Kata-Kata Bahasa Bugis yang Romantis
Kata-Kata Bahasa Bugis yang Romantis

Kata-Kata Bahasa Bugis yang Romantis

Kata-Kata Bahasa Bugis dan Artinya – Indonesia sebagai negara kepulauan populer akan keberagaman suku, bahasa, dan budayanya.

Salah satunya bahasa Bugis dan di zaman fashionable ini bahkan tak sedikit orang yang mencari tahu apa itu bahasa bugis dan artinya dan lebih hebatnya lagi karena sekarang sudah ada aplikasi translate bahasa bugis.

Aplikasi ini bisa bahasa bugis translate dan kian memudahkan kita untuk mengetahui arti atau maksud dari apa yang sebenarnya orang ingin ungkapkan apabila sedang menggunakan bahasa bugis.

Baca Juga : 

Kata-kata Bahasa Bugis dan Artinya

Budaya Bugis Pinrang Maccera Siwannua, Terlupakan?

Bahasa Bali Aku Sayang Kamu Terbagi 3 Aksen

Tak bisa dipungkiri Tiap suku, bahasa dan budaya mempunyai keunikannya tertentu diantaranya yang dipunyai suku Bugis yang disebut salah satunya suku paling besar yang menempati wilayah Sulawesi Selatan.

Tidak cuma kebudayaannya yang dapat kamu dalami tetapi juga bahasanya. Kamu dapat belajar menyampaikan kalimat romantis dengan bahasa Bugis. Kecuali unik, kamu bisa juga ikut serta berperanan melestarikan bahasa wilayah dari resiko kemusnahan.

Ada beberapa pelajaran yang dapat diambil dalam kalimat Bugis yang romantis, bagaimanakah cara menyukai, berbicara sama orang lain dan mengartikan cinta tersebut.

Bila kamu akan mengutarakan hatimu dengan bahasa Bugis, tidak ada kelirunya untuk memerhatikan data di bawah ini berkenaan 10 kalimat Bugis yang romantis, ikhlas dan sentuh hati sudah diringkas dari bermacam sumber.

Kata-Kata Bahasa Bugis dan artinya  yang Romantis

1. “Melleki tapada melle; tapada mamminanga; tasiyallabuang.”
Maknanya: Silahkan kita sama-sama merajut jalinan mesra agar harapan selekasnya jadi realita.

2. “Senge’ka rimula wenni Kubali sen’tokko Rigiling tinroku.”
Maknanya: Kenanglah saya saat malam mulai gelap. Pasti akan ku ingat juga diri kamu Saat saya terbangun di tengah malam.

3. “Tellu ronna sitinro ‘, cinna-e udaani-e, napassengereng.”
Maknanya: Tidak bisa dipisah di antara Cinta, rasa kangen dan masa lalu indah.

4. “Memeng maja’ tappaku, tetapi maccaka menjaga hatina towe.”
Maknanya : memang buruk mukaku, tetapi pandai menjaga hati orang.

5. “Nippi, pattiwajo sai, cinampek sagalae’, kuwakkauwaseng.”
Maknanya : Wahai mimpi, nampakkanlah walaupun sesaat muka pacarku, supaya saya senang.

Baca Juga: Apa Kabar Bahasa Bali serta Contohnya

Kata-Kata Bahasa Bugis dan Artinya lainnya yaitu =

1. Jam berapakah pulang? : Tette siaga mu lisu?

2. Telah makan? : Furani Manre?

3. Kapan balik? : Siagae mulisu?

4. Mari makan : Lao Manre

5. Mari pulang : Talisuna

6. Saya lapar : Malufu’ka

7. Saya haus : Medekka’ka

8. Siapa namamu? : Iga asengmu?

9. Tinggal di mana? : Tegaki monro?

10. Marga apa kamu? : Aga margamu?

11. Ingin ke mana? : Melokki lao tega?

12. Rutinitas kamu apa saat ini? : Aga mufugau makko’koe?

13. Saya sayang kamu : Upojiki’

14. Mari naik motor : Menre motoro

15. Sehatkah nenek? : Madisi moki nek?

16. Apa kabarnya ibu? : Aga kareba indo’

17. Kita ke situ saja : Laoni kenria

18. Kita turun di sini saja :No’ ni keddi

19. Kamu elok : Iko’ mabello

20. Kamu tampan : Magaretta laddeko

21. Ayah kembali apa? : Ambo aga tafugau?

22. Ibu senang kue ini? : Indo’ ki foji moi beppae?

Apa itu bahasa bugis

bahasa bugis dan artinya aplikasi translate bahasa bugis bahasa bugis translate

Bahasa Bugis adalah dari rumpun bahasa Austronesia yang dipakai oleh suku Bugis. Bahasa itu banyak dipertuturkan di Sulawesi Selatan, khususnya Kabupaten Maros, Pangkep, Barru, Majene, Luwu, Sidenreng Rappang, Soppeng, Wajo, Bone, Sinjai, Pinrang, Kota Parepare dan beberapa Kabupaten Enrekang, Majene, dan Bulukumba.

Bahasa Bugis terbagi dalam beberapa aksen. Seperti aksen Pinrang yang serupa dengan aksen Sidrap. Aksen Bone (yang lain di antara Bone utara dan Selatan).

Aksen Soppeng. Aksen Wajo ( berlainan di antara Wajo sisi utara dan selatan, dan timur dan barat). Aksen Barru, Aksen Sinjai dan lain-lain..

Baca Juga:

Macam Macam Bahasa Indonesia, Berikut 10 Diantaranya

Ada banyak kosakata yang lain kecuali aksen. Misalkan, aksen Pinrang dan Sidrap menyebutkan kata Loka untuk pisang. Sementara aksen Bugis lainnya menyebutkan Otti atau Utti,

adapun aksen yang sedikit berbeda yaitu kabupaten Sinjai tiap Bahasa Bugis yang memakai Huruf “W” ditukar dengan Huruf “H”.

Contoh; diawa di tukar jadi diaha. Huruf “C” dalam aksen bicarakan Bugis lain, dalam aksen Sinjai beralih menjadi “SY”. Contoh : cappa(ujung) jadi “syappa”.

Kreasi sastra paling besar dunia yakni I Lagaligo memakai Bahasa Bugis tinggi yang disebutkan bahasa Torilangi. Bahasa Bugis umum menyebutkan kata Menre’ atau Manai untuk kata yang bermakna “ke atas/naik”.

Sedang bahasa Torilangi memakai kata “Manerru”.

Untuk kelompok istana, Bahasa Bugis memiliki ketentuan khusus. Bila orang biasa yang wafat dipakai kata “Lele ri Pammasena” atau “mate”.

Sedang bila Raja atau familinya yang wafat dipakai kata “Mallinrung”.

Warga Bugis mempunyai penulisan tradisionil menggunakan aksara Lontara. Contoh: Lontara w + i.svg

Huruf-huruf dengan bahasa Bugis, disebutkan lontara’, terbagi dalam 23 aksara dan tidak ada aksara atau tanda baca untuk bunyi huruf mati atau konsonan. Hingga, bisa terjadi kekeliruan dalammembacanya (pengartian ganda).

Misalnya, kalimatebeb bolo n guruku.

Seorang siswa kelas satu atau kelas dua SD yang cuman dapat membaca, akan mengucapkankannya sebagai “Bebbe bolona gurukku” yang dengan bahasa Indonesia, bermakna ingusnya guruku menetes. Tapi, untuk siswa kelas 3 SD ke atas, yang dapat membaca dan sanggup menganalisis, maka menyampaikan “bembe bolonna gurukku” yang maknanya kambing hitam punya guruku.

Dengan bahasa Bugis ada pantun, yang disebutkan dengan istilah elong maliung bettuanna atau elong pugi. Pantun ini, dipakai untuk sampaikan suatu hal secara lembut.

Misalkan, saat seorang ingin menampik keinginan dari seorang yang kedudukannya semakin tinggi (tetapi, ini jarang ada). Atau untuk mengutarakan rasa (rasa seperti senang) ke seorang.

Disamping itu, beberapa gadis memakai pantun untuk sampaikan isi hatinya, atau terima pernyataan dari pemuda.