spot_imgspot_img

Top 5 This Week

spot_img

Related Posts

Kecepatan Setelah T Detik Pada Gerak Vertikal Ke Atas

Ketika benda bergerak vertikal ke atas , arah gerak benda bertentangan dengan arah gravitasi bumi sehingga percepatan gravitasi bertindak selaku perlambatan yang memicu kecepatan benda menurun. Penurunan kecepatan tersebut terjadi secara terstruktur seiring dengan pergeseran ketinggian dan pertambahan waktu. Karena mengalami perlambatan , maka kecepatan benda sesudah t detik tentulah akan lebih kecil dari kecepatan awalnya. Kecepatan benda akan terus mengecil dan habis ketika benda meraih titik tertinggi. Benda akan membisu untuk sesaat dan kembali turun alasannya merupakan efek gravitasi. Pada peluang ini , Bahan berguru sekolah akan membahas beberapa rumus untuk menyeleksi kecepatan benda sesudah t detik pada gerak vertikal ke atas (GVA).

Kecepatan Jika t Diketahui 

Karena benda mengalami perlambatan , maka kecepatan benda sesudah t detik bergantung pada besar kecepatan permulaan benda dan besar penghematan kecepatan yang dialaminya. Besar penghematan tersebut bergantung pada waktu dan percepatan gravitasi.

Untuk menyeleksi kecepatan benda sesudah t detik , minimal waktu dan kecepatan permulaan benda mesti diketahui. Jika waktu usang benda bergerak dikenali , maka kecepatan benda sesudah t detik sanggup diputuskan menurut rumus GLBB berikut:
⇒ Vt = Vo + at

Karena arah gerak melawan arah gravitasi , maka percepatannya bernilai negatif dan disimbolkan dengan abjad g. Dengan demikian , rumus di atas sanggup ditulis menjadi:

Vt = Vo − gt

Keterangan :
Vt = kecepatan sesudah t detik (m/s)
Vo = kecepatan mula-mula benda (m/s)
g = percepatan gravitasi (m/s2)
t = waktu (s).

Perhatikan rumus di atas , pergeseran tanda tambah menjadi tanda kurang memamerkan bahwa benda mengalami percepatan negatif atau disebut juga selaku perlambatan.

Contoh 1 :
Sebuah benda bergerak vertikal ke atas dengan kecepatan permulaan 40 m/s. Tentukan kecepatan benda sesudah bergerak selama 2 detik.

Pembahasan :
Dik : Vo = 40 m/s , g = 10 m/s2 , t = 2 s
Dit : Vt = … ?

Berdasarkan rumus di atas:
⇒ Vt = Vo − g.t
⇒ Vt = 40 – 10 (2)
⇒ Vt = 40 – 20
⇒ Vt = 20 m/s

Jadi , kecepatan benda sesudah 2 detik merupakan 20 m/s. Perhatikan bahwa kecepatan benda menyusut dari 40 m/s menjadi 20 m/s.

Contoh 2 :
Sebuah benda bergerak vertikal ke atas dengan kecepatan permulaan 20 m/s. Tentukan kecepatan benda sesudah bergerak selama 6 detik.

Pembahasan :
Dik : Vo = 20 m/s , g = 10 m/s2 , t = 6 s
Dit : Vt = … ?

Berdasarkan rumus di atas:
⇒ Vt = Vo − g.t
⇒ Vt = 20 – 10 (6)
⇒ Vt = 20 – 60
⇒ Vt = -40 m/s

Tanda negatif memamerkan bahwa benda sudah bergerak turun. Untuk menentukan kecepatannya , maka kita tinjau waktunya. Waktu yang dibutuhkan oleh benda untuk meraih titik tertinggi adalah:
⇒ t naik = Vo/g
⇒ t naik = 20/10
⇒ t naik = 2 sekon

Jika waktu untuk meraih titik tertinggi merupakan 2 detik , maka waktu untuk turun dan kembali ke tanah merupakan 2 detik (t naik = t turun). Dengan demikian , total waktu lamanya benda terbang di udara merupakan 4 detik.

Karena benda cuma terbang atau bergerak selama 4 detik , maka itu artinya pada detik ke-6 benda sudah menjamah tanah dan kemungkinan besar benda sudah berhenti. Kaprikornus , besar kecepatan benda sesudah 6 detik merupakan nol (Vt = 0).

Baca juga : Kecepatan di Ketinggian Tertentu untuk Gerak Vertikal ke Bawah.

Kecepatan Benda Jika Ketinggian Diketahui

Pada gerak vertikal ke atas , benda bergerak dari bawah ke atas. Dengan demikian perpindahan benda dijumlah dari bawah selaku posisi permulaan benda. Karena sama-sama dijumlah dari bawah , maka besar perpindahan benda pada gerak vertikal ke atas sama dengan ketinggiannya.

Kecepatan benda sesudah t detik gerak vertikal ke atas

Dengan demikian perpindahan benda untuk gerak vertikal ke atas sanggup dinyatakan selaku ketinggian benda. Jika ketinggian benda dikenali , maka kecepatan benda pada ketinggian tersebut sanggup diputuskan menurut rumus GLBB berikut:
⇒ Vt2 = Vo2 + 2as

Karena benda mengalami perlambatan dan perpindahan benda dinyatakan selaku ketinggian , maka rumus di atas sanggup ditulis menjadi:

Vt2 = Vo2 − 2gh

Keterangan :
Vt = kecepatan sesudah t detik pada ketinggian tertentu (m/s)
Vo = kecepatan permulaan benda (m/s)
g = percepatan gravitasi (m/s2)
h = perpindahan atau ketinggian benda (m).

Contoh Soal :
Sebuah benda bergerak vertikal ke atas dengan kecepatan permulaan 40 m/s. Tentukan kecepatan benda tersebut ketika ketinggiannya 35 meter di atas tanah.

Pembahasan :
Dik : Vo = 40 m/s , h = 35 m , g = 10 m/s2
Dit : Vt = … ?

Berdasarkan rumus di atas:
⇒ Vt2 = Vo2 − 2gh
⇒ Vt2 = 402 − 2(10)(35)
⇒ Vt2 = 1600 −700
⇒ Vt2 =  900
⇒ Vt = 30 m/s

Jadi , kecepatan benda ketika ketinggiannya 35 m merupakan 30 m/s.

Baca juga : Kecepatan pada Ketinggian Tertentu untuk Gerak Jatuh Bebas.

Jika Waktu dan Ketingian Maksimum Diketahui

Jika waktu dan ketinggian maksium dikenali , maka untuk menentuan kecepatan benda pada titik tertentu , kita mesti menyeleksi kecepatan permulaan benda apalagi dulu gres menyeleksi kecepatan sesudah t detik dengan rumus yang bersesuaian.

Contoh Soal :
Jika suatu benda memerlukan waktu 4 detik untuk meraih titik tertinggi ketika bergerak vertikal ke atas , maka tetapkan kecepatan benda ketika ketinggiannya 60 meter.

Pembahasan :
Dik : t = 4 s , h = 60 m , g = 10 m/s2
Dit : Vt = …. ?

Berdasarkan rumus waktu puncak , kecepatan permulaan benda adalah:
⇒ t puncak = Vo/g
⇒ Vo = t puncak . g
⇒ Vo = 4 (10)
⇒ Vo = 40 m/s

Kecepatan benda pada ketinggian 60 m adalah:
⇒ Vt2 = Vo2 − 2gh
⇒ Vt2 = 402 − 2 (10) (60)
⇒ Vt2 = 1600 − 1200
⇒ Vt2 = 400
⇒ Vt = 20 m/s

Jadi , kecepatan benda ketika ketinggiannya 60 m merupakan 20 m/s.

Kecepatan Benda Pada Titik Tertinggi

Adakalanya dalam soal kita diminta menyeleksi kecepatan benda di titik tertinggi pada gerak vertikal ke atas. Soal seumpama lazimnya sengaja dibentuk untuk mengkecoh sekaligus menguji pemahana kita perihal gerak vertikal ke atas.

Jika menerima soal seumpama ini , mesti kita ingat bahwa pada gerak vertikal ke atas , kecepatan benda akan sama dengan nol ketika benda berada di titik tertinggi. Titik tertinggi merupakan titik di mana kecepatan benda habis akhir perlambatan sehingga benda tidak sanggup bergerak lebih tinggi lagi.

Jadi , jika ada soal menanyakan kecepatan benda pada titik tertinggi untuk gerak vertikal ke atas , eksklusif lihat respon nol dan tidak perlu dijumlah lagi.

Contoh Soal :
Jika suatu benda bergerak vertikal ke atas dengan kecepatan 200 m/s , maka kecepatan benda pada titik tertinggi merupakan ….
A. 0
B. 20 m/s
C. 50 m/s
D. 75 m/s
E. 100 m/s

Pembahasan :
Seperti yang diterangkan di atas , untuk soal seumpama ini jawabannya sudah niscaya sama dengan nol dan tidak perlu dijumlah lagi. Tapi , untuk pertanda dalam bentuk perkiraan , amati perkiraan berikut.

Ketinggian maksimum:
⇒ h max = Vo2 /2g
⇒ h max = 2002 /2(10)
⇒ h max = 40.000 /20
⇒ h max = 2000 m

Kecepatan di titik tertinggi:
⇒ Vt2 = Vo2 − 2gh
⇒ Vt2 = 2002 − 2(10)(2000)
⇒ Vt2 = 40.000 – 40.000
⇒ Vt2 = 0
⇒ Vt = 0

Karena itu sudah desain gerak vertikal ke atas , maka tidak perlu menghabiskan waktu untuk menghitungnya alasannya merupakan niscaya jawabannya sama dengan nol.

Baca juga : Lama Waktu untuk Mencapai Tanah Pada Gerak Jatuh Bebas.

Share ke Facebook >>Share ke Twitter >>
Cafeberita.com merupakan blog perihal materi belajar. Gunakan Kolom Search atau pencarian untuk menerima materi berguru yang ingin dipelajari.

admin
adminhttps://cafeberita.com
Segera hubungi kami melalui WhatsApp untuk informasi lebih lanjut dan jadilah bagian dari komunitas eksklusif kami. Jadikan impian hunian sempurna Anda menjadi kenyataan sekarang! Pengunduh Video Online Gratis : https://r.cafe/

Popular Articles