Macam-Macam Sendi Menurut Arah Dan Sifat Pergerakan

Cafeberita.com — Ben­tuk dan Fungsi Sen­di. Hubun­gan antar tulang di dalam badan dise­but artiku­lasi atau lebih dipa­ha­mi den­gan perumpa­maan persendi­an. Persendi­an yakni kore­lasi antara dua atau lebih tulang yang meli­batkan struk­tur khusus yang dise­but sen­di. Sendi­lah yang memu­ngkinkan artiku­lasi untuk sang­gup berg­er­ak sehing­ga otot sang­gup meng­ger­akkan rangkah dan badan sang­gup berg­er­ak. Jika kita amati , perg­er­akan badan cukup beragam. Ada ger­akan yang sifat­nya ter­batas ada pula yang sifat­nya lelu­asa. Mis­al­nya siku dan lutut yang sang­gup ditekuk atau tan­gan yang sang­gup melakukan ger­akan tari , leher yang sang­gup berputar , dan seba­gainya. Ger­akan-ger­akan terse­but ter­ja­di alasan­nya yakni adanya persendi­an dan menu­rut arah perg­er­akan­nya , sen­di sang­gup dibedakan men­ja­di beber­pa jenis. Pada poten­si ini , Bahan men­car ilmu seko­lah akan mema­parkan beber­a­pa macam sen­di menu­rut struk­tur , arah ger­ak , dan sifat perg­er­akan­nya.

Pengertian dan Fungsi Sendi

Sen­di yakni struk­tur khusus yang bera­da di antara tulang atau bab dari artiku­lasi. Sen­di ter­ben­tuk dari sebuah kar­ti­la­go atau tulang bere­siko yang ada di wilayah sen­di. Daer­ah sen­di sang­gup diper­hatikan pada gam­bar pros­es pem­ben­tukan tulang atau osi­fikasi tepat­nya bera­da di luar atas wilayah epi­fi­sis.

Bacaan Lain­nya

Pros­es pem­ben­tukan sen­di dim­u­lai den­gan mem­be­sarnya kar­ti­la­go pada wilayah sen­di dis­usul den­gan ter­ben­tuknya jaringan ikat pada ked­ua ujungnya. Ked­ua ujung kar­ti­la­go terse­but akan mem­ben­tuk sel-sel tulang. Pada ked­ua ujungnya juga ter­da­p­at cairan sinovial yang dihasilkan oleh mem­bran sinovial. Cairan ini­lah yang berfungsi selaku pelumas tulang.

Secara garis besar , sen­di ter­susun atas beber­a­pa kom­po­nen , yaitu:
1. Lig­a­men : menghubungkan bab luar ujung tulang den­gan sen­di dan meja­ga posisi sen­di
2. Kar­ti­la­go hialin : melapisi ked­ua ujung tulang dan meja­ga tulang dari ben­tu­ran
3. Kap­sul sen­di : menghubungkan dua tulang pada persendi­an
4. Mem­bran sinovial : sela­put sen­di men­cip­takan minyak pelumas tulang
5. Cairan sinovial : cairan pelumas tulang dan ruang sen­di.

Seba­gai bab dari metode ger­ak , sen­di memi­li­ki per­anan pent­ing yang memu­ngkinkan insan untuk melakukan banyak sekali ger­akan. Sen­di akan berg­er­ak di saat otot berg­er­ak. Jika diba­has lebih rin­ci , berikut beber­a­pa fungsi dari sen­di bagi tubuh:
1. Bersama den­gan tulang menopang berat tubuh
2. Mem­berikan kebe­basan dan memu­ngkinkan perg­er­akan
3. Seba­gai poros anggota ger­ak
4. Mem­berikan kesta­bi­lan pada tubuh
5. Mence­gah ben­tu­ran atau gore­san antar tulang.

Jenis Sendi Berdasarkan Arah Gerak

Berdasarkan arah ger­akan yang sang­gup dilakukan­nya , sen­di sang­gup dibedakan men­ja­di beber­a­pa macam , yakni sen­di engsel , sen­di lun­cur , sen­di pelana , sen­di pelu­ru , sen­di putar , dan sen­di kon­doloid.

#1 Sen­di Engsel
Sesuai den­gan namanya , sen­di engsel yakni sen­di yang arah ger­akan­nya meyeru­pai engsel. Pada sen­di engsel , ked­ua ujung tulang yang berafil­iasi mem­ben­tuk engsel dan berporos satu sehing­ga ger­akan­nya cuma dpa­ta ter­ja­di satu arah. Sen­di engsel sang­gup dida­p­atkan pada siku , mata kaki , lutut , dan ruas antar­jari.

#2 Sen­di Lun­cur
Sen­di lun­cur atau sen­di geset sang­gup dil­i­hat pada perge­lan­gan tan­gan , tela­pak tan­gan , perge­lan­gan kaki , tulang belikat , atau pada tulang selang­ka. Pada persendi­an ini , ujung ked­ua tulang yang berafil­iasi con­dong rata dan tidak berporos sehing­ga memu­ngkinkan ger­akan memindah yang kaku.

#3 Sen­di Pelana
Sen­di pelana yakni sen­di yang sang­gup men­cip­takan ger­akan dua arah atau berporos dua. Pada sen­di pelana , salah satu ujung tulangnya beru­pa pelana dan ujung yang lain masuk ke dalam­nya sehing­ga men­cip­takan ger­akan yang sedik­it bebas mirip ger­akan orang naik kuda. Con­toh sen­di pelana antaralain sen­di antara tulang tela­pak tan­gan den­gan perge­lan­gan tan­gan dan ruas jari.

#4 Sen­di Pelu­ru
Sen­di pelu­ru yakni sen­di yang sang­gup berg­er­ak ke segala arah. Pada sen­di pelu­ru , salah satu ujung tulang beru­pa bong­gol dan ujung tulang lain beru­pa lekuk seumpa­ma mangkuk. Bagian bong­gol akan masuk ke bab lekuk sehing­ga memu­ngkikan ger­akan berporos tiga yang bebas ke segala arah. Sen­di pelu­ru sang­gup dida­p­atkan pada sen­di antara tulang gelang pang­gul den­gan paha , dan antara tulang lengan atas den­gan tulang gelang bahu.

#5 Sen­di Putar
Sesuai den­gan namanya , sen­di putar yakni sen­di yang sang­gup men­cip­takan ger­akan memu­tar. Pada sen­di ini , ujung salah satu tulang men­gi­tari ujung tulang yang lain mem­ben­tuk cincin sehing­ga memu­ngkinkan ger­akan rotasi den­gan satu poros. Salah satu ref­er­en­si sen­di putar yakni sen­di antara tulang atlas dan tulang aksis yang memu­ngkinkan kepala untuk mengge­lang atau berputar.

#6 Sen­di Kon­doloid
Sen­di kon­doloid atau sen­di elip­soid yakni sen­di yang men­cip­takan ger­akan berpo­ras dua den­gan arah ger­akan ke kanan dan ke kiri , ke depan dan ke belakang. Dise­but elip­soid alasan­nya yakni salah satu ujung tulang beru­pa oval dan masuk ke dalam lekuk beru­pa elips. Sen­di kon­doloid sang­gup dida­p­atkan pada sen­di antrat­u­lang pengumpil , tulang has­ta , dan antara tulang perge­lan­gan tan­gan.

Baca juga : Kelainan atau Gang­guan Pada Sis­tem Ger­ak.

Jenis Persendian Berdasarkan Sifat Pergerakan

Persendi­an atau sen­di memi­li­ki kebe­basan yang berbe­da-beda sehing­ga men­cip­takan sifat ger­akan yang berlainan pula. Jika dit­in­jau menu­rut sifat perg­er­akan­nya , maka persendi­an sang­gup dibedakan men­ja­di tiga jenis , yakni sen­di ger­ak , sen­di kaku , dan sen­di mati.

Macam-macam sendi dan fungsinya

#1 Sen­di Ger­ak (Diartro­sis)
Dise­but sen­di ger­ak alasan­nya yakni sen­di ini memu­ngkinkan ger­akan yang lelu­asa. Sen­di ger­ak yakni sen­di yang menyusun persendi­an diartro­sis , yakni persendi­an yang ked­ua ujungnya tidak dihubungkan oleh jaringan sehing­ga memu­ngkinkan banyak ger­akan. Persendi­an diartro­sis dise­but juga persendi­an sinovial.

Sen­di ger­ak dibedakan men­ja­di beber­a­pa macam menu­rut arah ger­aknya yakni sen­di engsel , sen­di lun­cur , sen­di pelana , sen­di putar , sen­di pelu­ru , dan sen­di kon­doloid. Men­ge­nai keenam jenis terse­but telah diba­has pada bab jenis sen­di menu­rut arah ger­ak di atas.

Berikut beber­a­pa ciri-ciri persendi­an diartro­sis:
1. Tulang berjumpa di mangkuk sen­di yang men­gan­dung mem­bran sinovial
2. Per­mukaan sen­di dilapisi oleh sela­put berser­abut
3. Bagian dalam kap­sul men­cip­takan cairan sinovial untuk melumasi sen­di
4. Beber­a­pa sela­put fibrous diperku­at den­gan lig­a­men
5. Ter­da­p­at alas kar­ti­la­go ser­abut di bab dalam kapusl sen­di.

#2 Sen­di Kaku (Amfi­artro­sis)
Sen­di kaku yakni sen­di yang bera­da pada persendi­an amfi­artro­sis , yakni persendi­an yang ked­ua ujung tulangnya dihubungkan oleh kar­ti­la­go atau tulang bere­siko sehing­ga masih memu­ngkinkan sedik­it ger­akan. Ger­akan ynag dihasilkan persendi­an amfi­artro­sis bersi­fat ter­batas.

Berdasarkan jaringan penghubungnya , amfi­ra­tro­sis dibedakan men­ja­di dua jenis , yaitu:
1. Simpi­fi­sis : dihubungkan oleh kar­ti­la­go ser­abut pip­ih
2. Sin­desmo­sis : dihubungkan oleh jaringan ikat ser­abut dan lig­a­men.

Simpi­fi­sis sang­gup dida­p­atkan pada kore­lasi antar tulang belakang dan pada tulang kemalu­an yang dise­but sim­fi­sis pubis. Sedan­gkan sin­desmo­sis sang­gup dida­p­atkan pada kore­lasi antar tulang betis dan tulang ker­ing. Kare­na dihubungkan den­gan kar­ti­la­go , persendi­an ini juga dise­but sen­di kar­ti­la­go.

#3 Sen­di Mati (Sinartro­sis)
Sen­di mati yakni sen­di yang bera­da pada persendi­an sinartro­sis , yakni persendi­an yang dihubungkan den­gan dekat oleh jaringan ikat. Jaringan ikat terse­but lalu men­gala­mi pengerasan atau menu­lang sehing­ga persendi­an sinartro­sis sama sekali tidak sang­gup dig­er­akkan.

Kare­na tidak memu­ngkinkan adanya ger­akan , maka sen­di terse­but dise­but selaku sen­di mati. Berdasarkan jaringan ikat yang menyusun­nya , persendi­an sinartrosi dibedakan men­ja­di du jenis , yaitu:
1. Sin­fi­bro­sis : dihubungkan oleh jaringan ikat ser­abut padat
2. Sinkon­dro­sis : dihubungkan oleh kar­ti­la­go hialin

Sin­fi­bro­sis sang­gup dida­p­atkan pada kore­lasi antar tulang tengko­rak yang dise­but sutu­ra. Oleh alasan­nya yakni itu , sen­di sin­fi­bro­sis dise­but juga den­gan perumpa­maan suture. Sinkon­dro­sis sang­gup dida­p­atkan pada kore­lasi antar ruas-ruas tulang belakang dan tulang rusuk.

Share ke Face­book »Share ke Twit­ter »
Cafeberita.com yakni blog ihw­al materi bela­jar. Gunakan hidan­gan atau pen­car­i­an untuk men­da­p­atkan materi men­car ilmu yang ingin dipela­jari.

Pos terkait