Kelemahan Petenis Indonesia karena Tinggi Badan? 
Petenis Sulawesi Utara, Andi Muhammad Sholeh bertanding di laga final AFR kategori tunggal putra 18 tahun, di Lapangan tenis Karebosi, Makassar, 7/8/2016.

Kelemahan Petenis Indonesia karena Tinggi Badan? 

Diposting pada

Kelemahan Petenis Indonesia dibeberkan August Ferry Raturandang usai berdiskusi dengan legenda tenis Indonesia, Rudy Hartono Kurniawan.

Pria yang akrab disapa AFR itu mengatakan, Rudy membeberkan kelemahan ini sebenarnya sudah cukup lama. Yakni kala ia bertemu dengan Rudy, di lapangan Tenis Marinir Jakarta Selatan, beberapa tahun silam.

Kala itu, kata AFR, Rudy sedang menemani cucunya yang ikut bertanding di turnamen tenis bertajuk Remaja Tenis Jakarta memperingati HUT Tabloid BOLA dan ia menyapanya sembari melontarkan beberapa pertanyaan.

Saat berdiskusi lepas itulah, AFR mengaku sempat tersentak kala Rudy Hartono menjawab pertanyaannya mengenai apa sebenarnya kelemahan petenis Indonesia.

BACA JUGA :   Ada Prestasi Ada Uang! Itu Keliru Kata AFR

Rudy Hartono mengatakannya, kelemahan itu adalah tinggi badan. Kalah bersaing dalam hal postur tubuh dengan petenis non-Indonesia.

“Maksudnya, petenis kita selama ini kurang tinggi,” kenang AFR.

AFR Sependapat Kelemahan Petenis Indonesia

Lebih jauh, AFR mengaku sangat sependapat dengan apa uang dibeberkan Rudy Hartono. AFR mengatakan, meski dirinya bukan pelatih atau atlet profesional namun ia bisa menilai itu daei berbagai event nasional yang selama ini sudah sukses ia selenggarakan.

“Sebenarnya bisa kita ukur sendiri. Petenis asing atau non-Indonesia yang terpendek hanya Michael Chang. Tingginya sekitar 175 cm. Malah ada sampai 2 meter tingginya,” bebernya.

BACA JUGA :   Kompetisi Liga 1 dan 2 Akhirnya Dilanjutkan

Meski begitu, AFR tak memungkiri kelemahan Petenis Indonesia ini memang bukan faktor utama untuk berprestasi, selama ada keinginan untuk terus berlatih dan berlatih.

Hanya saja, kata AFR, faktor postur tubuh ini adalah indikator yang tak bisa disepelekan begitu saja. Karena sangat tampak apa yang terjadi di arena tanding. Jangkauannya mendapatkan bola lebih leluasa.

“Sebenarnya kita tak boleh berkecil hati atas kelemahan Petenis Indonesia kita ini. Baik itu putra atau di kelas putri. Artinya, kita hanya butuh kerja keras untuk bisa berprestasi lagi,” ujarnya.

Lebih jauh, AFR mencontohkan, Petenis nasional seperti Christopher Rungkat dan Tintus Arianto Wiboso yang punya tinggi badan sekitar 175 cm. Sedangkan di kelas putri ada Angelique Widjaja yang punya tinggi sekitar 174 cm.

BACA JUGA :   Kompetisi Liga 1 dan 2 Akhirnya Dilanjutkan

Ketiga petenis nasional ini bisa meraihnya, salah satunya ditunjang pula oleh kondisi fisik yang terhitung ideal. Namun, sekali lagi AFR menegaskan, atlet lainnya jangan berkecil hati.

“Persoalannya kemudian masih ada beberapa pelatih tenis Indonesia yang mengatakan sebenarnya tinggi badan ini hanya berlaku untuk petenis putra. Tidak bagi petenis putri asal berbakat,” tuturnya. (bbs)