Beranda Wanita Kantong Sedekah Peduli Sesama Umat, Sangat Unik

Kantong Sedekah Peduli Sesama Umat, Sangat Unik

130
0
Kantong Sedekah Peduli Sesama Umat
Kantong Sedekah Peduli Sesama Umat

Di tengah keterpurukan ekonomi, masih banyak dermawan yang ingin berbagi. Bahan makanan digantung di pagar. Namanya kantong sedekah peduli sesama umat. Siapapun yang butuh, bisa mengambil seperlunya.

JEJERAN kantong plastik tergantung di halaman sebuah rumah di Toddopuli VII. Isinya, ada sayuran, mi instan, kue, hingga nasi kuning.

Kantong-kantong berisi makanan dan bahan makanan ini digantung usai salat Subuh. Berbagi rezeki ini diinisiasi Yayasan Peduli Sesama Umat. Siapapun warga yang melintas dan merasa butuh, boleh mengambilnya. Gratis.

Namun jangan berlebih, sesuai kebutuhan saja. Rata-rata, orang yang melintas mengambil satu saja. Di balik gantungan kantong-kantong sedekah ini, ada sosok perempuan paruh baya. Namanya Siti Mauludan.

Dia yang menginisiasi kantong sedekah ini. Bersama rekannya para majelis taklim dan relawan yang merupakan warga sekitar, penuh keikhlasan melakukan kegiatan amal tersebut. Setiap hari.

“Alhamdulillah, kadang ada juga masyarakat yang datang, tetapi tidak mengambil. Malah menambah isi
kantong tersebut,” tutur perempuan berjilbab ini.

Kantong Sedekah Peduli Sesama Awalnya Hanya Beberapa

Siti Mauludan bercerita, jika pagar rumah yang digantungi kantong sedekah tersebut adalah rumahnya. Ide membuat program ini berawal saat dirinya dan pendiri yayasan, Gunawan, ingin berbagi dengan spontan saat pertama muncul Covid-19 di Makassar.

Namun karena ia takut keluar rumah, sehingga ia punya ide agar bantuan itu digantungkan saja. Isinya kebutuhan pokok dan digantung di pagar rumahnya. Kemudian ia membuat spanduk bertuliskan “Kantong Sedekah, boleh diambil bagi yang membutuhkan”.

Awalnya hanya beberapa kantong. Ternyata banyak yang merasa butuh dan tidak kebagian. Bersama Yayasan Peduli Sesama Umat, ia mulai menambah hingga 80-an kantong per hari.

“Meskipun itu sebatas kemampuan dana, namun masih banyak masyarakat yang membutuhkan langsung. Utamanya di sekitar tempat tinggal saya, terutama di sawah-sawah belakang rumah arah Toddopuli,” tutur perempuan asal Semarang tersebut.

Ada Sedekah Air Selain Kantong Sedekah Peduli Sesama

Kini, Siti Mauludan juga tak sekadar menyediakan kantong sedekah yang digantung di pagar rumahnya. Dia bersama teman-temannya di majelis taklim juga membuat program Sedekah Air.

Setiap hari mereka menyediakan air bersih sebanyak dua kubik. Air ini sudah disterilkan, bisa dipakai minum. Mulai pukul 06.30 wita sampai pukul 09.00 wita. Siapapun yang datang ke rumahnya boleh mengambil air.

Namun harus membawa galon sendiri, kemudian mengisi air minum secara gratis untuk bisa dikonsumsi. Namun ia tekankan bahwa air ini tidak untuk diperjualbelikan. “Saya ingin kegiatan ini tetap berlanjut sampai akhir hayat. Jika Allah rida, saya ingin tetap berjalan,” tuturnya.

Siti Mauludan berharap Kantong Sedekah Peduli Sesama Umat dan Sedekah Air masih terus berjalan. Bahkan sumbangan berupa barang dari beberapa dermawan selalu ada yang kirim ke rumahnya. Bahkan jika ada yang mau menyumbang secara langsung, bisa saat pagi atau melalui kotak sedekah yang tersedia. Hasil sumbangan berupa uang, akan dipakai membelikan bahan makanan. (*/rif)

Penulis : Dewi Sartika Mahmud (Jl Toddopuli VII)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here