor, has­rat Biag­gi untuk mem­bal­ap tidak ter­ben­dung.

Ia men­gawali kari­ernya di kelas 125 cc den­gan men­juarai kejuaraan lokal di Italia. Kesuk­sesan­nya kala itu dipu­ji banyak orang. Dan Biag­gi pun memu­tuskan untuk naik ke kelas 250 cc.

Di tahun 1991, Biag­gi bergabung bersama April­ia. Dan ini meru­pakan musim per­ta­manya di kelas 250 cc. Di musim ini Biag­gi kurang begi­tu cemer­lang.

Ter­catat ia hanya bisa menye­le­saikan lom­ba di 2 seri yaitu di GP Pran­cis dan San Mari­no. Itupun Biag­gi hanya mam­pu fin­ish di uru­tan 13 dan 12.

Di akhir musim, Max Biag­gi hanya bera­da di per­ingkat ke 27 den­gan nilai 7 poin. Musim per­ta­manya yang cukup buruk mem­bu­at Biag­gi men­da­p­at pela­jaran. Dan selang semusim ia mam­pu tampil pri­ma.

Simak Pula Por­tu­gal Vs Hun­garia di UEFA EURO 2020 / 2021

Ter­catat ia berhasil men­golek­si 5 podi­um den­gan satu kali berhasil meme­nangkan­nya di GP Afri­ka Sela­tan di sirkuit Kyala­mi.

Di akhir musim Biag­gi berhasil mem­per­bai­ki per­ingkat den­gan men­em­pati posisi ke 5 den­gan per­ole­han 78 poin dibawah Luca Cadalo­ra, Loris Reg­giani, Pier­francesco Chili, dan Hel­mut Bradl.

Di musim 1993, Max Biag­gi masih bersama April­lia kem­bali mam­pu mem­per­bai­ki posisi. Ter­catat ia berhasil meraih 5 podi­um dan 1 kali keme­nan­gan di GP Eropa.

Di akhir musim Biag­gi mam­pu mem­per­bai­ki per­ingkat den­gan per­ole­han poin sebe­sar 142 dan men­dudu­ki per­ingkat 4 dibawah pem­bal­ap Jepang Tet­suya Hara­da, Loris Capirossi, dan Loris Reg­giani.

Semusim kemu­di­an Biag­gi mam­pu memenuhi has­rat­nya untuk meraih gelar juara dunia kelas 250 cc.

Bersama April­ia ia berhasil men­catat 10 kali podi­um den­gan berhasil mere­but 5 kali keme­nan­gan. Biag­gi berhasil meraih keme­nan­gan di GP Aus­tralia, Malaysia, Ceko, Belan­da, dan juga Eropa.

Ia berhasil mengumpulkan total 234 poin dan berhak mem­per­oleh gelar juara dunia den­gan men­galahkan pem­bal­ap Jepang Tadayu­ki Oka­da dan rekan sene­garanya Loris Capirossi.

Max Biag­gi akhirnya berhasil mem­per­ta­hankan gelar juara dunia 250 cc hing­ga musim 1997. Ter­catat ia sudah berhasil men­golek­si 22 keme­nan­gan den­gan 33 kali berhasil meraih podi­um.

Simak Pula Atleti­co Madrid vs Liv­er­pool : Sime­one Menang di Anfield

Den­gan keber­hasi­lan­nya di kelas 250 cc, Biag­gi difa­voritkan akan mam­pu meraih suk­ses di kelas bergengsi 500 cc. Dan di musim 1998, Max Biag­gi memu­tuskan untuk naik kelas. Di musim per­ta­manya ia bergabung den­gan team Kanemo­to den­gan men­gen­darai Hon­da NSR500.

Di musim per­ta­manya ini, Biag­gi lang­sung mengge­brak den­gan meraih 8 kali podi­um dan 2 diantaranya berhasil men­ja­di juara di GP Jepang dan Ceko.

Biag­gi mam­pu men­gakhiri musim di bawah Mick Doohan yang berhasil men­ja­di juara den­gan men­dudu­ki per­ingkat dua den­gan per­ole­han poin sebe­sar 208.

Dimusim 1999, prestasi Max Biag­gi melorot. Ia hanya mam­pu meraih 7 kali podi­um dan hanya mam­pu meraih 1 kali juara.

Kepin­da­han­nya ke Yama­ha disinyalir men­ja­di penye­bab menu­run­nya prestasi Biag­gi. Di akhir musim Biag­gi harus puas bera­da di per­ingkat 4 den­gan per­ole­han poin 194.

Biag­gi harus puas bera­da di bawah pem­bal­ap Spany­ol Alex Criv­ille, Ken­ny Roberts Jr, dan Tadayu­ki Oka­da.

Semusim kemu­di­an Biag­gi mam­pu mengem­ba­likan per­for­manya. Ia ter­li­hat sudah bisa men­gua­sai kuda besi Yama­ha yang ia tung­gan­gi. Ter­catat ia berhasil meraih 4 podi­um dan 2 kali keme­nan­gan di GP Ceko dan Aus­tralia.

Namun di akhir musim ia harus puas bera­da di belakang Ken­ny Roberts Jr dan rekan sene­garanya Valenti­no Rossi.

Ia berhasil mengumpulkan 170 poin dan harus puas di posisi keti­ga.

Dimusim 2001 dan 2002, Biag­gi mam­pu tampil lebih baik. Ia mam­pu meri­ah total 17 kali podi­um dan 5 kali keme­nan­gan. Namun usa­ha ini belum mam­pu mem­bawa Biag­gi meraih gelar juara dunia kelas 500 cc.

Pasal­nya ia harus meny­er­ah dari sang leg­en­da Moto GP Valenti­no Rossi. Di tahun 2003, Biag­gi memu­tuskan untuk pin­dah ke tim Sito Pons Hon­da. Namun kepu­tu­san­nya pin­dah jus­tru mem­bu­at per­for­manya tidak kun­jung mem­baik.

Ia memang berhasil meri­ah total 18 kali podi­um sela­ma mem­bela Sito Pons di musim 2003 dan 2004.

Namun ter­catat Max Biag­gi hanya mam­pu meraih 3 kali keme­nan­gan di dua musim­nya bersama Hon­da. Dan lagi-lagi Rossi yang berhasil mere­but gelar juara dunia.

Di musim 2005, Biag­gi pin­dah ke tim pabrikan Rep­sol Hon­da HRC meng­gan­tikan Valenti­no Rossi yang memil­ih hengkang ke Yama­ha.

Den­gan motor yang lebih kom­peti­tif, Max Biag­gi dipredik­si bakal mam­pu menyain­gi Rossi dan juga Sete Giber­nau.

Namun predik­si ting­gal predik­si. Biag­gi tidak mam­pu mem­berikan podi­um keme­nan­gan untuk Hon­da. Ia hanya mam­pu meraih 4 kali podi­um.

Dan Biag­gi harus puas den­gan bera­da di posisi 5 den­gan poin 173 dan mere­lakan Valenti­no Rossi men­ja­di juara.

Dan diakhir musim ia memu­tuskan hengkang ke ajang Super­bike. Dan dis­analah Biag­gi mam­pu men­ja­di juara di tahun 2010.

Dan saat ini Max Biag­gi sedang memimpin klase­men semen­tara ajang World Super­bike musim 2012.

Kali­mat Yang Berkai­tan Den­gan Artikel :

bio­da­ta max biag­gi, Prestasi max bia­gi di musim 2004, Prestasi max bia­gi bersama hon­da tahun 2004, Artikel max biag­gi, prestasi max biag­gi di moto gp, Prestasi max biag­gi, nama pem­bal­ap max, max biag­gi bio­da­ta, biograpi max biag­gi, bio­da­ta rid­er moto gp max biag­gi

Pos terkait