spot_imgspot_img

Top 5 This Week

spot_img

Related Posts

Hubungan Jarak Konsentrasi Dan Jari-Jari Kelengkungan Cermin

Cafeberita.com – Titik Fokus dan Pusat Kelengkungan Cermin. Jarak konsentrasi dan jari-jari kelengkungan ialah dua besaran yang biasa didapatkan dalam pembahasan mengenai cermin lengkung. Kedua besaran ini berafiliasi secara pribadi dengan titik konsentrasi dan titik sentra kelengkungan. Ketika melukiskan pembentukan bayangan yang dihasilkan oleh cermin lengkung , maka posisi titik konsentrasi dan titik sentra kelengkungan mesti ditaruh secara sempurna biar dihasilkan gambar yang akurat. Peletakkan kedua titik tersebut dihentikan asal pilih alasannya yakni akan sungguh mempengaruhi geometri sinar tiba sinar pantul. Agar diperoleh hasil yang sempurna , maka perlu diamati kekerabatan antara jarak konsentrasi dan jari-jari kelengkungan. Pada peluang ini , edutafsi akan membahas bagaimana kekerabatan antara jarak konsentrasi dan jari-jari kelengkungan.

A. Pengertian Titik Fokus dan Pusat Kelengkungan

Jika suatu cermin lengkung dibentuk dari suatu bulat atau bola berdiameter d , maka sentra kelengungan dari cermin tersebut sama dengan titik sentra bulat atau bola tersebut. Sedangkan jarak antara titik sentra dengan titik tengah cermin disebut selaku jari-jari kelengkungan. Besar jari-jari kelengkungan ini sama dengan jari-jari bulat atau bola.

Berbicara mengenai jarak konsentrasi dan jari-jari kelengkungan , maka erat kaitannya dengan tiga titik yang ada pada bab cermin. Ketiga titik tersebut yakni titik tengan cermin (O) , titik konsentrasi cermin (F) dan titik sentra kelengkungan cermin (P). Sebagian buku menggunakan lambang M untuk menyatakan sentra kelengkungan cermin.

Titik tengah cermin ialah suatu titik pada cermin yang membagi cermin menjadi dua bab sama panjang. Pada titik inilah sumbu utama cermin ditarik lewat titik konsentrasi dan sentra kelengkungan. Sumbu utama yakni garis yang menghubungkan titik tengah , titik konsentrasi , dan titik sentra kelengkungan.

Hubungan jarak konsentrasi dan jari-jari kelengkungan cermin

Titik konsentrasi atau titik api suatu cermin yakni suatu titik berkumpulnya sinar-sinar pantul. Titik konsentrasi berada di antara titik tengah dan titik sentra kelengkungan cermin. Jarak titik konsentrasi dari titik tengah cermin disebut jarak fokus. Jarak antara titik konsentrasi dan titik tengah sama panjang dengan jarak antara titik konsentrasi dan titik sentra kelengkungan.

Salah satu perbedaan yang terlihat antara cermin cekung dan cermin cembung yakni letak titik konsentrasi dan sentra kelengkungannya. Pada cermin cekung , titik konsentrasi dan titik sentra kelengkungan berada di depan cermin sedangkan pada cermin cembung , titik konsentrasi dan titik sentra kelengkungan berada di belakang cermin.

B. Rumus Hubungan Jarak Fokus dan Jari Kelengkungan

Pada ilustrasi di atas sanggup dilihat bagaimana suatu sinar yang tiba sejajar sumbu utama pada cermin cekung dipantulkan lewat titik konsentrasi cermin. Pemantulan cahaya tersebut sesuai dengan aturan pemantulan yang dicetuskan oleh Snellius , yakni besar sudut pantul sama dengan besar sudut datang.

Kemudian amati garis putus-putus yang menghubungkan titik sentra kelengkungan (P) dengan bidang pantul A. Garis putus-putus tersebut ialah garis wajar untuk sinar yang jatuh di titik A. Dari gambar sanggup dilihat bahwa besar sudut antara sinar tiba dan garis wajar sama dengan besar sudut antara sinar pantul dan garis wajar (sudut pantuk = sudut datang).

Jika dilihat menurut gambar di atas , maka yang dimaksud dengan sudut tiba yakni sudut BAP dan sudut pantul yakni sudut FAP. Karena sudut pantul sama dengan sudut tiba , maka berlaku :
⇒ sudut tiba = sudut pantul
⇒ ∠ BAP = ∠ FAP

Karena sudut BAP saling berseberangan dengan sudut APF , maka besar sudut keduanya yakni sama , sehingga berlaku :
⇒ ∠ APF = ∠ BAP = ∠ FAP

Selanjutnya coba amati segitiga AFP. Karena sudut APF dan sudut FAP sama besar , maka segitiga AFP ialah segitiga sama kaki , dimana yang menjadi kakinya yakni garis AF dan FP. Dengan demikian berlaku kekerabatan :
⇒ AF = FP

Sekarang kembali ke tujuan utama kita , yakni untuk menyaksikan kekerabatan antara jarak konsentrasi dan sentra kelengkungan. Jika dilihat dari gambar di atas , maka yang bertindak selaku jarak konsentrasi yakni garis OF sedangkan yang bertindak selaku jari-jari kelengkungan yakni garis OP.

Selanjutnya , coba amati garis AF dan garis OF. Jika titik A berada lebih erat dengan titik O , atau sinar munculnya sungguh erat dengan sumbu utama , maka panjang garis AF akan mendekati garis OF. Dengan kata lain , panjang garis AF sanggup dianggap sama dengan garis OF. Sehingga berlaku :
⇒ AF = OF

Karena AF = OF dan AF = FP , maka diperoleh :
⇒ OF = FP

Tadi telah dibilang bahwa jarak konsentrasi itu sama dengan panjang OF sedangkan jari kelengkungan sama dengan panjang OP. Nah , dari gambar sanggup dilihat bahwa OP yakni jumlah antara garis OF dan FP atau secara matematis sanggup ditulis:
⇒ OP = OF + FP

Karena OF = FP , maka persamaan di atas sanggup diubah menjadi :
⇒ OP = OF + OF
⇒ OP = 2OF

Karena OP yakni jari kelengkungan dan OF yakni jarak konsentrasi (f) , maka diperoleh kekerabatan antara jari-jari kelengkungan dan jarak konsentrasi selaku berikut :
⇒ OP = 2OF
⇒ R = 2f

R = 2f  atau  f = ½R

Keterangan :
R = jari-jari kelengkungan cermin lengkung (cm)
f = jarak konsentrasi cermin (cm).

Contoh :
Sebuah cermin cembung dibentuk dari medium jernih berupa bola berdiameter 20 cm. Jika benda ditaruh di depan cermin pada jarak 8 cm , maka tentukanlah jarak bayangan yang dihasilkan.

Pembahasan :
Dik : d = 20 cm , s = 8 cm
Dit : s’ = …. ?

Perlu dikenang bahwa jari-jari kelengkungan dan jara konsentrasi untuk cermin cembung bermanfaat negatif. Karena dibentuk dari bola , maka jari-jari kelengkungan cermin sama dengan setengah dari diameternya , secara matematis sanggup ditulis :
⇒ R = -½ d
⇒ R = -½ . 20
⇒ R = -10 cm

Jarak konsentrasi cermin tersebut yakni :
⇒ f = ½ R
⇒ f = ½ . (-10)
⇒ f = -5 cm

Maka jarak bayangan yang dihasilkan sesuai dengan rumus lazim cermin cekung :
⇒ 1/s’ = 1/f – 1/s
⇒ 1/s’ = 1/(-5) − 1/8
⇒ 1/s’ = -8/40 − 5/40
⇒ 1/s’ = -13/40
⇒ s’ = -40/13
⇒ s’ = -3 ,1 cm

Jadi , jarak bayangan yang dihasilkan yakni 3 ,1 cm. Tanda negatif menyatakan bahwa bayangan yang terbentuk berada di belakang cermin cembung sehingga bersifat maya.

Demikianlah pembahasan singkat mengenai kekerabatan jarak konsentrasi dan jari-jari kelengkungan pada cermin lengkung. Jika pembahasan ini bermanfaat , bantu kami membagikannya terhadap teman-teman anda lewat tombol share di bawah ini.

Share ke Facebook >>Share ke Twitter >>
Cafeberita.com yakni blog tentang materi belajar. Gunakan Kolom Search atau pencarian untuk mendapatkan materi berguru yang ingin dipelajari.

admin
adminhttps://cafeberita.com
Segera hubungi kami melalui WhatsApp untuk informasi lebih lanjut dan jadilah bagian dari komunitas eksklusif kami. Jadikan impian hunian sempurna Anda menjadi kenyataan sekarang!

Popular Articles