Jenis-Jenis Kalimat Tanya Menurut Tujuannya

Kali­mat tanya atau kali­mat intero­gatif ialah salah satu jenis kali­mat yang laz­im dipakai dalam kehidu­pan sehari-hari. Jenis kali­mat ini biasa dipakai untuk menanyakan sesu­atu , mem­inta pen­je­lasan , atau sekedar untuk mem­perte­gas perny­ataan. Dalam kesi­bukan wawan­cara , kali­mat tanya men­ja­di hal pent­ing yang mesti dia­mati oleh pewawan­cara. Sesuai den­gan namanya , kali­mat tanya beren­cana untuk memanc­ing respons dalam ben­tuk jawa­ban. Den­gan kata lain , kali­mat tanya dipakai untuk men­guak warta dari nara­sum­ber atau musuh bicara. warta yang mau diper­oleh bergan­tung pada ketepatan kali­mat tanya yang digu­nakan. Untuk mener­i­ma , menen­tukan , dan men­gang­gap warta diper­lukan kali­mat tanya yang tepat. Kali­mat tanya yang sem­pur­na yakni kali­mat tanya yang mem­beri pelu­ang besar untuk mener­i­ma respon yang sem­pur­na sesuai den­gan respons yang diinginkan. Pada pelu­ang ini , kita akan mem­ba­has berba­gai macam kali­mat tanya beser­ta con­tohnya. Den­gan pem­ba­hasan ini diper­lukan murid sang­gup mem­be­dakan jenis-jenis kali­mat tanya dan meng­gu­nakan kali­mat tanya sesuai den­gan jenis dan fungsinya.

Jenis-jenis Kalimat Tanya

Kali­mat tanya tidak cuma dipakai untuk menanyakan sesu­atu namun juga untuk tujuan ter­ten­tu. Berikut fungsi kali­mat tanya:
1. Untuk mener­i­ma infor­masi
2. Untuk menanyakan sesu­atu
3. Untuk men­da­p­atkan jawa­ban
4. Untuk memas­tikan perny­ataan
5. Untuk mengk­lar­i­fikasi sesu­atu
6. Untuk mem­o­hon atau mem­inta
7. Untuk menyindir atau menyang­gah

Bacaan Lain­nya

Berdasarkan tujuan terse­but , kali­mat tanya sang­gup dibedakan men­ja­di lima jenis yakni kali­mat tanya biasa , kali­mat tanya retoris , kali­mat tanya ver­i­fikasi , kali­mat tanya per­in­tah , dan kali­mat tanya ter­samar.

#1 Kali­mat Tanya Biasa
Kali­mat tanya biasa yakni kali­mat tanya yang ditu­jukan untuk menanyakan sesu­atu , men­da­p­atkan warta , dan men­da­p­atkan respon sesuai den­gan apa yang ditanyakan. Kali­mat tanya biasa laz­im dipakai dalam wawan­cara , soal cobaan , dan seba­gainya.

Con­toh :
1. Apa yang dimak­sud den­gan kebu­dayaan?
2. Sia­pa pres­i­den Ameri­ka Serikat sebelum Oba­ma?
3. Kapan pemil­i­hin pres­i­den akan dilakukan?
4. Di mana kan­tor pos ter­dekat di tem­pat ini?
5. Bagaimana keadaan paman sehabis kece­lakaan itu?

Baca juga : Cara Mem­be­dakan Fak­ta dan Opi­ni beser­ta Con­tohnya.

#2 Kali­mat Tanya Retoris
Kali­mat tanya retoris yakni kali­mat tanya yang beren­cana untuk mem­perte­gas perny­ataan. Kali­mat tanya retoris tidak memer­lukan respon alasan­nya yakni penanya telah tahu jawa­ban­nya. Kali­mat tanya retoris yang laz­im dipakai oleh pem­bicara dikala orasi atau pida­to dise­but kali­mat tanya ora­toris.

Berikut ciri-ciri per­tanyaan retoris :
1. Tidak memer­lukan jawa­ban
2. Berben­tuk per­tanyaan dan pene­gasan
3. Bisa meng­gu­nakan kata tanya atau tidak
4. Penanya dan yang ditanya sama-sama men­ge­nali jawa­ban­nya

Con­toh:
1. Apala­gi yang sang­gup kita lak­sanakan dikala ini selain berdoa?
2. Mungkinkah ini eksekusi dari Tuhan?
3. Kamu telah tidak menc­in­tainya lagi , iya kan?
4. Sang­gup­kah kita mem­ban­gun prestasi dan meng­harumkan nama bangsa?
5. Akankah kita biarkan para korup­tor mer­a­jalela?

#3 Kali­mat Tanya Klar­i­fikasi
Kali­mat tanya pen­je­lasan yakni jenis kali­mat tanya yang beren­cana untuk menen­tukan atau mengk­lar­i­fikasi sesu­atu. Kali­mat tanya ini cuma memer­lukan respon singkat beru­pa “Ya” , “tidak” , atau “bukan”. Dalam bahasa Ing­gris , kali­mat tanya ini dipa­ha­mi den­gan ungka­pan yes-no ques­tion.

Berikut ciri-ciri kali­mat tanya klar­i­fikasi:
1. Menekankan kata-kata yang dipent­ingkan
2. Meng­gu­nakan par­tikel ‑kah
3. Meng­gu­na­ka kata tanya apa atau apakah
4. Meng­gu­nakan ele­men pene­gas (tidak atau bukan)

Con­toh:
1. Kapriko­r­nus ia orang yang men­curi sepe­da motor­mu?
2. Apakah kau mengge­mari laki-laki itu?
3. Apa Ibu berse­dia meno­long kami men­cari Dian?
4. Gadis itu yang memer­in­tahkan Lia ke rumah­mu?
5. Kamu jadi per­gi ke Medan atau tidak?

Baca juga : Ciri-ciri Kali­mat Efek­tif beser­ta Con­tohnya.

#4 Kali­mat Tanya Per­in­tah
Kali­mat tanya per­in­tah yakni kali­mat tanya yang seni­lai den­gan kali­mat per­in­tah. Artinya , per­tanyaan yang dia­jukan bergo­tong-roy­ong beren­cana untuk memer­in­tah. Dalam hal ini penanya telah tahu jawa­ban­nya.

Con­toh:
1. Sang­gup­kah kita men­disi­plinkan diri?
2. Bisakan kau tiba sem­pur­na wak­tu?
3. Men­ga­pa tidak kita akhiri saja per­mainan ini?
4. Men­ga­pa tidak kau antar saja ia ke bioskop?
5. Tahukan cara men­jalankan kiprah ini?

#5 Kali­mat Tanya Ter­samar
Sesuai den­gan namanya , kali­mat tanya ter­samar yakni kali­mat tanya yang ben­tuk ekspresinya beru­pa kali­mat tanya tetapi tujuan­nya bukan untuk men­ga­jukan per­tanyaan melainkan untuk tujuan-tujuan lain. Beber­a­pa tujuan yang umum­nya meng­gu­nakan kali­mat tanya ter­samar sang­gup dil­i­hat pada tabel berikut.

Tujuan Con­toh Kali­mat Tanya
Mem­inta Bisakah saya mengiku­ti jad­w­al train­ing ini?
Mem­o­hon Berse­di­akah Bapak meno­long kelu­ar­ga kami?
Mer­ayu Kapan kita sang­gup jalan-jalan ke taman menyeru­pai dahu­lu lagi?
Men­ga­jak Bagaimana apa­bi­la nan­ti sore kita jumpai ia di rumah­nya?
Meyakinkan Apakah muka saya ter­li­hat menyeru­pai pen­curi?
Menyindir Apakah kau tidak ingat sesu­atu hari ini?
Menyang­gah Loh , bukan­nya anda yang mem­inta saya untuk per­gi?

Cara Membentuk Kalimat Tanya

Dari beber­a­pa rujukan kali­mat tanya di atas , sang­gup kita lihat beber­a­pa ver­si atau cara mem­ben­tuk kali­mat tanya. Beber­a­pa cara mem­ben­tuk kali­mat tanya yang laz­im ditan­gani antaralain:
1. Memakai for­mu­la 5w+1h (What , who , when , why , how)
2. Mem­ba­likkan uru­tan kata
3. Men­em­patkan kata bukan , belum , atau tidak
4. Meng­gu­nakan intonasi berbe­da

Kali­mat Awal Kali­mat Tanya
sin­ta yakni murid berprestasi Apakah Sin­ta murid berprestasi?
Delon akan men­gelu­arkan album baru Akankah Delon men­gelu­arkan album baru?
Dani telah per­gi Dani telah per­gi belum?
Sisa masakan itu dibuang Sisa masakan itu dibuang tidak?

Baca juga : Ciri-ciri dan Syarat Kali­mat Komu­nikatif.

Share ke Face­book »Share ke Twit­ter »
Cafeberita.com yakni blog wacana materi bela­jar. Gunakan sug­uhan atau pen­car­i­an untuk men­da­p­atkan materi bergu­ru yang ingin dipela­jari.

Pos terkait