Beranda Pendidikan Macam-Macam Bahasa dan Perkembangan Bahasa

Macam-Macam Bahasa dan Perkembangan Bahasa

416
0
Macam-Macam Bahasa dan Perkembangan Bahasa
Unsplash/sean Kong

Macam-macam bahasa dan perkembangan bahasa. Berikut dibahas mulai dari pengertian bahasa, fungsi, bentuk, rumpun, hingga contoh-contohnya.

Macam-Macam Bahasa dan Perkembangan Bahasa

1. Pengertian Bahasa

Pengertian Bahasa Bahasa ialah ucapan, pikiran, dan perasaan seseorang yang teratur, dan digunakan sebagai alat komunikasi antaranggota masyarakat.

Bahasa terdiri dari dua bagian, yaitu bagian lahir dan bagian makna. Bagian lahir berupa bunyi yang teratur.

lnilah yang dinamakan bentuk bahasa. Sedangkan bagian makna berupa pikiran dan perasaan manusia. lnilah yang dinamakan isi bahasa.

Baca Juga: Semantik Bahasa Indonesia, Berikut Pembahasannya

2. Fungsi Bahasa

Bahasa mempunyai bermacam-macam fungsi. Menilik tujuannya, fungsi bahasa dapat dibedakan menjadi;

A. Tujuan praktis, bahasa digunakan sebagai alat komunikasi antaranggota masyarakat dalam pergaulan hidup sehari-hari.

B. Tujuan kultural, bahasa digunakan sebagai alat untuk menyimpan, menyebarkan, dan mengembangkan kebudayaan.

C. Tujuan filologis, bahasa digunakan sebagai alat untuk menyelidiki benda-benda purbakala, khususnya yang berbentuk naskah-naskah kuno.

D. Tujuan artistik, bahasa digunakan sebagai alat untuk menyampaikan rasa estetis manusia melalui seni sastra.

E. Tujuan politis, bahasa digunakan sebagai alat untuk mempersatukan bangsa dan untuk menyelenggarakan administrasi pemerintahan.

F. Tujuan edukatif, bahasa digunakan sebagai alat untuk menyimpan dan mengembangkan ilmu pengetahuan.

3. Bentuk Bahasa

Dilihat dari Cara penyampaiannya, bahasa dapat dibagi dalam 3 bentuk, yaitu:

1. Bahasa lisan

Bahasa Iisan adalah bentuk bahasa yang diucapkan atau dilisankan. Alat yang dipergunakan untuk menyampaikannya berupa bunyi.

Untuk memperjelas bahasa lisan, digunakan intonasi atau lagu kalimat. Bahasa lisan kita gunakan dalam pergaulan hidup sehari-hari.

2. Bahasa tulisan

Bahasa tulisan adalah bentuk bahasa yang dipergunakan secara tertulis. Alat yang dipergunakan untuk menyampaikannya berupa tulisan.

Untuk memperjelas bahasa tulisan digunakanlah fungtuasi atau tanda baca.

Bahasa tulisan pada umumnya digunakan dalam surat-menyurat, administrasi kenegaraan, perundang-undangan, dan sebagainya.

3. Bahasa isyarat

Bahasa isyarat adalah bentuk bahasa yang disampaikan melalui gerak-gerik.

Alat yang dipergunakan untuk menyampaikannya berupa pantomimik (gerak-gerik anggota badan) dan mimik (perubahan taut muka).

Bahasa isyarat banyak dipergunakan oleh orang-orang tunanetra, tunarungu, tunawicara, ataupun dalam kepramukaan.

Bahasa isyarat juga sering digunakan untuk memperjelas bahasa Iisan.

Baca Juga : Pengertian Fonologi Hingga Fonem Bahasa Indonesia

Itulah sekilas mengenai perkembangan bahasa selanjutnya mengenai macam-macam bahasa, seperti yang ada di bawah ini :

4. Macam-macam Bahasa

Ada beberapa macam-macam bahasa yang perlu kita perhatikan, yaitu:

A. Idiolek

Idiolek adalah keseluruhan ciri-ciri ucapan perseorangan. Kita tahu bahwa setiap orang memiliki ciri-ciri ucapan yang berbeda.

Hal itu terbukti bila kita menerima telepon dari seseorang. Kita dapat mengetahui bahwa telepon itu berasal dari Amin karena kita mengenal ciri-ciri ucapan Amin.

B. Dialek

Dialek adalah kumpulan idiolek yang ditandai adanya kesamaan dalam tatabunyi, kosakata, ungkapan, dan sebagainya.

Pada umumnya ucapan sekelompok orang dari daerah tertentu akan menampakkan ucapan tertentu pula. Inilah yang disebut dialek.

Contoh:

bahasa Jawa dialek Surabaya
bahasa Jawa dialek Surakarta
bahasa Jawa dialek Tegal
bahasa Melayu dialek Riau
bahasa Melayu dialek Jakarta
bahasa Melayu dialek Ambon

C. Bahasa daerah

Bahasa daerah adalah bahasa yang dipergunakan oleh suku bangsa tertentu. Bahasa daerah biasanya merupakan kumpulan dari beberapa dialek.

Di negara kita ini terdapat bermacam-macam bahasa daerah.

Contoh:

bahasa Jawa bagi suku Jawa
bahasa Sunda bagi suku Sunda
bahasa Batak bagi suku Batak
bahasa Melayu bagi suku Minang

D. Bahasa nasional
Bahasa nasional adalah bahasa yang dipergunakan oleh suatu bangsa dalam satu negara.

Bahasa nasional merupakan lambang dan identitas negara yang bersangkutan. Biasanya bahasa nasional dipakai sebagai alat untuk mempersatukan bangsa.

Contoh:

Bahasa Indonesia di Indonesia
bahasa Melayu di Malaysia
bahasa Melayu di Brunei Darussalam
bahasa Tagalok di Filipina

Baca Juga : Ejaan Bahasa Indonesia, Arti dan Perkembangannya

E. Bahasa negara

Bahasa negara adalah bahasa yang dipergunakan dalam urusan kenegaraan, seperti dalam administrasi kenegaraan, surat-surat dinas maupun dalam perundang-undangan.

Biasanya, bahasa negara dilindungi oleh undang-undang dasar negara yang bersangkutan. Bahasa negara disebut juga bahasa resmi.

Contoh:
bahasa Indonesia di Indonesia
bahasa Arab di Saudi Arabia
bahasa lnggris di lnggris
bahasa Inggris di Australia

Itulah macam-macam bahasa dan perkembangan Bahasa yang telah berkembang selama ini. Saatnya membahas rumpun dari bahasa.

Berikut pembahasannya yang terbagi atas beberapa bagian seperti di bawah ini :

5. Rumpun Bahasa

a. Pengertian rumpun bahasa

Rumpun bahasa adalah sekelompok besar bahasa di dunia yang sama asal dan jenisnya.

Artinya beberapa bahasa itu berasal dari satu bahasa induk dan mempunyai kesamaan dalam hal fonologi, morfologi maupun sintaksis.

b. Rumpun bahasa yang ada di dunia

Rumpun bahasa Indojerman

Rumpun bahasa Indojerman adalah sekelompok bahasa yang terdapat di daratan Eropa, kecuali bahasa-bahasa Rusia, Hongaria, dan Armenia.

Contoh:
bahasa Belanda
bahasa Yunani
bahasa Prancis
bahasa Inggris

Rumpun bahasa Semit

Rumpun bahasa Semit adalah sekelompok bahasa yang dipergunakan oleh bangsa bangsa Yahudi, Arab, dan Abesinia.

Pada umumnya keluarga bahasa mi terdapat di daratan Timur Tengah.

Rumpun bahasa Altai
Rumpun bahasa Altai adalah sekelompok bahasa yang dipergunakan oleh bangsa-bangsa Jepang, Mongolia, Mancuria dan Turki.

Keluarga bahasa ini pada umumnya terdapat di daratan utara Asia dan Eropa.

Contoh:
bahasa Jepang
bahasa Rusia
bahasa Armenia

Rumpun bahasa Austria
Rumpun bahasa Austria adalah sekelompok bahasa yang dipergunakan oleh bangsa-bangsa di daratan Asia Tenggara.

Rumpun bahasa ini juga kerap dipakai di pulau-pulau yang terletak di sebelah selatan dan timur Asia.

Contoh:
bahasa Munda di India Muka
bahasa Tagalok di Filipina
bahasa Malagasi di Madagaskar
bahasa Melayu di Malaysia

Baca Juga : Bahasa Melayu Bahasa Indonesia, Begini Sejarahnya

Rumpun bahasa Austria dikelompokkan menjadi 2 rumpun besar, yaitu:

Rumpun bahasa Austro-Asia
Rumpun bahasa Austro-Asia adalah sekelompok bahasa yang terdapat di daratan Asia Tenggara.

Contoh:
bahasa Munda di India Muka
bahasa Santali di India Muka
bahasa Mon-Khmer di India Belakang
bahasa Semang di Malaka

Rumpun bahasa Austronesia

Rumpun bahasa Austronesia adalah sekelompok bahasa yang terdapat di pulau-pulau sebelah selatan dan timur Asia Tenggara.

Wilayahnya amat luas. Batas-batasnya, sebelah utara Pulau Taiwan, sebelah selatan Kepulauan Selandia Baru.

Begitu pula di sebelah barat Pulau Madagaskar, dan sebelah timur Pulau Paska.

Rumpun bahasa ini dapat dikelompokkan menjadi:

Bahasa Nusantara

Bahasa Nusantara ialah sekelompok bahasa yang terdapat pulau-pulau besar bagian barat wilayah Austronesia.

Seperti Madagaskar, Sumatera, Jawa, Taiwan, Filipina, dan sebagainya.

Contoh:

bahasa Malagasi di Madagaskar
bahasa Jawa di Jawa
bahasa Tagalok di Filipina
bahasa Minang di Sumatera

Bahasa Oceania

Bahasa Oceania adalah sekelompok bahasa yang terdapat di pulau-pulau kecil di Samudra Pasifik.

Contoh:
bahasa Polinesia
bahasa Melanesia
bahasa Mikronesia

Macam-Macam Bahasa dan Perkembangan Bahasa
Bagan pembagian rumpun bahasa.

Itulah pembahasan mengenai macam-macam bahasa dan perkembangan bahasa. Khusus untuk edisi berikutnya akan dibahas mengenai perkembangan Bahasa Indonesia.

Referensi :

Alisyahbana, S. Takdir. 1978. Tatabahasa Baru Bahasa Indonesia, jilid 1 dan 2. Jakarta : Dian Rakyat.

Badudu, J .S. 1979. Membina Bahasa Indonesia Baku seri 1 dan 2. Bandung : Pustaka Prima.

Badudu, J.S. 1977. Pelik-pelik Bahasa Indonesia. Bandung : Pustaka Prima

Djonhar, Gelar Paduka Sati. 1979. Pengantar Sintaksis Indonesia. Jakarta : Pradnja Paramita.

Hadidjaja, Tardjan. 1956. Tatabahasa Indonesia. Jogya: UP Indonesia.

Hasan, Amir, dkk. 1969. Seri Bahasa Indonesia, Tata Bahasa, jilid 1 dan 2. Bandung: Ganaco.

Idris, Z. H., dkk. 1979. Buku Pelajaran Bahasa Indonesia Sekolah Menengah Atas. Jakarta : PN Balai Pustaka.

Keraf, Gorys. 1980. Tatabahasa Indonesia. Ende, Roms : Nusa Indah.

Lie, Tie Gwan. 1964. Utjapan dan Edjaan Bahasa Indonesia. Djakarta : Erlangga.

Mees, C. A. 1957. T atabahasa Indonesia. Djakarta, Groningen : J. B. Wolters.

Ngafenan, Mohamad. 1985. Istilah Tatabahasa Indonesia. Klaten : PT Intan

Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa. Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan. Jakarta: PN Balai Pustaka.

Sumber : Sari Tata Bahasa Indonesia
Penulis : Sumiati Budiman

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here