Iran Syiah Miliki Arsitektur 8.000 Tahun, Ada Gunung Tertinggi di Dunia
Iran Syiah Miliki Arsitektur 8.000 Tahun, Ada Gunung Tertinggi di Dunia

Iran Syiah Miliki Arsitektur 8.000 Tahun, Ada Gunung Tertinggi di Dunia

Iran Syiah – Iran adalah negeri dengan empat musim. Iran adalah sebuah persimpangan berbagai peradaban dan negeri-negeri dengan berbagai ras yang berbeda.

Iran adalah sebuah negeri dengan mayoritas penduduknya bermahzab Syiah. Memiliki peradaban manusia yang terbilang cukup tua.

Baca Juga:

Teori Keadilan Menurut Kaum Asy‘ari, Syi‘ah dan Muktazilah

Ada banyak keajaiban alam juga peninggalan bersejarah di negeri berjuluk para Mullah ini.

Seperti di antaranya sejumlah gunung yang luar biasa tinggi menjulang, padang pasir perawan yang menawan.

Begitupula dengan sungai-sungai yang mempesona, air-air terjun, danau-danau, dan lautan, serta pantai ber-mentari dan untaian pulau-pulau, ladang yang subur dan rimba belantara.

Iran Syiah juga dikenal negeri para pengembara, dari kota-kota dan pedalaman-pedalaman zaman lampau yang bersejarah negeri dengan beragam adat-istiadat.

Sebutan Iran bermakna tanah bangsa Ariya dan berasal dari nama suku-suku yang datang ke negeri itu dua ribu tahun sebelum masehi.

Mereka bercampur-baur dengan penduduk pribumi yang menempati negeri itu bertahun-tahun sebelumnya dan meletakkan landasan bagi sebuah peradaban yang gemilang.

Bahkan Iran memiliki arsitektur yang berumur 8.000 tahun silam, paling tidak sejak lima ratus tahun sebelum masehi.

Pola arsitektur Iran telah menyebar dari Syiria ke India Selatan perbatasan Cina, Kaukasus dan Zanzibar.

Monumen bersejarah di Iran sangat beragam, pondok-pondok dusun, kedai-kedai teh, dan bangunan sejarah yang memukau tampak mencolok. Iran Syiah sangat terkenal.

Ciri istimewa arsitektur Iran dari masa ke masa mengandung bentuk sederhana yang kaya dekorasi.

Arsitektur monumen-monumen Iran mengandung tema-tema relijius yang diramu dengan sentuhan magis.

Pola-pola formal dengan daya-daya langit. Motif yang berlaku sepanjang masa dataran tinggi sampai masa sekarang tidak hanya mengabadikan arsitektur Iran tetapi juga menghembuskan nafas spritual.

Karena itulah, tidak ada seni yang sanggup menyajikan ciri Iran dengan lebih baik selain seni arsitekturnya. Inilah Iran Syiah yang bikin terkenal.

Untuk mengenal monumen-monumen dan situs-situs tersebut di Iran, berikut di bawah ini beberapa di antaranya.

Baca Juga; 

Gerakan Buruh dalam Sejarah Politik Indonesia

Berikut foto-foto luar biasa mengenai situs-situs dan monumen-monumen Iran yang menampilkan keindahan seni, arsitektur dan alam Iran yang hingga saat berpenduduk Syiah.

Gunung Damavand, Iran

Gunung ini terletak di tengah kawasan Alborz. Gunung Damavand adalah gunung berapi yang tidur di Iran. Ini juga adalah gunung api tertinggi di seluruh Asia.

Meskipun secara vulkanis tidak aktif, terdapat sejumlah fumarole di dekat puncak kawah yang mengandung belerang.

Gunung ini terletak di pesisir selatan Laut Kaspiadikabarkan akti f pada tanggal 6 Juli 2007.

lstana Gulistan – Tehran

Nama Tehran berasal dari bahasa persia kuno teh (hangat) dan ran (tempat).

Tehran adalah pengganti ibu kota Iran kuno Rayyang dihancurkan oleh pasukan Mongol pada tahun 1220 M.

Jejak-jeak Rayytempat Alexander Agung Sang Penakluk tertahan ketika sedang mengejar Kaisar Persia, Darius III, pada tahun 330 SM sampai sekarang masih bisa ditemukan di sebelah selatan Tehran.

Wilayah Tehran diyakini (dulunya) adalah salah satu daerah pinggiran kota Rayy pada abad ke empat, dan setelah jatuhnya Rayy, banyak penduduknya pindah ke Tehran.

Tehran adalah tempat kediaman para penguasa Safawi yang memerintah Persia dari abad ke-16 sampai ke-18.

Tehran menjadi terkenal setelah ditaklukkan oleh Agha Muhammad Khan, pendiri Dinasti Qajar (1779-1925) yang menjadikan kota ini sebagai ibukota kerajaannya pada tahun 1788.

Sejak saat itu, Tehran menjadi ibu kota Iran. Mayoritas penduduk Tehran adalah muslim. Mayoritas penduduk Iran adalah Syiah.

Bangunan paling penting di Tehran, antara lain, Mesjid Sepah-salar, Syams ul-Imarah, Istana Niavaran, lstana Gulistan, Istana Sa’adabad, dan Istana Marmar (manner) yang sekarang dijadikan museum.

Menara Azadi – Tehran

Dengan luas 50.000 meter persegi, menara ini dibangun pada tahun 1971 di sebelah barat Tehran untuk menjadi simbol kota itu.

Untuk mewujudkannya, arsitek-arsitek Iran menggabungkan arsitektur tradisional dan arsitektur Barat untuk menghasilkan sebuah bangunan yang akan tetap dikenang dalam sejarah.

Menara itu pada awalnya dinamai Syahyad. tetapi setelah revolusi namanya diubah menjadi Azadi (Kemerdekaan).

Menara ini tingginya 50 m, termasuk sebuah museum dan sebuah Ruang Besar. Sejumlah galeri seni dan ruang telah disediakan untuk kepentingan pameran dan pekan raya sementara.

Syams al-Imarah, Tehran

Salah satu bangunan tinggi Iran kuno. Dibangun atas perintah Nashiruddin Syah dan didirikan pada tahun 1867 oleh Doust Ali Khan Moayer al-Mamalek.

Bangunan utama dibuat dari dinding bata yang tebal. Bangunannya terdiri dari plester semen, susunan cermin, ubin keramik dan lukisan dinding.

Syams al-Imarah adalah bangunan kerajaan terbesar dengan tiga loteng dan dua menara di atasnya.

Bangunan ini biasa digunakan sebagai istana untuk acara resmi kerajaan dan peristirahatan pribadi Nashiruddin Syah.

Menara Thugrol, Tehran

Menara Thugrol dikenal pula sebagai Menara Mongol. Menara ini adalah sebuah bangunan besar dari bata setinggi 20 meter yang dihiasi dengan lekukan bata yang dalam. Inilah Iran syiah.

Cornice (hiasan atas) tiga susun dihiasi lipitan yang dalam pada bagian bawah atap berbentuk silinder terkesan simpel dan sangat efektif.

Jalan masuk monumental berada di sisi selatan memberi kesan simpel. Menurut cerita, ini adalah makam Thugrol I raja dinasti Saljuk. Inilah kehebatan Iran Syiah.

Lempengan marmer dipasang di atas pintu gerbang menara, menunjukkan ciri dan tanggal perbaikan yang pemah dilakukan di dalamnya.

Gerbang Taman Nasional, Tehran

Gerbang Taman Nasional dihiasi dengan karya keramik dinasti Qajar. Gerbang ini sekarang terletak di antara kantor Pos Pusat dan kantor Catatan Sipil. Gerbang ini dibangun lebih sekitar tahun 1921-1931 M. (*)

Source :
Iran Tanah Peradaban
Penulis Icro