Kelengkapan Dan Peralatan Dalam Ekspo Seni Rupa

Kelengka­pan meru­pakan salah satu fak­tor pent­ing yang mesti dia­mati oleh penye­leng­gara dalam menye­leng­garakan suatu ekspo seni rupa. Kelengka­pan ekspo men­ja­di salah satu tolak ukur kin­er­ja pani­tia dalam meren­canakan dan meren­canakan pam­er­an. Kelengka­pan ekspo seni rupa akan ter­ca­pai apa­bi­la dere­tan yang ter­ben­tuk di dalam kepani­ti­aan melakukan peker­jaan sama men­jalankan tugas­nya mas­ing-mas­ing sehing­ga segala per­ala­tan dan fak­tor ekspo sang­gup ter­penuhi. Kelengka­pan suatu ekspo seni rupa tidak cuma per­i­hal lengkap­nya per­ala­tan atau karya-karya yang digu­nakan untuk ekspo , tetapi juga berhubun­gan den­gan banyak sekali kiprah yang diem­ban dalam kepani­ti­aan. Pada pelu­ang ini , Bahan men­car ilmu seko­lah akan mem­ba­has per­i­hal kelengka­pan dan per­ala­tan ekspo seni rupa mulai dari per­ala­tan tata kelo­la sam­pai per­ala­tan kepani­ti­aan.

A. Kelengkapan Pameran

Kelengka­pan ekspo meru­pakan suatu keadaan yang men­go­b­rol lengkap tidaknya suatu pam­er­an. Kel­gnka­pan itu ter­ma­suk banyak sekali fak­tor yang diper­lukan dalam suatu ekspo mulai dari kepani­ti­aan , per­ala­tan , sam­pai ele­men pelak­sanaan.

Bacaan Lain­nya

Kelengka­pan ekspo sung­guh pent­ing untuk dia­mati alasan­nya kelengka­pan akan sung­guh mem­pen­garuhi penye­leng­garaan pam­er­an. Kelengka­pan ekspo ditu­jukan untuk meme­ri­ahkan ekspo sehing­ga penon­ton akan lebih kesen­gsem untuk menikmati ekspo terse­but.

Sebuah ekspo yang lengkap akan lebih berma­cam-macam dan berwar­na sehing­ga memi­li­ki pes­ona yang memi­li­ki pen­garuh untuk menawan per­ha­t­ian pen­gun­jung. Seba­liknya , apa­bi­la suatu ekspo tidak lengkap dan ter­da­p­at banyak sekali kelema­han , maka ten­tun­ya ekspo terse­but akan men­ja­di kurang menarik.

Kelengkapan dan peralatan ekspo seni rupa

Kelengka­pan ekspo cuma akan ter­wu­jud apa­bi­la ada kolab­o­rasi yang bagus antara semua sek­si-sek­si dalam kepani­ti­aan. Ker­ja can­tik dari sek­si per­ala­tan tidak akan lengkap apa­bi­la tidak disokong den­gan ker­ja can­tik dari sek­si hiasan atau seba­liknya.

Seba­gai pola , pani­tia yang bertu­gas selaku sek­si per­ala­tan sudah meren­canakan selu­ruh per­ala­tan yang diper­lukan untuk pam­er­an. Akan tetapi , lan­taran sek­si hiasan tidak men­jalankan kiprah hiasan den­gan baik , kare­nanya anti­si­pasi untuk ekspo tidak ber­jalan den­gan mulus dan hasil­nya tidak cocok den­gan hara­pan.

Dalam kelengka­pan ekspo , pani­tia yang bertu­gas selaku pen­ja­ga stan juga memi­li­ki kiprah yang sung­guh pent­ing alasan­nya merekalah yang berhada­pan prib­a­di den­gan para pen­gun­jung. Pam­er­an akan lengkap apa­bi­la pen­ja­ga stan dilengkapi den­gan wawasan sehing­ga sang­gup men­jawab banyak sekali per­tanyaan terkait ekspo terse­but dan sang­gup men­erangkan ter­hadap pen­gun­jung.

Semua bab dalam kepani­ti­aan sal­ing mem­pen­garuhi sehing­ga mesti ditum­buhkan kolab­o­rasi yang sol­id antara satu sek­si den­gan sek­si lain­nya. Dalam hal ini , ket­ua dan wak­il ket­ua memegang kiprah pent­ing untuk meman­du dan mengko­or­dinir ker­ja para sek­si-seksinya.

Dari banyak sekali fak­tor yang dike­hen­da­ki untuk kelengka­pan ekspo , berikut beber­a­pa hal uta­ma yang mesti dia­mati untuk meraih kelengka­pan pam­er­an:
1). Pem­ben­tukan pani­tia yang teren­cana (sebaiknya didampin­gi guru kesen­ian)
2). Keterse­di­aan ruang ekspo yang memadai
3). Keterse­di­aan karya-karya seni rupa yang pan­tas dipamerkan
4). Pen­guasaan prin­sip-prin­sip pam­er­an
5). Keterse­di­aan per­ala­tan , hiasan dan pub­likasi untuk pam­er­an.

Kelengka­pan kepani­ti­aan meru­pakan poin uta­ma yang mesti diper­hatikan. Selu­ruh jenis keteran­gan mesti diin­ven­traisas­ikan oleh sek­si per­ala­tan di bawah ker­jasama ket­ua pani­tia. Kelengka­pan kepani­ti­aan , ter­ma­suk beber­a­pa fak­tor , yaitu:
1). Kesi­a­pan pani­tia
2). Kesi­a­pan materi karya
3). Kesi­a­pan dana atau bud­get untuk pam­er­an
4). Kesi­a­pan lapo­ran mas­ing-mas­ing sek­si
5). Kelengka­pan sek­si-sek­si yang dibu­tuhkan.

Baca juga : Prin­sip-prin­sip Penye­leng­garaan Pam­er­an Seni Rupa.

B.  Perlengkapan Pameran Seni Rupa

Per­lengka­pan ekspo meru­pakan segala sesu­atu yang diper­lukan untuk menger­jakan suatu ekspo mulai dari per­ala­tan isu , per­ala­tan logis­tik , per­ala­tan pub­likasi , doku­men­tasi , per­ala­tan hiasan , dan per­ala­tan kea­manan.

#1 Per­lengka­pan Infor­masi
Per­lengka­pan isu meru­pakan sejum­lah barang yang diper­lukan untuk pengumpu­lan atau pemer­ian isu terkait ekspo yang dis­e­leng­garakan. Berba­gai per­ala­tan isu antaralain:
1). Kat­a­log : mem­beri isu per­i­hal daf­tar materi yang dipamerkan.
2). Buku tamu : men­catat isu per­i­hal pen­gun­jung.
3). Buku kesan pesan : untuk men­catat kesan dan pesan pen­gun­jung.
4). Denah ban­gu­nan : cit­ra wacana tata ruang lokasi pam­er­an.
5). Petun­juk arah : isu per­i­hal arah masuk atau kelu­ar.

#2 Per­lengka­pan Logis­tik
Per­lengka­pan logis­tik meru­pakan sejum­lah ben­da yang diper­lukan untuk karya-karya seni rupa yang dipamerkan. Per­lengka­pan logis­tik bergan­tung pada ben­tuk karya yang dipamerkan. Secara laz­im , ben­tuk karya seni rupa dibedakan men­ja­di dua dimen­si dan tiga dimen­si.

a). Per­lengka­pan untuk Karya Dua Dimen­si
Untuk karya dua dimen­si menyeru­pai luk­isan , sula­man , atau foto , per­ala­tan logisi­tik yang diper­lukan antaralain :
1). Pan­el : penyekat dari papan tip­is untuk menyekat ruang.
2). Sket­sel : untuk men­em­patkan karya dua dimen­si.
3). Stangkar : untuk menaruh san­daran foto atau luk­isan.

b). Per­lengka­pan untuk Karya Tiga Dimen­si
Untuk karya tiga dimen­si menyeru­pai patung , guci , miniatur , dan seba­gainya , per­ala­tan logis­tik yang diper­lukan antara lain :
1). Lev­el : seje­nis pang­gung uku­ran kecil untuk menaruh karya besar.
2). Pustek : untuk penopang karya ben­tuk miniatur
3). Eta­lase : untuk men­em­patkan karya dalam ruang dibatasi kaca.

#3 Per­lengka­pan Pub­likasi
Per­lengka­pan pub­likasi meru­pakan segala ben­da yang diper­lukan oleh sek­si pub­likasi untuk mener­bitkan adanya ekspo seni rupa. Per­lengka­pan pbu­likasi berhar­ga biar ekspo yang dis­e­leng­garakan mem­per­oleh per­ha­t­ian dari pen­gun­jung.

Berba­gai per­ala­tan pub­likasi antaralain:
1). Undan­gan dan surat-surat izin dari pihak berwe­nang.
2). Poster , iklan , bro­sur , pengu­mu­man di mad­ing.
3). Span­duk , ben­dera , umbul-umbul , bal­i­ho , dan seba­gainya.

#4 Per­lengka­pan Doku­men­tasi
Per­lengka­pan doku­men­tasi meru­pakan per­ala­tan yang diper­lukan oleh sek­si doku­men­tasi untuk men­doku­men­tasikan acara yang ber­jalan sela­ma ekspo seni rupa. Doku­men­tasi sang­gup beru­pa foto atau lapo­ran ter­tulis. Per­lengka­pan doku­men­tasi antaralain kam­era , perekam bun­yi jka per­lu , ker­tas dan alat tulis.

#5 Per­lengka­pan Deko­rasi
Per­lengka­pan hiasan meru­pakan segala ben­da yang diper­lukan untuk mendekor lokasi dan ruan­gan pam­er­an. Per­lengka­pan hiasan diper­lukan untuk bikin nuansa esteti­ka. Beber­a­pa per­ala­tan hiasan antaralain:
1). Deko­rasi inte­ri­or : meja , dingk­lik , pot bun­ga , hiasan , ter­go­long pewar­naan dan penc­a­hayaan.
2). Deko­rasi ekste­ri­or : per­ala­tan gapu­ra , taman , dan seba­gainya.

#6 Per­lengka­pan Kea­manan
Per­lengka­pan kea­maan meru­pakan per­ala­tan yang diper­lukan oleh sek­si kese­la­matan untuk mem­per­ta­hankan kese­la­matan dan ketert­i­ba pam­er­an. Per­ala­tan yang diper­lukan untuk kese­la­matan mis­al­nya peluit , kar­tu pakir , dan seba­gainya. Hal pent­ing yang mesti dikua­sai sek­si kese­la­matan meru­pakan pen­em­patan dan kelengka­pan karya seni rupa yang dipamerkan.

Baca juga : Tahap Peren­canaan , Per­si­a­pan , dan Pelak­sanaan Pam­er­an.

Share ke Face­book »Share ke Twit­ter »
Cafeberita.com meru­pakan blog wacana materi bela­jar. Gunakan Kolom Search atau pen­car­i­an untuk men­da­p­atkan materi men­car ilmu yang ingin dipela­jari.

Pos terkait