spot_imgspot_img

Top 5 This Week

spot_img

Related Posts

Kelainan Atau Gangguan Pada Tata Cara Gerak Manusia

Rangka , tulang , otot , dan persendian ialah komponen metode gerak insan yang penting. Jika tulang dan persendian berada dalam kondisi wajar dan sehat , maka insan sanggup bergerak dengan bebas tanpa hambatan. Akan tetapi , apabila rangka , tulang , dan persendian berada dalam kondisi terusik atau mengalami kelainan , maka otomatis metode gerak insan juga akan mengalami gangguan. Gangguan atau kelainan pada metode gerak insan secara garis besar sanggup dikelompokkan menjadi dua serpihan yakni gangguan pada rangka dan gangguan pada otot.

Gangguan dan kelainan pada metode gerak insan sanggup terjadi lantaran banyak sekali aspek antaralain aspek kelemahan vitamin D , aspek penyakit , aspek kecelakaan , dan kebiasaan badan yang salah dalam waktu yang lama.

Kelainan Pada Tulang

Gangguan pada rangka lazimnya terjadi pada tulang dan persendian. Gangguan atau kelainan yang terjadi bisa lantaran aspek kecelakaan , gangguan virus , aspek nutrisi , dan aspek kebiasaan yang salah.

Penyakit Tulang Akibat Kekurangan Vitamin D
Vitamin D ialah salah satu zat gizi yang dikehendaki untuk menolong proses pembentukan tulang (osifikasi). Oleh lantaran itu , kita mesti memkonsumsi vitamin D dalam jumlah yang cukup biar kemajuan tulang tidak terhambat. Penyakit pada tulang yang timbul akhir kelemahan vitamin D antaralain rakitis dan osteomalasia.

Rakitis
Rakitis ialah peyakit tulang yang lazimnya dialami akhir kelemahan vitamin D pada masa anak-anak. Kelainan yang timbul terlihat pada pertumbuhannya yang terusik dengan bentuk kaki menyerupai aksara O atau aksara X.

Osteomalasia
Pada orang cukup umur , kelemahan vitamin D sanggup memicu penyakit osteomalasia. Kondisi tersebut akan diperparah dengan kurangnya zat kapur. Osteomalasia ditandai dengan kondisi tulang yang ringkih dan lunak sehingga gampang patah.

Baca juga : Kelainan atau Penyakit Pada Sistem Peredaran Darah.

Penyakit Tulang Akibat Kecelakan
Gangguan atau kelainan yang terjadi pada rangka atau tulang insan sanggup terjadi akhir kecelakaan yang memicu patah atau rusaknya tulang. Gangguan akhir kecelakaan sanggup berupa memar dan fraktura atau patah tulang yang sanggup berakibat fatal.

Memar 
Memar ialah gangguan yang terjadi pada selaput sendi. Sobeknya selaput sendi akhir kecelakaan lazimnya dibarengi dengan lepasnya ujung tulang dari sendi.

Fraktur
Fraktura ialah kondisi pata tulang yang secara lazim terjadi akhir kecelakaan atau terjatuh.. Fraktur berisikan berbagai macam yakni fraktur sederhana , farktur kompleks , fraktur green stick , dan fraktur comminuted.

Fraktur sederhana ialah gangguan patah tulang yang tidak mengenai organ lain umpamanya otot sehingga organ tersebut tidak mengalami kerusakan. Fraktur sederhana masih tergolong gangguan ringan dan lazimnya sanggup pulih dengan mudah.

Berbeda dengan faktur sederhana , pada fraktur kompleks terjadi kerusakan otot atau kulit akhir tulang yang patah mencuat keluar sehingga baisanya tulang terlihat dari permukaan.

Fraktur green stick ialah patah tulang sebagian atau pada salah satu segi tulang sehingga tidak memicu tulang terpotong menjadi dua bagian.

Fraktur comminuted ialah gangguan retak tulang pada beberapa serpihan tetapi retakan tersebut masih tertahan dalam otot sehingga timbul pembengkakkan dan penggumpalan pembuluh darah.

Berdasarkan keterkaitannya dengan dunia luar , fraktur atau patah tulang sanggup dibedakan menjadi dua jenis yakni fraktur tertutup dan fraktur terbuka.

Fraktur tertutup ialah kondisi patah tulang dimana tulang yang patah tidak merobek kulit sehingga kulit masih utuh. Sedangkan fraktur terbuka , tulang yang patah menonjol ke luar dan merobek kluti sehingga rentan kepada infeksi.

Baca juga : Kelainan atau Penyakit Pada Sistem Pencernaan Makanan.

Penyakit Tulang Akibat Infeksi
Gangguan atau kelainan pada tulang insan juga sanggup terjadi akhir gangguan virus atau kuman sehingga memicu infeksi pada tulang. Penyakit pada tulang atau sendi yang terjadi akhir infeksi yakni layu semu atau layuh sendi.

Layuh semu ialah kondisi layuh pada tulang akhir infeksi oleh kuman sifilis. Biasanya layuh semu terjadi apabila bayi dalam kandungan terinfeksi oleh kuman sifilis dan memicu tulang menjadi layuh atau lemas sehingga tidak sanggup menopang tubuh.

Kelainan Tulang Akibat Kebiasaan Salah
Kebiasaan perilaku badan yang salah yang dilaksanakan dalam waktu yang usang sanggup memicu kelainan atau gangguan pada rangka manusia. Gangguan akhir kebiasaan yang salah antaralain lordosis , kifosis , dan skoliosis.

Lordosis
Lordosis ialah kelainan pada tulang belakang yang memunculkan badan membusung. Hal itu terjadi lantaran tulang leher dan panggul terlalu membengkok ke depan.

Kifosis
Kifosis ialah kelainan pada tulang punggung yang terlalu membengkok ke belakang. Kelainan ini memicu badan menjadi bungkuk. Gangguan ini terjadi lantaran kebiasaan menjinjing beban yang berat di serpihan punggung.

Skoliosis
Skoliosis ialah kelainan pada ruas-ruas tulang belakang yang membengkok ke samping. Kelainan ini memicu badan melengkung ke kiri atau kanan membentuk aksara s. Skoliosis sanggup terjadi akhir perilaku duduk yang salah.

Baca juga : Gangguan atau Penyakit Pada Sistem Pernapasan.

Gangguan Tulang Akibat Kerusakan Selaput
Kelainan atau gangguan tulang yang terjadi akhir kerusakan selaput pembungkus tulang disebut nekrosa. Nekrosa ialah kondisi matinya sel tulang akhir rusaknya periosteum sehingga tulang tidak tumbuh. Rusaknya selaput pembungkus tulang atau periosteum memicu tulang tidak menerima masakan sehingga menjadi kering.

Gangguan Tulang Osteoporosis
Osteoporosis ialah gangguan pada tulang yang ditandai dengan kondisi tulang yang keropos dan lunak. Osteoporosis acap kali dikaitkan dengan uisa lanjut. Berdasarkan penyebabnya , oseteoporosis sanggup dibedakan menjadi senilis , postmenopausal , sekunder , dan juvenil idopatik.

Osteoporosis Senilis
Gangguan tulang akhir kelemahan kalsium yang bermitra dengan usia dan ketidakseimbangan antara kecepatan hancurnya tulang dengan pembentukan tulang yang baru. Kondisi ini lazimnya cuma terjadi pada usia lanjut.

Osteoporosis Postmenopausal
Gangguan tulang yang terjadi akhir kelemahan estrogen. Estrogen ialah hormon utama pada perempuan yang menolong menertibkan pengangkutan kalsium ke dalam tulang pada wanita. Gangguan ini lazimnya timbul pada perempuan yang berusia 51-75 tahun atau bisa pula timbul di usia lebih mudah.

Osteoporosis Sekunder
Gangguan tulang yang dialami oleh sebagian kecil penderita osteoporosis akhir kondisi medis yang lain atau lantaran pengaruh obat-obatan. Penyakit ini juga sanggup timbul akhir pengaruh dari gagal ginjal kronis dan kelainan hormonal yang berlebihan.

Osteoporosis Juvenil Idopatik
Gangguan ini ialah jenis osteoporosis yang tidak dikenali penyebabnya secara pasti. Biasanya terjadi pada belum dewasa atau orang cukup umur yang terbilang masih muda serta memiliki kadar hormon yang normal. Selain itu hormon juga berfungsi secara wajar begitupula kadar vitamin yang dibutuhkan. Kondisi ini menghasilkan penyebab rapuhnya tulang masih belum bisa dipastikan.

Baca juga : Kelainan atau penyakit Pada Sistem Ekskresi.

Kelainan Pada Persendian

Kelianna atau gangguan pada persendian sanggup terjadi akhir beberapa aspek menyerupai perubahan , pembengkakan , infeksi kuman , dan sebagainya. Beberapa kelainan pada persendian antaralain dislokasi , ankilosis , terilir , dan artritis.

Dislokasi
Dislokasi ialah perubahan sendi dari kedudukan semula lantaran sobek atau tertariknya ligamen. Dislokasi juga sanggup terjadi akhir fraktur atau patah tulang kompleks.

Ankilosis
Ankilosis ialah sebuah kondisi persendian yang tidak sanggup digunakan lantaran seolah-olah menyatu. Menyatunya sendi memunculkan susah untuk melaksanakan gerakan.

Terkilir
Terkilir atau keselo ialah gangguan sendi yakni tertariknya ligamen ke posisis yang tidak cocok tanpa dibarengi perubahan sendi. Biasanya terkilir terjadi akhir gerakan yang tiba-tiba atau gerakan yang menyibukkan dilakukan.

Artritis
Aartritis ialah peradangan yang terjadi pada sendi atau sering disebut radang sendi. Peradangan sendi sanggup diedakan menjadi 4 serpihan yakni artritis gout , artritis sika , artritis eksudatif , dan osteoartritis.

Artritis gout ialah penimbunan asam urat pada sendi yang memunculkan pembengkakan sendi. Umumnya terjadi pada jari-jari tangan dan memunculkan ruas jari membengkak dan terasa sakit apabila digerakkan. Gangguan ini disebut juga artritis reumatoid.

Artritis sika ialah peradangan sendi akhir infeksi kuman gonorea dan sifilis yang memicu berkurangnya pelumas pada sendi sehingga sendi menjadi kaku.

Artritis Eksudatif ialah gangguan sendi yakni terisinya ronda sendi oleh cairan getah radang. Pearadngan sendi ini lazimnya terjadi akhir serangan kuman.

Osteoartritis yakni gangguan sendi yang ditandai dengan menipisnya tulang riskan sehingga mengalami degenerasi yang memunculkan terjadinya gangguan apabila sendi digerakkan.

Baca juga : Kelainan atau Penyakit Pada Sistem Regulasi.

Gangguan Pada Otot

Gangguan atau kelainan yang terjadi pada otot sanggup berupa penurunan fungsi otot , pembesaran otot , kejang , dan otot kaku. Beberapa gangguan otot antaralain atrofi otot , hipertropi otot , distrofi otot , tetanus , miastenia gravis , kaku , dan kram.

Atrofi 
Artrofi ialah gangguan pada otot yang ditandai dengan mengecilnya otot sehingga kehilangan kesanggupan untuk berkontraksi. Artrofi memicu penurunan fungsi otot dan lazimnya terjadi akhir serangan penyakit poliomielitis.

Hipertrofi
Hipertrofi ialah gangguan pada otot yang ditandai dengan membesarnya otot secara berlebihan. Gangguan ini memicu pembesaran otot dan lazimnya terjadi akhir latihan fisik yang terlalu keras.

Distrofi
Distrofi otot ialah gangguan pada otot aibat kelainan genetik yang memicu otot mengalami penurunan fungsi dan tidak sanggup melakukan fungsinya secara normal.

Tetanus
Tetanus yakni otot yang terus menerus berkontraksi sehingga memicu kejang atau tonus. Tetanus lazimnya disebabkan oleh basil Clostridium tetani.

Kram
Kram ialah kondisi otot kelelahan. Otot mengalami kecapekan akhir terus menerus melaksanakan aktivitas atau terus-menerus berkontraksi sehingga memunculkan kram.

Kaku Leher
Kaku leher atau stiff yakni peradangan yang terjadi pada otot trapesius leher sehingga leher terasa kaku dan saki dikala digerakkan. Kaku leher lazimnya terjadi akhir kesalahan gerak atau kesalahan posisi tidur.

Miestia Gravis
Miestia gravis ialah gangguan otot yang ditandai dengan melemahnya otot secara berangsur-angsur sehingga memicu kelumpuhan. Miestia gravis terjadi lantaran penurunan imunitas atau gangguan pada kelenjar tiroid. Selain menghasilkan otot menjadi lemah , penyakit ini juga sanggup memicu kematian.

Share ke Facebook >>Share ke Twitter >>
Cafeberita.com yakni blog mengenai materi belajar. Gunakan Kolom Search atau pencarian untuk menerima materi berguru yang ingin dipelajari.

admin
adminhttps://cafeberita.com
Segera hubungi kami melalui WhatsApp untuk informasi lebih lanjut dan jadilah bagian dari komunitas eksklusif kami. Jadikan impian hunian sempurna Anda menjadi kenyataan sekarang! Pengunduh Video Online Gratis : https://r.cafe/

Popular Articles