Macam Macam Bahasa Indonesia, Berikut 10 Diantaranya
Macam Macam Bahasa Indonesia, Berikut 10 Diantaranya

Macam Macam Bahasa Indonesia, Berikut 10 Diantaranya

Berikut ini ada 10 macam macam bahasa Indonesia yang perlu diketahui. Bahasa ini berasal dari berbagai wilayah yang ada di berbagai wilayah. Dari Sabang sampai Marauke.

Terdiri dalam banyak pulau membuat Indonesia pula mempunyai banyak Bahasa. Menurut data paling akhir Bidang Peningkatan Pembimbingan Bahasa Kementerian Pengajaran Kebudayaan disebut Indonesia punya 652 bahasa wilayah.

Tapi pemakai bahasa wilayah ini tambah berkurang lantaran jarang-jarang digunakan dalam omongan setiap hari. Olehnya itu harus selalu dijaga.

Read More: Macam-Macam Bahasa dan Perkembangan Bahasa

Macam macam bahasa Indonesia

1. Bahasa Jawa

Macam macam bahasa Indonesia yang harus dijaga adalah Bahasa Jawa. Beruntung masihlah banyak digunakan oleh sejumlah besar orang di Jawa sisi tengah serta timur. Sampai di luar negeri juga ada pengucap-penutur Bahasa Jawa, salah satunya Suriname, Kaledonia Anyar, Malaysia, serta Singapura.

Bahasa Jawa punya tahapan-tahapan, seperti Ngoko, Madya, serta Krama. Bahasa Jawa pula mempunyai beberapa aksen, salah satunya aksen Banten, Banyumas, Blora, Brebes, Bumiayu, Cirebon, Kedu, Madiun, Malang, Pantura Timur (Jepara, Rembang, Demak, Kudus, Pati), Pantura Jawa Timur (Tuban, Bojonegoro) Pekalongan, Semarang, Serang, Surabaya, Surakarta, Suriname, serta Tegal.

2. Bahasa Sunda

Bahasa Sunda banyak dipaparkan oleh orang pulai Jawa sisi barat. Tidak cuma mereka masih tinggal di Jawa sisi Barat dan juga oleh masyarakat Sunda yang udah migrasi ke lain tempat. Macam macam bahasa Indonesia ini juga harus dijaga kelestariannya.

Sama dengan Bahasa Jawa, Bahasa Sunda pula punya beberapa aksen salah satunya aksen barat (Banten Selatan), aksen utara (Bogor, serta sekelilingnya), aksen selatan/aksen Priangan (Bandung serta sekelilingnya, aksen tengah timur (Majalengka serta sekelilingnya), aksen timur laut (Kuningan serta sekelilingnya), aksen tenggara (Ciamis serta sekelilingnya).

3. Bahasa Madura

Macam macam bahasa Indonesia selanjutnya adalah dari Madura. Dugunakan oleh orang di pulau Madura serta teritori pantai utara Jawa Timur (Probolinggo serta sekelilingnya). Bahasa Madura pula banyak dipaparkan di Surabaya serta sekelilingnya, Malang serta sekelilingnya, kepulauan Masalembo, sampai Kalimantan.

Bahasa Madura banyak tergoda oleh bahasa Jawa, Melayu, Bugis, Tionghoa, dan seterusnya. Banyak juga ujaran dari bahasa ini yang berakar pada bahasa Melayu, bahkan bahasa Minangkabau.

4. Bahasa Minangkabau

Selanjutnya macam macam bahasa Indonesia yang juga harus selalu dilestarikan datang dari Minangkabau. Bahasa Minangkabau dipaparkan oleh orang di Propinsi Sumatera Barat, sisi barat Riau, serta Negeri Sembilan, Malaysia. Terkecuali itu pula ada di banyak wilayah, lantaran orang Minangkabau banyak yang mengelana ke luar wilayahnya.

Read More: Pengertian Bahasa Baku dan Tidak Baku dan Contohnya

5. Bahasa Musi

Tak boleh dilewatkan macam macam bahasa Indonesia yang harus selalu dijaga pula adalah dari Musi. Bahasa Musi ialah bahasa yang dipaparkan oleh orang di sejauh hilir serta hulu sungai Musi, Propinsi Sumatera Selatan. Bahasa Musi di kenal juga sebagai bahasa Sekayu serta bahasa Palembang.

6. Bahasa Bugis

Bahasa Bugis ialah bahasa yang dipaparkan oleh orang di Sulawesi Selatan. Terkecuali itu, bahasa ini pula dipaparkan di wilayah lain salah satunya propinsi di sulawesi kecuali Sulawesi Selatan, Kalimantan, Maluku, Papua, Sumatera, juga di Sabah, Malaysia.

7. Bahasa Banjar

Macam macam bahasa Indonesia selanjutnya datang dari Bahasa Banjar. Bahasa Banjar ialah bahasa yang dipaparkan oleh suku Banjar di Kalimantan Selatan. Bahasa ini pula dipaparkan di wilayah lain seperti Kalimantan tengah, Kalimantan Timur, serta Kabupaten Indragiri Hulu, Riau. Di luar negeri, bahasa Banjar pula dipaparkan oleh suku Banjar di Malaysia. Bahasa ini banyak dikuasai oleh bahasa Melayu, Jawa, serta Dayak.

8. Bahasa Aceh

Bahasa Aceh ialah bahasa yang dipaparkan oleh suku Aceh yang ada di pesisir, sejumlah pedalaman, serta sejumlah kepulauan Aceh. Bahasa ini dipaparkan di Propinsi Aceh terkecuali 3 kecamatan di Aceh Timur yang memakai bahasa Gayo, serta 1 kecamatan di Aceh Barat Daya yang memakai bahasa Kluet.

Bahasa Aceh terhitung dalam group bahasa Chamic, cabang dari rumpun bahasa Melayu-Polinesia, cabang dari rumpun bahasa Austronesia.

Bahasa-bahasa yang punyai kekeluargaan paling dekat dalam bahasa Aceh ialah bahasa Cham, Roglai, Jarai, Rade dan 6 bahasa yang lain dalam rumpun bahasa Chamic. Bahasa-bahasa yang lain yang berkerabat dalam bahasa Aceh ialah bahasa Melayu dan bahasa Minangkabau.

Di tahun 1931 pemerintahan Hindia Belanda di Aceh menginginkan agar bahasa Aceh dipakai selaku bahasa pengantar di beberapa sekolah rakyat, dari sisi bahasa Melayu yang sempat dipakai awal mulanya.

Akan tetapi beberapa cendikiawan Aceh yang salah satunya terdiri dalam beberapa figur ulee balang tak mempersetujui tujuan pemerintahan Hindia Belanda itu. Beberapa cendikiawan Aceh merasa usaha pemerintahan itu bakal menghalang mengembangnya bahasa Melayu di Aceh.

Karena itu bakal menghalangi rakyat Aceh buat pahami bahasa itu yang sangat dibutuhkan untuk peningkatan ekonomi mereka, dan dalam terkait dengan bangsa-bangsa lain disekelilingnya. Tapi pemerintahan Hindia Belanda di Aceh masih bertahan buat menjalankan ide itu.

Karena itu pada tanggal 1 Juli 1932, pemerintahan Hindia Belanda menentukan secara sah penggunaan bahasa Aceh selaku bahasa pengantar di beberapa sekolah rakyat selaku alternatif bahasa Melayu terkecuali di sebagian wilayah yang tak ditinggali oleh etnis Aceh.

Walau bahasa Aceh sudah dikukuhkan selaku bahasa pengantar semenjak tanggal l Juli 1932, tapi bahasa Melayu pada beberapa sekolah tetap masih dipakai.

Berdasar laporan umum pemerintahan Hindia Belanda mengenai pengajaran di Aceh di tahun 1933 dan tahun 1934, masih ditemui 88 buah sekolah rakyat yang ada di beberapa kota besar di Aceh yang gunakan bahasa Melayu selaku bahasa pengantar, dan lainnya (sejumlah 207 buah) sudah gunakan bahasa Aceh selaku bahasa pengantar.

Sekolah yang sudah gunakan bahasa Aceh selaku bahasa pengantar adalah Langsa 16 sekolah, Lhok Seumawe 60 sekolah, Sigli 42 sekolah, Kutaraja 42 sekolah, Meulaboh 30 sekolah dan Tapak Tuan 17 sekolah. Sedang beberapa sekolah yang masih gunakan bahasa Melayu adalah Langsa 38 sekolah, Lhok Seumawe 5 sekolah, Sigli 6 sekolah, Kutaraja 7 sekolah, Meulaboh 1 sekolah dan Tapak Tuan 34 sekolah.

Menurut J. Jongejans yang memegang selaku residen di Aceh semenjak 5 Maret 1936 sampai bulan September 1938, di tahun 1939 dari 328 buah jumlah sekolah rakyat yang ada di semuanya Aceh, 210 buah salah satunya sudah gunakan bahasa Aceh selaku bahasa tolong/pengantar di sarnping bahasa Melayu.

Read More: Macam-macam Bahasa yang Ada di Dunia dan yang Paling Banyak Digunakan

9. Bahasa Bali

Bahasa Bali ialah bahasa yang dipaparkan oleh Orang di pulau Bali, Lombok sisi barat, serta sedikit ujung timur pulau Jawa. Di Lombok, bahasa Bali dipaparkan khususnya di seputar kota Mataram, dan di pulau Jawa dipaparkan di sejumlah kampung di Banyuwangi.

Bahasa Bali miliki beberapa jenis aksen, salah satunya aksen Daratan Rendah Bali (Klungkung, Karangasem, Buleleng, Gianyar, Tabanan, Jembrana, Badung), Daratan Tinggi Bali (“Bali Aga “), serta Nusa Penida.

10. Bahasa Betawi

Bahasa Betawi ialah bahasa yang dipaparkan oleh orang Betawi di wilayah Jakarta. Bahasa ini sebagai anak dari bahasa Melayu. Bahasa Betawi sebagai bahasa kreol (percampuran) yang berdasar pada bahasa Melayu Pasar ditambah lagi bagian bahasa Sunda, Jawa, Bali, Tiongkok sisi Selatan (khususnya Hokkian), Arab, serta Eropa (khususnya Belanda serta Portugis). Tak ada susunan baku dengan bahasa ini yang membandingkan dalam bahasa Melayu, lantaran bahasa ini berkembang secara alami.

Itulah macam macam bahasa Indonesia yang harus selalu dijaga kelestariannya. Jangan biarkan ke-10 bahasa tersebut di atas punah digilas zaman.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.