Kantong Sedekah Peduli Sesama Umat, Sangat Unik Kata-kata Ajakan Bersedekah
Kantong Sedekah Peduli Sesama Umat, Sangat Unik Kata-kata Ajakan Bersedekah

Kantong Sedekah Peduli Sesama Umat, Sangat Unik Kata-kata Ajakan Bersedekah

Kata-kata ajakan bersedekah – Di tengahnya kejatuhan ekonomi, masihlah banyak pemurah hati yang pengin share. Bahan makanan digantung di pagar. Namanya kantong sedekah perduli sama-sama umat. Siapa saja yang perlu, dapat ambil sekedarnya.

JEJERAN kantong plastik bergantung di halaman suatu rumah di Toddopuli VII. Didalamnya, ada sayur, mi instant, kue, sampai nasi kuning.

Kantong-kantong berisi makanan dan bahan makanan ini digantung habis salat Subuh. Share rizki ini diinisiasi Yayasan Perduli Sama-sama Umat. Siapa saja masyarakat yang melintasi dan terasa perlu, bisa ambilnya. Gratis.

Baca Juga: Bahasa Bali Aku Sayang Kamu Terbagi 3 Aksen

Tapi gak boleh berlebihan, sama keperluan saja. Rerata, orang yang melintasi ambil satu saja. Dibalik gantungan kantong-kantong sedekah ini, ada figur wanita separuh baya. Namanya Siti Mauludan.

Ia yang menginisiasi kantong sedekah ini. Bersama mitranya banyak majelis taklim dan sukarelawan yang disebut masyarakat kira-kira, penuh keikhlasan mengerjakan aktivitas amal itu. Tiap hari.

“Alhamdulillah, kadang-kadang ada orang yang hadir, namun tak ambil. Jadi memperbanyak isi kantong itu,” papar wanita berhijab ini.

(Kata-kata ajakan bersedekah)

Kantong Sedekah Perduli Sama-sama Mulanya Cuma Beberapa

Siti Mauludan menceritakan, bila pagar rumah yang digantungi kantong sedekah itu merupakan tempat tinggalnya. Inspirasi bikin program ini bermula saat dianya sendiri dan pendiri yayasan, Gunawan, pengin share dengan spontan saat pertama tampil Covid-19 di Makassar.

Tapi sebab dia takut keluar dari rumah, maka dari itu dia punyai inspirasi biar kontribusi itu digantungkan saja. Didalamnya kebutuhan primer dan digantung di pagar tempat tinggalnya. Setelah itu dia bikin banner ditulis “Kantong Sedekah, bisa diambil untuk yang butuh”.

Mulanya cuma beberapa kantong. Nyatanya banyak yang terasa perlu dan tak kebagian. Bersama Yayasan Perduli Sama-sama Umat, dia mulai memperbanyak sampai 80-an kantong perhari.

“Biarpun itu sekedar kebolehan dana, tapi masihlah banyak orang yang butuh langsung. Terutamanya di kira-kira rumah saya, terpenting di sawah-sawah belakang rumah arah Toddopuli,” papar wanita asal Semarang itu.

Baca Juga: Biaya Les Bahasa Inggris di LIA di LBPP LIA

(Kata-kata ajakan bersedekah)

Ada Sedekah Air Tidak hanya Kantong Sedekah Perduli Sama-sama

Sekarang, Siti Mauludan pula tidak sebatas siapkan kantong sedekah yang digantung di pagar tempat tinggalnya. Ia bersama kawan-kawannya di majelis taklim pula bikin program Sedekah Air.

Setiap hari mereka menyediakan air bersih sebanyak dua kubik. Air ini sudah disterilkan, bisa dipakai minum. Mulai pukul 06.30 wita sampai pukul 09.00 wita. Siapapun yang datang ke rumahnya boleh mengambil air.

(Kata-kata ajakan bersedekah)

Namun harus membawa galon sendiri, kemudian mengisi air minum secara gratis untuk bisa dikonsumsi. Namun ia tekankan bahwa air ini tidak untuk diperjualbelikan. “Saya ingin kegiatan ini tetap berlanjut sampai akhir hayat. Jika Allah rida, saya ingin tetap berjalan,” tuturnya.

Siti Mauludan berharap Kantong Sedekah Peduli Sesama Umat dan Sedekah Air masih terus berjalan. Bahkan sumbangan berupa barang dari beberapa dermawan selalu ada yang kirim ke rumahnya. Bahkan jika ada yang mau menyumbang secara langsung, bisa saat pagi atau melalui kotak sedekah yang tersedia. Hasil sumbangan berupa uang, akan dipakai membelikan bahan makanan. (*)

Penulis : Dewi Sartika Mahmud (Jl Toddopuli VII)

(Kata -kata ajakan bersedekah)

Baca Juga: Pengertian Bahasa Baku dan Tidak Baku dan Contohnya