Tipe P2P Lending butuh dimengerti dengan bagus untuk mereka yang ingin melakukan investasi atau ingin pinjam di fintech P2P Lending. Ada pelbagai tipe dan masing – masing punyai profile return dan kemungkinan yang lain – beda.

Satu diantara keistimewaan fintech P2P Lending ialah tawarkan produk utang dan investasi yang lain ketimbang, yang dijajakan oleh financial institution dan instansi keuangan yang lain.

Trik kerja P2P yang kerjakan bekerja sama, crowdfunding, buat membayar satu upaya, membikin pelbagai peluang tipe utang dapat dibayari.

Baca Juga: Pengertian Analisis Rasio Keuangan (Manfaat, Jenis, Contoh Perhitungan)

Saya kerjakan survey ke banyak P2P di Indonesia dan meringkas tipe – tipe P2P Lending yang ada waktu ini. Apa produk yang dijajakan mereka.

Arah saya menjelaskan tipe P2P ini ialah:

  • Buat Lender. Memperlihatkan ke pemilik dana masalah opsi investasi P2P
  • Buat Borrower. Memperlihatkan ke peminjam masalah alternatif opsi credit di P2P.
  • Buat Penduduk. Memperlihatkan opsi credit dan investasi yang dijajakan oleh P2P.

1. Bill Financing

Jenis Jenis P2P Lending Indonesia (Pinjaman dan Investasi)

Jenis Fintech P2P Lending

Fintech P2P tawarkan pembiayaan invoice atau bill. Apabila miliki bill, pebisnis dapat berikan bill itu ke P2P buat dikasihkan utang waktu tenor tersendiri.

Pembiayaan piutang – atau umum dimaksud bill financing yaitu preferensi pembiayaan dengan agunan bill.

Dana yang diperoleh bisa dipakai buat memperlancarkan operasional usaha seperti pembayaran penghasilan, sewa ruang, serta pembayaran listrik. Dana itu bisa pula dipakai jadi tambahan modal buat ambil project tambahan, yang awal kalinya tidak dapat dijalankan.

Utamanya, bill financing menolong banyak pelaku bisnis buat mendapati keluwesan lebih dalam mengurus arus kasnya.

Buat mengontrol risiko, Fintech P2P tidak mengongkosi semua bill bill, maximum pembiayaan seputar 80% dari nilai bill.

Lalu P2P potong komisi 3% sd 5% dari nilai utang borrower, maka dari itu dari 80% pembiayaan dipotong dahulu komisi ke P2P, anyar dicairkan ke borrower.

Bill financing dapat dikasihkan hingga sampai maximum Rp 2 M per bill dengan zaman pengembalian utang dalam kurun waktu 1 bulan sd tiga bulan.

Risiko pokok ‘Bill Financing’ yaitu payor yang tidak bayar bill ke peminjam, maka dari itu peminjam tidak dapat bayar balik utang ke P2P. Karenanya, paling penting jika payor yaitu perusahaan yang pasti serta tepercaya, supaya risiko tidak berhasil bayar dapat didesak kecil.

Bill akan jadi agunan dalam permintaan pembiayaan bill. Sementara itu, P2P bisa pula memohon tambahan agunan berbentuk privat assure.

Tetapi, umumnya, utang bill financing akan tidak disuruh agunan asset. Perihal yang bagus untuk UMKM.

Macam utang P2P ini pas buat UMKM yang mau ajukan credit tapi tidak miliki agunan, punyanya bill dari pemberi kerja. Ketimbang ke financial institution, yang jelas bakal memohon kriteria agunan asset, UMKM dapat ke P2P Lending yang berikan bill financing.

Baca Juga: Bisnis Online Terpercaya dengan Modal Kecil, Jangan Ketinggalan

2. Modal Kerja, Capex

Fintech P2P berikan utang ke pelaksana upaya personal, firma, CV atau PT.

Pembiayaan dapat untuk beragam kepentingan, yakni:

  1. Working Capital. Permodalan untuk penuhi kepentingan modal kerja perusahaan.
  2. Purchaser Financing. Penuhi kepentingan stock barang dengan lebih bisa cepat dengan sertakan bukti pemesanan (buy order) dari korporat retail terafiliasi. Produk utang modal kerja yang diperuntukan ke beberapa perusahaan UKM yang disebut konsumen grosir di korporat retail besar.
  3. Capex atau Capital Expenditure. Pembiayaan untuk pengeluaran modal yang didistribusikan dalam bujet untuk lakukan satu pembelian / pembetulan / pergantian atas asset perusahaan. Asset yang dibayari itu menjadi agunan/taruhan utang.
  4. Persediaan Financing. Pembiayaan yang pribadi ditujukan untuk mengongkosi inventory persediaan. Bila pebisnis punya inventory persediaan dalam perusahaan sementara memerlukan utang periode pendek, jadi bisa mengagunkan persediaan itu.

Plafon utang untuk upaya dijajakan lumayan besar, mulai Rp 75 juta hingga sampai Rp 2 Miliar dengan zaman tenor 1 bulan hingga sampai 24 bulan.

Suku bunga ada dalam range 6.48% – 17% pertahun (bunga flat). Besaran suku bunga dapat berlainan di tiap utang, bergantung grade dari P2P menurut diagnosis kepantasan dan kemungkinan upaya.

Prasyarat utang upaya di P2P, salah satunya:

  1. Telah berjalan lebih dari satu tahun, dan bertempat di protection ruang.
  2. Sukses cetak untung bersih di satu tahun paling akhir.
  3. Punya Laporan Keuangan (minimum laporan untung rugi) yang bakal di cross examine dengan rekening koran tiga bulan paling akhir.
  4. Membuat proposal utang dan lengkapi naskah simpatisan yang dibutuhkan.

3. Kredit Mikro

Masalah penting bagi beberapa pebisnis mikro yaitu sukarnya memperoleh akses credit. Tidak terdapatnya agunan dan tidak mempunyai catatan keuangan yang layak bikin pebisnis mikro susah ajukan credit ke financial institution.

P2P menjajakan credit untuk pebisnis mikro dengan pola yang memikat.

Ada suatu basis P2P yang privat layani pebisnis mikro yang masih belum mempunyai akses credit ke perbankan. Fintech ini layani grup ibu – ibu arisan, yang mau ajukan credit mikro dengan jumlah kecil.

Proses pemberian credit dalam mannequin usaha P2P ini dirancang demikian rupa untuk mengurus efek, dengan model berikut ini:

  1. Grup. 15-20 orang dengan domisili bersisihan dibikin menjadi suatu grup yang masing-masing harus mengikut kursus untuk membentuk tanggung jawab tanggung renteng bila salah satunya anggota alami kesukaran pembayaran.
  2. Score Credit. Permintaan permodalan didasarkan ide usaha dan profile calon yang terima utang serta dikaji menurut prosedur score credit. Permintaan permodalan dapat diunjukkan dalam pasar sesudah disepakati serta janji disarani Amartha sesudah terdanai.
  3. Percakapan Mingguan. Selama waktu pinjaman, yang terima utang diharuskan mengikut percakapan grup mingguan yang disarani Amartha dengan materi tentang salah satunya pengendalian keuangan, keterdisiplinan, dan beberapa cara memajukan usaha.

4. Dana Tunai (PayDay)

Salah satunya tipe yang amat banyak dijajakan P2P waktu ini yakni utang konsumtif dana tunai tanpa ada agunan. Tipe utang berikan prasyarat simpel serta pencairan cepat.

Tipe utang ini sesuai untuk mereka yang dibutuhkan dana tunai buat keperluan emergensi. Tidak jadi masalah bunga lumayan tinggi kalau utang dapat diolah secara cepat.

Prasyarat utang yakni KTP, tanpa ada agunan, tanpa ada kartu credit, tanpa ada BI checking. Cepat cair maximum 24 jam sejak mulai perjanjian.

Spek utang dana tunai payday mortgage yakni:

  1. Plafon Rp 600 ribu sd Rp 3 juta
  2. Tenor 30 hari sd tiga bulan.

Ketidakcocokan utang ini dengan KTA di financial institution yakni tenor credit yang paling pendek. Paling lama 30 hari di payday mortgage.

Diakhir tenor, peminjam langsung melunaskan inti serta bunga. Sehingga tidak sama dengan KTA financial institution yang dibayarkan secara angsuran, payday mortgage dibayarkan sekalian.

Periode utang yang pendek menolong orang yang dibutuhkan credit buat waktu sekejap. Umpamanya orang selekasnya dibutuhkan utang serta tunggu sampai terima bayaran tiba buat melunaskan.

Di financial institution, credit dengan tenor pendek tak ada waktu ini. Angsuran KTA financial institution sedikitnya sepanjang enam bulan.

Dalam mengajukan payday mortgage, peminjam harus punya rekening financial institution atas nama peminjam (sama dengan nama komplet di KTP) karena kalau mengajukan disepakati, P2P bakal mencairkan dana ke rekening financial institution yang didaftarkan.

Bunga utang tunai terbatasi maximum 0,8% seperti peraturan dari Perserikatan Fintech serta OJK.

Baca Juga: 6 Bisnis Online Gratis Lewat Hp untuk Pelajar

5. Cicilan Tanpa Kartu Kredit

Fintech P2P mengeluarkan angsuran online tanpa ada kartu credit. Dengan produk ini, calon pembeli tak perlu punyai kartu credit untuk dapat ajukan pembiayaan angsuran, umpamanya untuk credit pembelian gadget di toko on line.

P2P menyiapkan credit cepat untuk berbelanja on line dengan tenor, yakni:

  • Sekali bayar dalam 30 hari atau
  • Angsuran 3, 6, 12 bulan.

P2P kerjakan kerja sama dengan beberapa servis provider, terutamanya servis provider e-commerce on line, seperti Tokopedia, Bukalapak serta situs e-commerce yang lain.

Pada sisi pembayaran, check-out, di toko on line bakal siap opsi pembayaran dari P2P. Nasabah tinggal click opsi credit angsuran dari P2P, jadi prosesnya bakal dilaksanakan secara on line serta perjanjian dikasihkan dalam sesaat.

Keunggulan yang dijajakan P2P yakni mengajukan angsuran tak perlu kartu credit. Ini keringanan yang perlu.

Lantaran sejauh ini, kendala pembeli untuk ajukan credit angsuran ke financial institution yakni keharusan harus punyai kartu credit. Keharusan punyai kartu credit ini yang di hilangkan oleh P2P.

Produk angsuran tanpa ada kartu credit P2P ini bekerja seperti kartu credit. Bila disepakati jadi peminjam bakal mendapati batas atau restrict credit yang dapat dipakai tiap kali belanja di servis provider yang bekerja sama-sama dengan P2P.

Peminjam tak perlu ajukan kembali tiap kali bakal belanja. Cukup sekali mendapati perjanjian restrict, credit dapat selalu dipakai waktu restrict masih siap.

Prasyarat mengajukan angsuran di P2P yakni:

  1. Punya penghasilan min. Rp 3.000.000 perbulan
  2. Umur sedikitnya 18 tahun
  3. Add KTP serta poto selfie
  4. Mesti mempertautkan dengan account jejaring sosial atau account yang lain (BPJS, Ojek On line, Digital Financial institution dan lain-lain).

6. Syariah

Model utang yang dijajakan oleh P2P ialah Syariah.

Beberapa perihal sebagai ciri-khas P2P Syariah, ialah:

  1. Ikrar Syariah. Disamakan dengan model ikrar yang disepakati Dewan Syariah Nasional (DSN).
  2. Buat Hasil. Metodenya buat hasil, bukan bunga.
  3. Tidak mengongkosi bidang – bidang spesifik yang tidak sama dengan ketetapan Syariah.

Model pembiayaan Syariah yang dijajakan oleh P2P ada beraneka – ragam.

Bill financing atau anjak piutang, di mana calon yang menerima permodalan (beneficiary) yang punya bukti bill (bill) bisa ajukan permodalan. Menurut bukti bill bill, P2P Syariah bakal tawarkan terhadap calon Pendana (funder) untuk berikan pembiayaan dengan ikrar wakalah bil ujrah diikuti dana talangan dengan ikrar qardh.

Pembiayaan Konsumtif (Barang/Layanan) produk halal yang dipasarkan di e-commerce atau pasar yang bekerja sama-sama dengan P2P Syariah. Margin pembiayaan Konsumtif (Pembelian barang/layanan) ialah Flat 2.0% /bulan

Pembiayaan Perjalanan Agama Perjalanan Umroh dan Rekreasi Halal yang dipasarkan di e-commerce atau pasar yang bekerja sama-sama dengan P2P Syariah. Ujroh pembiayaan Perjalanan Umroh serta Rekreasi Halal = Flat 1.5% /bulan

Property. Pembiayaan pada bidang property, Actual Properti dan Infrastruktur. Obyeknya ialah uang pembiayaan diteruskan ke project yang bawa imbas sosial dalam jumlah besar. Ikrar yang dipakai musyarakah, wakalah dan wakalah Bil-Ujrah.

7. Pendidikan

Fintech P2P tawarkan terapan pinjam uang untuk mahasiswa atau murid yang perlu dana untuk ongkos kuliah dan sekolah.

Utang pengajaran dari Fintech P2P adalah inovasi pembiayaan. Sekian lama ini, nyaris tidak ada credit dari financial institution yang dapat dipakai untuk membayar pengajaran.

P2P tawarkan tipe utang yang khusus dibuat untuk pengajaran. Permintaan cukup dikerjakan secara on line dengan mengirim e mail ke perusahaan Fintech yang tawarkan utang uang on line untuk murid.

Utang pengajaran ialah credit tanpa ada agunan dan dikasihkan untuk murid yang telah diterima atau tengah berstudi di instansi pengajaran tinggi atau vokasi yang terakreditasi..

Utang ongkos pengajaran bakal dicairkan langsung ke instansi pengajaran berkaitan seperti agenda pembayaran.

Harus orangtua atau saudara menjadi penjamin. Persyaratan penjamin ialah mesti punyai interaksi kekerabatan dengan peminjam, Masyarakat Negara Indonesia, dan punyai pemasukan yang bisa dipastikan.

Prasyarat yang harus disanggupi dalam permintaan utang ialah:

  1. Penjamin. Harus tersedianya faksi sebagai penjamin mahasiswa atau murid yang ajukan utang. Penjamin ini mesti punyai pemasukan.
  2. Tercatat menjadi murid. Di satu diantara tempat pinjaman uang on line, Murid mesti tercatat dalam program pengajaran tinggi: Diploma (D1, D2, D3, D4), Sekolah tinggi, S1, S2, atau selevel di Indonesia. Program pengajaran murid seharusnya mulai berjalan.
  3. Naskah. Lengkapi semuanya naskah administrasi: NIK, KTM, perjanjian Wali. Untuk murid anyar, surat pendapatan yang memberikan nama, instansi pengajaran, dan program di mana Anda sudah diterima, dan tanggal perkuliahan mulai. Untuk murid yang telah aktif, bukti histori pembayaran atau transkrip akademis bisa dipakai.

8. On-line Vendor Financing

Usaha on line tumbuh cepat di Indonesia. Timbulnya toko e-commerce membuat sejumlah UMKM masuk ke upaya on line.

Pelaku bisnis ini dibutuhkan credit buat meningkatkan upaya onlinenya.

Akan tetapi, soalnya, mereka sukar ajukan credit ke financial institution atau instansi keuangan yang lain. Kalaulah dapat, financial institution bakal minta agunan asset.

Financial institution tidak dapat gunakan upaya on line sebagai foundation buat berikan credit.

P2P menjajakan utang pribadi buat upaya on line. On line Supplier Financing merupakan utang periode pendek buat penjual on line aktif di e-commerce pasar.

Model ini bisa dipakai buat entrepreneur yang baru-baru ini menjalani upaya serta dibutuhkan modal kerja, lagi cari utang buat memperbanyak persediaan stock, atau penuhi kepentingan usaha yang lain.

Ketidaksamaan terutamanya merupakan P2P tidak minta agunan asset. Entrepreneur dapat gunakan upaya on line sebagai foundation buat penyerahan credit.

Rutinitas penjual on line yang jadikan basic diagnosis credit oleh P2P. Umpamanya, mesti jualan di e-commerce yang bekerja sama-sama dengan.P2P, ada keputusan sedikitnya pemasaran dan periode aktif jualan.

Persyaratan on line supplier financing yang dijajakan oleh P2P, merupakan:

  • tanpa penting agunan,
  • jangka periode pendek 3-24 bulan,
  • inti utang sampai Rp 2 miliar.
  • cuman dikerjakan oleh upaya on line yang jualan di servis provider e-commerce yang udah kerja sama-sama dengan P2P.
  • aktif jualan sedikitnya enam bulan
  • pemasaran sedikitnya 2 juta perbulan

Umumnya bunga utang buat on line supplier merupakan sekitar di antara 24%-30% efisien pertahun. Ongkos yang lain penting dikeluarkan merupakan Origination charge 0.25% perbulan.

Pengertian P2P Lending

Bagaimana bila saya mau pinjamkan uang langsung (tiada penyambung) ke seseorang buat mendapat imbalan bunga, dan utang itu udah dipilih dengan bagus oleh pakarnya agar risikonya terlewati.

Dahulu, peluang ini sukar dikerjakan karena beragam halangan. Tetapi, waktu ini, dengan perubahan technologi, kemauan saya pinjamkan itu dapat direalisasikan dengan P2P – Peer to Peer.

P2P Lending yakni pinjam pinjam langsung berbasiskan technologi info. Satu faksi menjadi pemberi utang, sementara faksi lain menjadi yang terima utang, yang disandingkan melalui basis pelaksana P2P.

Sejumlah elemen penting dalam P2P Lending yakni:

  1. Pemberi Utang. Faksi yang punyai uang buat mendanai utang dan berharap return dari utang itu.
  2. Yang terima utang. Faksi yang butuh utang dan siap bayar bunga atau cost atas utang itu
  3. Pelaksana P2P. Faksi yang siapkan basis on line buat memperhadapkan pemberi utang dan yang terima utang secara digital.
  4. Berlangsung tatap muka langsung di antara pemberi utang dan yang terima utang secara on line melalui basis P2P.

Dapat disaksikan jika buah pikirannya sesungguhnya cukup sederhana. P2P jadi pasar buat pinjam pinjam.

Tetapi mengapa termashyur ?

A. Alasan Munculnya P2P

Seperti telah saya singgung, kepentingan untuk mendapat return investasi bertambah tinggi. Soal ini dapat direalisasikan apabila utang bisa langsung diberikan tanpa ada butuh penyambung, maka tidak ada potongan.

Di sisi lainnya, banyak orang-orang yang tidak dapat ajukan credit ke financial institution. Financial institution mempunyai segudang ketetapan, yang membikin orang atau usaha susah ambil credit di financial institution.

Berlangsung mismatch dalam pasar utang, ialah:

  1. Pemilik dana (lender) pengin memberinya utang akan tetapi tidak mengerti faksi yang wajar dikasihkan utang.
  2. Yang terima utang (borrower) pengin pinjam akan tetapi tidak mengerti mesti ke mana, tidak cuman financial institution, untuk dapat pinjam.

Sekian lama ini, mismatch ini susah diakhiri karena pemilik dana persoalan cari calon peminjam yang telah bisa lolos screening, dapat dipercayai, maka dapat mendapat utang sesuai sama profile kemungkinan yang dikehendaki.

P2P Lending tawarkan pemecahan ! Dengan membikin prosedur peer to look, rekan ke rekan, memakai tehnologi info, yang membikin proses percakapan, yang awal kalinya susah, saat ini simpel dikerjakan secara efektif serta terbuka.

Orang mempunyai dana tinggal pilih secara online di basis perusahaan P2P masalah utang yang mana akan mereka danai. Mereka dapat memandang info komplet bab profile peminjam, return, kemungkinan serta scoring credit, yang semua disiapkan oleh pengurus P2P.

Orang yang perlu utang, akan tetapi tidak dapat ajukan ke financial institution, dapat mengambil program P2P untuk ajukan credit secara online, dengan persyaratan yang lebih simpel.

B. Perbedaan dengan Financial institution

Ketaksamaan pokok dengan financial institution ialah berikut ini:

Pertama, P2P tak lakukan penyatuan dana warga karena dalam prosedurnya pemilik dana (lender) berjumpa langsung dengan pencarian dana. Pemilik dana menunjuk sendiri faksi yang akan didanai.

Dana dari lender tak digabungkan oleh perusahaan pengurus P2P, akan tetapi langsung didistribusikan ke yang terima utang. Perusahaan pengurus P2P cuman berikan data bab profile calon peminjam.

Dalam P2P, putusan untuk mendanai utang langsung ditangan pemilik dana, pengurus tak memutus faksi yang akan diberi utang.

Proses ini berlainan dengan di financial institution, yang pemilik simpanan tak mengerti ke mana uang itu dipinjam. Putusan utang semuanya ditangan financial institution, pemilik simpanan tak dapat tentukan ke mana utang diberi.

Ke-2 , risiko tidak berhasil bayar di jamin oleh pemberi utang. Pengurus P2P tak diijinkan memikul risiko utang menunggak.

Sementara kalaupun menabung di financial institution, waktu utang tidak berhasil bayar, risiko di jamin financial institution serta bukan oleh pemilik simpanan. Pemilik simpanan aman dananya.

C. Manfaat P2P 

Rancangan peer to look, yang melepas peranan financial institution menjadi penyambung, membuat proses pinjam pinjam bertambah fleksibel, lebih inovatif serta lebih cepat. Tampil produk – produk keuangan baru dari P2P.

Financial institution karena menyatukan dana dari orang mesti prudent, runduk di beberapa ketetapan dari Financial institution Sentra. Sementara P2P karena uangnya langsung dari pemilik dana bertambah lentur serta lebih bebas.

Akses credit bertambah simpel dan beraneka lewat P2P.

Umpamanya, salah satunya P2P memberi credit ke grup ibu – ibu arisan di perdesaan, pada jumlah utang mikro Rp 300 ribu. Grup yang sejauh ini susah mendapat akses credit.

Utang on line P2P lain cuma butuh persyaratan KTP dan poto selfie untuk dapat disodorkan dan disepakati di dalam 24 jam. Macam ini sesuai untuk penuhi kepentingan dana kritis yang cepat.

Sejauh ini, masalah paling besar pebisnis UMKM yakni tak punyai agunan untuk ajukan credit. P2P membuat produk credit UMKM yang jaminannya yakni bill atau bill, tidak usah agunan berwujud asset.

Return buat pemilik dana di P2P lebih menarik karena raibnya penyambung. Kelak di sisi akhir, saya berbagi pengalaman lakukan investasi di salah satunya P2P, yang memberi return 15% sd 18% 1 tahun.

Sedikitnya investasi di P2P dapat didesak kecil sekali karena pembawaannya yang bersama – sama. Di basis yang disiapkan pelaksana, calon pemberi utang bisa bersama-sama – sama mengongkosi satu upaya yang menjanjikan, dengan membagi – untuk jumlah pembiayaan.

Saya pernah check, salah satunya P2P terima investasi mulai Rp 100 ribu. Jumlah investasi yang paling dapat terjangkau buat seluruh kelompok.

Kegunaan lainnya yakni investasi di P2P dapat dilaksanakan secara at anytime dan anyplace. Tidak usah mesti ada ke kantor cabang.

Baca Juga: Aplikasi Penghasil Uang Langsung ke Rekening Bank Lokal, Ada 11 Aplikasi

Regulasi Fintech P2P Lending

P2P yaitu industri yang anyar. Peraturannya lantas tidak lama.

Anyar akhir 2016, OJK keluarkan Aturan, POJK 77, yang mengendalikan bab industri P2P di Indonesia. Kebijakan ini memutuskan P2P menjadi “Instansi Pinjam Pinjam Uang Berbasiskan Technologi Data”.

POJK 77 mengendalikan baik dari segi investasi ataupun dari segi peminjam. Sisi pelindungan pembeli jadi focus perhatian OJK.

Pengertian POJK 77 bab P2P Lending tercatat “Service Pinjam Pinjam Uang Berbasiskan Technologi Data yaitu penyelenggaraan service layanan keuangan untuk memperhadapkan pemberi utang dengan yang menerima utang dalam rencana melaksanakan persetujuan pinjam pinjam dalam mata uang rupiah dengan cara langsung lewat struktur elektronik dengan gunakan jaringan website.”

Dari pengertian ini, OJK memutuskan kalau proses pinjam pinjam di fintech P2P berlangsung atas kesertaan tiga faksi, ialah:

  • Pengelola, yang disebut yaitu Service Pinjam Pinjam Uang Berbasiskan Technologi Data, dengan pekerjaan memperhadapkan pemberi utang dana yang menerima utang.
  • Pemberi utang, ialah orang, tubuh hukum, dan/atau tubuh upaya yang miliki piutang lantaran persetujuan Service
  • Pinjam Pinjam Uang Berbasiskan Technologi Data.
  • Yang menerima utang, ialah yaitu orang dan/atau tubuh hukum yang miliki hutang lantaran persetujuan Service Pinjam Pinjam Uang Berbasiskan Technologi Data

Menurut OJK, diskusi harus penuhi dua persyaratan: (1) secara langsung; (2) lewat struktur elektronik dengan jaringan website.

OJK amat tekankan diskusi “dengan cara langsung” di P2P, untuk menghindari terdapat pengumpulan dana. Pengumpulan dana jadi domainnya financial institution.

Jangan dana dari pemberi utang stop atau tersimpan di pengelola. Seluruhnya investasi harus langsung ke peminjam.

OJK pun memutuskan kalau diskusi dilaksanakan secara online. Tak dapat transaksi bisnis P2P dilaksanakan secara off-line, misalkan secara bertemu muka.

Resiko

Dampak yaitu hal yang saya simak kerapkali lepas dari perhatian beberapa lender atau pemberi utang. Jarang-jarang diawasi secara bagus waktu lender memberi utang.

Lender banyak yang silau oleh tingginya kemampuan return P2P. Lupa bakal kemungkinannya.

Yang lebih kritis kembali, banyak lender yang memikir kalau investasi di P2P sama dengan memposisikan uang di deposito atau di financial institution. Dirasa uangnya nyata kembali.

Sehingga apa kemungkinannya ?

1. Gagal Bayar, Investasi Hilang

Utang tidak sukses bayar, peminjam tak dapat bayar keharusan, oleh karena itu investasi lender raib. Risiko dijamin segalanya oleh lender.

Perusahaan pengelola P2P tak memikul risiko utang tidak sukses bayar. Risiko utang tidak sukses bayar dijamin semuanya oleh pemberi utang.

Juga dalam ketentuannya POJK 77, OJK secara detail mengatakan kalau pengelola P2P tidak diperbolehkan memikul risiko utang tidak sukses bayar. Pelanggaran ketetapan ini dapat membikin ijin P2P ditarik.

Pembawaan permodalan di P2P yang “langsung di antara lender dan borrower” membikin risiko credit dijamin oleh lender. Tak ada penyambung antara ke-2 nya.

Tidak serupa dengan di financial institution, di mana simpanan ditanggung oleh LPS, maka dari itu tak ada risiko untuk nasabah. Uang nasabah di financial institution tentu kembali, kendati utang yang diberi menunggak.

2. Penyelenggara Tutup

Perusahaan pengurus P2P dapat buyar, tutup bekerja. Baik sebab ditarik ijinnya oleh OJK atau ketentuan perusahaan tersebut.

Ini berlangsung seringkali. OJK udah mengambil ijin beberapa perusahaan P2P, yang dikabarkan dalam website OJK.

Bila ijin ditarik, bagaimana nasib uang lender ?

Uang lender tak serentak raib sebab kewajiban borrower pada lender terus ada meskipun perusahaan P2P tutup. Berhentinya pengurus tak meniadakan kewajiban borrower.

Akan tetapi, tehnis di atas lapangan dalam mengamati dan tindak lanjuti utang jadi susah buat borrower, yang awalnya mempercayakan perusahaan P2P untuk melakukan. Apa lagi bila jumlah permodalan relatif kecil, tak worthed untuk mengatur penagihan ke peminjam.

3. Tidak Likuid

Saat lender memberi permodalan di P2P, jadi uangnya akan terkunci di utang hingga jatuh termin. Uang itu tidak dapat diambil sepanjang utang belum dilunasi lunas.

Ini mengundang dampak likuiditas. Berlainan dengan peletakan di deposito atau investasi saham, yang setiap waktu investor pengin, dapat dicairkan.

Kesimpulan

P2P menjajakan pelbagai model produk utang. Dimulai dari utang usaha, mikro, payday sampai Syariah.

Preferensi utang dan investasi yang dijajakan P2P berikan banyak terdapat pilihan buat orang. Tetapi, penting menjadi perhatian tiap-tiap produk P2P punyai profile return dan efek yang tidak sama – beda.