Mappabotting upacara perkawinan bugis
instagram/iqramakeup

Tradisi Mappabotting, Upacara Adat Perkawinan Suku Bugis

Diposting pada

Apa itu Tradisi Mappabotting? Perkawinan bagi masyarakat Suku Bugis merupakan sebuah kewajiban untuk menyempurnakan kehidupan. “Elokni ri pakkalepu” yang artinya akan diutuhkan menjadi manusia.

Sebaiknya cari tahu juga mengenai tradisi sunda, tradisi jawa, tradisi di indonesia, contoh tradisi, fungsi tradisi, tradisi dan maknanya, tradisi budaya adalah, 10 tradisi sunda, artikel tradisi sunda, materi tradisi sunda, tradisi sunda di jawa barat, karangan tradisi sunda, contoh tradisi sunda nyaeta, tradisi sunda munggahan, infografik tradisi sunda

Peribahasa ini selalu diungkapkan kepada pasangan Suku Bugis yang hendak menikah.

Baca Juga Nasionalisme sebagai Prospek Belajar

Ada banyak tahapan adat yang harus dilalui sepasang kekasih sebelum menuju ke perkawinan.

Tradisi ini disebut dengan Mappabotting

Tradisi Mappabotting dalam Bahasa Bugis berarti melaksanakan perkawinan.

Tujuannya tidak hanya menyatukan kedua insan dalam sebuah bahtera rumah tangga, akan tetapi menyatukan dua keluarga besar.

Oleh karena itu, setiap anak perempuan dan laki-laki Suku Bugis diharapkan bisa mendapatkan jodoh dari lingkungan keluarga, baik dari pihak ibu maupun pihak ayah.

Dengan alasan untuk mempererat hubungan antar keluarga, perjodohan pun dibatasi hanya untuk sesama keluarga Bugis.

Perkawinan akan menjadi larangan apabila dilakukan antara kerabat genealogis dengan Suku Makassar.

Upacara atau pesta perkawinan Mappabotting umumnya dilaksanakan di rumah masing-masing mempelai.

Barulah ketika akad nikah, semua kegiatan dilangsungkan di rumah mempelai perempuan diawali dengan tahap mappenre botting atau mengantar pengantin.

Baca Juga Gerakan Buruh dalam Sejarah Politik Indonesia

Secara garis besar, tradisi Mappabotting dibagi menjadi tiga tahap yaitu upacara pra perkawinan, pesta perkawinan, dan pasca perkawinan.

Setelah terjadi kesepakatan tanggal pernikahan dan undangan sudah disebar maka agenda selanjutnya adalah mappatettong sarapo atau mendirikan bangunan yang terpisah dengan rumah induk keluarga mempelai perempuan.

Bangunan ini nantinya difungsikan sebagai pelaminan pada hari pernikahan.

Sementara menunggu hari pernikahan, pengantin dirawat, dimandikan, digelarkan acara khatam quran serta pembacaan barzanji atau ungkapan rasa syukur kepada Allah SWT.

Setelah itu, calon pengantin disucikan atau mapacci.

Mapacci adalah ritual yang kental nuansa batin dan sarat akan makna.

Tujuannya untuk menyucikan pengantin dan membulatkan niat baik antara keduanya dalam membangun keluarga.

Serangkaian tradisi pra perkawinan selesai dilaksanakan kemudian tibalah hari perkawinan.

Kegiatan adat Bugis hampir sama seperti perkawinan di Indonesia pada umumnya.

Yang membedakan adalah pada saat seusai akad nikah, mempelai pria dituntun oleh orang yang dituakan menuju ke dalam kamar mempelai wanita untuk ipasikawara atau diperse – se – tubuh – kan.

Pengantin pria dipersilahkan menyentuh beberapa bagian tubuh perempuan yang telah dinikahinya sebagai simbol titik awal keberkahan dan kebahagiaan dalam rumah tangganya.

Setelah pesta pernikahan usai, masih ada rangkaian acara lain di antaranya malluka, ziarah kubur, dan massita beseng.

Barulah keesokan harinya, acara dilanjutkan dengan ziarah kubur ke makam-makam leluhur.

Lalu dilanjutkan dengan kunjungan ke beberapa kerabat dan keluarga dekat atau Massita Beseng.

Penulis : sarisyahrial – Tradisi Mappabotting
Sumber : South Sulawesi

Pengertian Tradisi

Tradisi atau kebiasaan (Latin: traditio, “dilanjutkan”) yakni satu bentuk tindakan yang sedang dilakukan berulang-kali secara sama. Masalah ini pun memperlihatkan jika orang itu mencintai tindakan itu.

Kebiasaan yang diulang ini dijalankan secara terus-terusan sebab dianggap berfaedah buat satu kelompok orang, hingga satu kelompok orang itu melestarikannya. Kata “Tradisi” diambil dari bahasa latin ”Tradere” yang memiliki makna mentransmisikan dari 1 tangan ke tangan lain untuk dilestarikan.

Tradisi untuk beberapa umumnya diketahui jadi satu wujud kebiasaan yang punya serangkaian kejadian riwayat kuno. Tiap-tiap tradisi diciptakan untuk beberapa arah, seperti arah taktis atau arah budaya dalam beberapa waktu.

Bila kebiasaan udah diterima oleh orang dan dijalankan secara berulang kali, karenanya semua perlakuan yang berseberangan dengan kebiasaan dapat dirasa jadi tindakan yang menyalahi hukum.

Cari tahu juga : madduta adalah, susunan acara mapparola, sompa adalah, mappenre doi adalah, botting artinya, mapparola adalah, isi leko adat bugis, naskah mappasiarekeng

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.