Filsafat sosial dan politik
Unsplash/Marco Oriolesi

Filsafat Sosial dan Politik, Berikut Pengertiannya

Diposting pada

Filsafat Sosial

Robert N Beck (1967) menjelaskan, filsafat sosial ialah usaha filosof untuk memberi bimbingan dan jawaban agar supaya dapat mengatasi problema-problema sosial.

Bentuknya adalah kritik terhadap proses sosial dengan menunjuk prinsip-prinsip yang mendasari struktur dan fungsi sosial.

Dalam filsafat terdapat aktifitas antara lain spekulatif, fenomenologik, normatif atau evaluatik dan analitik.

Lapangan filsafat antara lain adalah epistemologi, metafisika, dan ilmu pengetahuan normatif misalnya etika, estetika dan filsafat ketuhanan.

Filsafat sosial dapat diklasifikasikan sebagai ilmu pengetahuan normatif.

Sebagai filsafat kritik, filsafat sosial mencari dan mengembangkan alasan-alasan yang membenarkan lembaga-lembaga sosial dan politik.

Jika tekanannya adalah evaluatif, maka filsafat sosial mempakan cabang etika yang membicarakan mengenaj baik dan buruk.

Dalam hal ini filsafat merupakan aplikasi pertanyaan moral yang timbul dari tertib sosial.

Jika tekanannya pada metoda penelitian dan analisa terhadap konsep, maka filsafat terarah ke klasifikasi istilah-istilah dan alasan-alasan, Filsafat Spekulatif berusaha mémadukan keduanya.

Filsafat yang obyeknya sosial.

Di dalam kamus umum Bahasa Indonesia (1976) sosial berarti segala sesuatu mengenai masyarakat atau kemasyarakatan.

BACA JUGA :   Abdillah Natsir Dukung Taufan di Musda Golkar Sulsel

Filsafat adalah basil pikiran manusia yang kritik mendalam, mendasar, menyeluruh. Filsafat adalah yang obyeknya segala sesuatu mengenai masyarakat.

Dengan kata lain segala sesuatu mengenai masyarakat yang wujudnya berupa gejala atau fakta sosial dibicarakan secara kritik, mendasar, mendalam dan menyeluruh.

Dalam hal ini yang dibicarakan antara lain mengenai hakekat, Struktur, tujuan dan hubungan sosial.

Hubungan antara Filsafat dengan Politik.

Antony Quinton (1967), menyebutkan teori (filsafat) politik sebagai pikiran yang Sistematik mengenai tujuan pemerintah dan bukan bagaimana fungsi pemerintah.

Pada masa yang lampau filsafat politik merupakan gabungan dua kegiatan yaitu membicarakan tentang fungsi pemerintah yaitu timbulnya.

Mengapa dipatuhi dan di samping itu juga membicarakan tujuan pemerintah dan bagaimana organisasinya untuk mencapai tujuan tersebut.

Durkheim dalam bukunya Rules of Sociological Methods antara lain menyebutkan bahwa teori politik menghasilkan konsep ilmiah mengenai fakta-fakta politik karena fungsinya yang real adalah men justifikasi fakta-fakta tersebut melalui analisa ilmiah.

BACA JUGA :   Bawaslu Gowa Sosialisasi Antisipasi Sengketa Pemilihan

Hubungan antara filsafat dengan politik dapat dilihat pada peranan filsafat dalam kehidupan politik, misalnya filsafat atomisme dengan individualisme sosial, dialektika Hegel yang berperanan dalam teori sosial.

Sebagian besar teori politik belum tentu bernilai filsafati. Misalnya meskipun membicarakan problema politik, tetapi jika tidak secara sistematik dihubungkan dengan posisi filsafati, berarti tidak bersifat filsafati.

Filsafat Politik

Antony Quinton (1967)

Tugas filsafat antara lain adalah melakukan klasifikasi dan analisa. Oleh karena itu kegiatan filsafat politik antara lain berupa ilmu pengetahuan politik dan ideologi.

Dalam melakukan analisa, filsafat politik membedakan pernyataan faktual tentang ilmu pengetahuan politik dan afirmasi evaluatif tentang ideoiogi.

Konsep dasar atau sentra ilmu Pengetahuan politik adalah negara. Yang mempunyai korelasi dengan negara adalah hukum, sehingga menjadi tugas negara menciptakan dan memelihara hukum.

Hukum bersangkutan dengan moral. Ideologi menyangkut nilai Politik misalnya kebebasan, keadilan, keamanan, kemakmuran, demokrasi.

Menurut Norman E. Bowie dan Robert L. Simon (1977) filsafat politik adalah kegiatan yang kritik terhadap arti lembaga sosial dan politik.

BACA JUGA :   Bawaslu Sulsel Apresiasi PPKD Bawaslu Gowa

Dagobert D. Runes (1942)

Filsafat politik adalah cabang filsafat yang membicarakan kehidupan politik, terutama esensi, asal dan nilai negara.

Pada jaman dahulu filsafat politik juga meliputi etika. Filsafat politik adalah filsafat praktik, karena ia mempunyai obyek yang bersifat praktik.

Filsafat politik merupakan perluasan teori moral yang menyelidiki tujuan negara dan hak moral organisasinya.

Pengertian politik menyangkut soal kenegaraan. Karena itu filsafat politik adalah filsafat yang membicarakan tentang hal-hal yang berhubungan dengan negara. (ref)

Referensi :
Mengenal Filsafat Pancasila Seri 4
Filsafat Sosial dan Politik Pancasila edisi ketiga
Terbitan Andi Offset, 1989

Penulis :
H Sutono
Dosen Tetap Fakultas Filsafat Universitas Gadjah Mada Yogyakarta,